เข้าสู่ระบบNa-bankrupt ang pamilya ni Dianne, iniwan sa kaniya ang mga malalaking utang. Upang mabuhay at makabayad sa utang ay tinanggap niya ang isang offer ng isang bilyonaryo. Kapalit ng 30 million pesos ay magiging asawa siya nito sa loob ng tatlong taon. Si Axl Tyler Chavez, ang pangalawang anak ng Chavez Group. Siya ang naging tagapagmana nang mamatay ang kaniyang kapatid. Upang pangalagaan ang pwesto sa company at pwesto ng first love niya sa kaniyang buhay ay kumuha siya ng isang CONTRACTED WIFE. Ngunit matapos ang dalawang taon at siyam na buwan ay pinutol na niya ang kontrata at binayaran si Dianne. Paano kung malaman niyang buntis si Dianne ng kambal at siya ang ama? Paano kung lumayas si Dianne at itago ang kanilang anak. Handa nga ba si Tyler na iwan ang first Love para sa kaniyang dugo at laman? o handa siyang ipalaglag ang bata mapanatili lang ang magandang relasyon sa First Love. o baka naman, akuin nila ni First Love ang bata at mawala sa picture ang tunay na ina at ang kaniyang ex- contracted wife... is the cassanova having his regret? o he enjoy his life with his first Love?
ดูเพิ่มเติมBoom!
Suara ledakan di tengah kota terdengar sangat keras.Rupanya ledakan itu berasal dari pertarungan yang saat ini sedang terjadi di tengah kota.Lebih tepatnya, bisa dibilang itu adalah pengepungan."Jangan menyerah teman-teman! Kita pasti bisa menjatuhkan dia!" ucap Lingling, yang tak lain adalah sahabat seorang pemuda yang saat ini sedang mengamuk itu."Tapi Ling, rasanya kurang yakin. Jujur saja, kekuatanku sudah semua aku kerahkan," ucap Lee."Iya aku tahu. Aku juga sudah mengerahkan seluruh kekuatan yang aku miliki. Tapi Lee, kita harus berusaha menyadarkan kembali kesadaran Limdong. Limdong itu sahabat kita Lee! Aku rela jika memang harus mengorbankan nyawa ini demi menyadarