Share

28. Bertemu Puspita

last update Petsa ng paglalathala: 2025-08-20 20:57:48
"Terima kasih, Pak David. Tapi saya tidak ... "

"Tidak apa? Tidak menolak? Bagus! Aku akan membantumu menghadapi siapapun yang akan mengganggumu karena hal ini, termasuk mantan istri Daniel."

Tiara menjadi pening sendiri. Bukannya membantu menyelesaikan masalahnya, David justru menambah masalah menjadi semakin runyam. Tiara melirik ke arah Daniel yang masih memegang ponselnya sambil menatap kesal David.

"Sudah selesai belum bicaranya? Tanganku sudah pegal." Daniel mengibaskan tangan kanannya ya
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Suddenly Marry With The CEO   67. Menanti Jawaban Tiara

    Michael White masih berbincang dengan Lukman. Entah membicarakan apa. Minarti sampai harus mengingatkan berulang kali untuk menyudahi percakapan mereka, mengingat hidangan yang sudah disiapkan sudah mulai dingin."Baiklah, calon besan. Kami akan menghubungi lagi untuk membicarakan hal ini. Baik-Baik. Terima kasih."Michael mengangsurkan kembali ponsel itu kepada Tiara. "Bicara apa sih, Pa? Keliatan seru sekali." Michael White tertawa. "Pak Lukman mengajak Papa memancing bila kita mengunjungi mereka.""Lah, mengapa justru jadi acara memancing? Bukannya kita akan membahas soal pernikahan Daniel dan Tiara?""Masa membicarakan pernikahan nggak ada habisnya, Ma? Memancingnya jelas setelah kita selesai berdiskusi soal pernikahan. Papa dan Pak Lukman yang mancing, Mama dan Bu Lukman yang akan memasak hasil pancingannya.""Ya-ya-ya. Papa atur aja gimana baiknya. Sekarang kita makan. Daniel dan Tiara sudah mulai mengantuk itu."Makan malam itu berlangsung lancar. Sambutan hangat Minarti dan

  • Suddenly Marry With The CEO   66. Mengapa Baru Sekarang?

    Tiga hari yang lalu"Ma," panggil Michael begitu ia duduk di kursi makan, menunggu Minarti selesai menyiapkan makan malam mereka."Hmm?""Apakah Mama tidak menyayangi putra semata wayang kita?""Papa jangan aneh-aneh, deh. Mana ada ibu yang tidak sayang anaknya sendiri. Kucing saja rela mencuri makanan demi anaknya agar tidak kelaparan."Michael menarik napas panjang. "Kalau Mama memang menyayangi Daniel, mengapa Mama tidak setuju dengan keputusan Daniel yang ingin menikahi Tiara?"Gerakan Minarti seketika terhenti. Ia teringat bagaimana sikap Tiara dulu hingga sekarang. Gadis itu masih gadis yang sama empat tahun lalu, saat Daniel memperkenalkannya sebagai asisten pribadinya. Masih saja ramah dan sopan. "Jika memang dia menjadi perusak rumah tangga Daniel dan Puspita, mengapa baru sekarang Daniel ingin meminangnya? Bukankah kesempatan itu terbuka sejak awal dirinya menjadi asisten pribadi Daniel?"Minarti menghela napasnya. Perkataan Michael ada benarnya. Tiara, jika memang dia wani

  • Suddenly Marry With The CEO   65. Sambutan Minarti

    "Siapa yang mengijinkanmu masuk ke ruangan ini?""Mama." Sosok wanita paruh baya maju ke depan melewati Puspita yang tersenyum penuh kemenangan. Minarti melangkah mendekati meja dimana Daniel sedang berdiskusi dengan David dan Tiara."Mama?!" Daniel langsung bangkit dari duduknya, berjalan menuju Minarti yang berjalan dengan wajah angkuh melirik sinis ke arah Tiara."Tante?!" David pun menyusul Daniel. Pria itu tidak kalah heran. Angin apa yang membawa Minarti tiba-tiba datang ke kantor Daniel."Sedang membicarakan apa?" Minarti mengambil tempat di sofa yang berhadapan langsung dengan Tiara. Wanita itu tidak melepas tatapannya dari Tiara. "Hmm, urusan pekerjaan." Daniel mengepalkan kedua tangannya. Mengapa Puspita bisa datang bersama mamanya?"Mama sendiri, ada urusan apa sampai datang kemari?""Mama hanya mampir sebentar. Kebetulan tadi bertemu Puspita di kafe seberang kantormu, jadi Mama ajak sekalian dia kemari. Katanya dia merindukanmu."Puspita tersenyum malu. "Aah, Tante. Jangan

  • Suddenly Marry With The CEO   64. Menyelamatkanmu

    "Bisa dipahami, tapi aku tidak akan ikut tender untuk saat ini. Banyak urusan yang harus aku selesaikan." Daniel memutar penanya ke segala arah. Antara tangan, pikiran dan hatinya tidak fokus pada masalah yang sama.Tangannya memutar pena untuk menyalurkan emosinya, pikirannya sedang terfokus pada tender yang ia menangkan dua bulan lalu tapi tidak ada kelanjutannya, dan hati yang menahan rindu pada Tiara, yang belum dilihatnya hari ini.Ya. Tiara urung berangkat bersama Daniel karena tetangga kontrakannya meninggal dunia. Jadi dirinya harus melayat lebih dulu sebelum ke kantor. Ia mengirim pesan pada Daniel sebelum subuh datang."Tapi, Niel tidakkah kamu akan kehilangan momentum langka untuk mendongkrak kredibilitas perusahaanmu jika berhasil memenangkan tender ini?" David terus berusaha merayu Daniel."Aku tidak sedang ingin menaikkan kredibilitas perusahaanku. Posisi perusahaan cukup stabil."David kehilangan akal. Ia harus menemukan cara agar Daniel bersedia ikut tender pengadaan me

  • Suddenly Marry With The CEO   63. Peringatan Bernard

    Daniel dan Tiara saling bertukar pandang mendengar pembicaraan dari ruang sebelah.Ada tanda tanya besar yang tercetak jelas di wajah Daniel. Puspita menemui Tiara tanpa sepengetahuannya, dan Tiara, asistennya itu memilih diam, tidak bercerita apa pun padanya? Apa yang sebenarnya terjadi antara dua wanita ini? Yang satu wanita masa lalunya dan yang lain adalah wanita masa depannya? Ada apa dengan mereka?Daniel dan Tiara kembali dibuat terkejut dengan pembicaraan selanjutnya."Oke. Bisa dimengerti, tapi - Apakah aku sama sekali tidak boleh bertemu dengan Daniel lagi?"Pertanyaan Puspita, mengejutkan Daniel. 'Apa-apaan wanita itu?'"Tentu saja boleh, asal kamu pergi bersama denganku. Tidak boleh sendiri."Mendengar jawaban Bernard. Puspita harus menelan pil pahit kenyataan hidup.Apa yang dikatakan Bernard sama saja bohong. Bertemu Daniel bersama Bernard? Yang benar saja? Sama saja ia menggali kuburannya sendiri. Jika begini, Apa yang ia rencanakan untuk kembali memikat Daniel tidak

  • Suddenly Marry With The CEO   62. Menjauh

    Pemandangan yang sangat menyakitkan. Puspita tidak dapat melakukan apa-apa. Provokasi yang ia lakukan tidak berhasil memancing Tiara. Tiara justru mendapat dukungan dari Daniel yang tiba-tiba hadir diantara mereka."Sudah waktunya meninggalkan tempat ini. Ayo, kita pergi!" Daniel menarik tangan Tiara menjauh dari Puspita. Mereka meninggalkan Puspita yang masih syok dengan perlakuan mesra Daniel terhadap Tiara.Meski ada sedikit rasa bersalah di hati Tiara, tapi ia berusaha mengabaikannya. Sudah waktunya ia bersikap tegas terhadap siapa pun yang berusaha mengatur hidupnya, tidak terkecuali Daniel jika pria itu sudah melewati batasan yang ia buat.Mobil hitam Daniel meluncur meninggalkan tempat acara, menuju rumah kontrakan Tiara. Malam yang belum begitu larut, membuat Daniel merasa enggan meninggalkan Tiara sendirian di rumah. Ia masih ingin menghabiskan waktu dengan asisten pribadinya itu."Kamu sudah mengantuk?" Daniel menatap Tiara yang tengah memandang jalanan dari jendela samping.

  • Suddenly Marry With The CEO   5. Nasihat David

    Tiara duduk membeku di samping Daniel yang menjalankan kuda besi berwarna hitam mengkilat sambil menahan rasa kesal."Tiara.""Ya, Pak David," jawab Tiara ramah.Daniel seketika melihat ke arah Tiara, melayangkan protesnya dalam diam karena Tiara menjawab panggilan David dengan begitu lembut."Apaka

  • Suddenly Marry With The CEO   4. Sepupu Tak Diundang

    “Mengingat apa?” Daniel mengulang pertanyaannya.“Ya mengingat saya adalah satu-satunya wanita yang selalu berada di dekat Pak Daniel, yang menghabiskan waktu lebih lama dari siapapun. Bahkan mungkin, saya lebih lama menghabiskan waktu bersama Bapak dibandingkan Bu Puspita sendiri.”Daniel menjenti

  • Suddenly Marry With The CEO   3. Sepasang Kekasih

    Mobil Daniel melesat jauh meninggalkan mobil Puspita yang baru keluar dari parkir basement gedung kantornya. Tiara duduk di samping sopir, tidak seperti biasanya.“Aku tahu mengapa kamu melakukan itu, tapi sekarang, aku memerintahmu untuk pindah ke belakang!” Perintah Daniel sangat jelas di dengar s

  • Suddenly Marry With The CEO   2. Buket Salah alamat

    Tiara diam membeku di tempatnya berdiri. Ia tidak berani membalas tatapan Daniel yang begitu dingin. Suasana ruangan yang sebelumnya tidak pernah secanggung ini, membuat Tiara ingin segera meninggalkan ruangan itu.“Apakah aku membayarmu hanya untuk duduk diam menatap buket-buket itu?”sindir Daniel.

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status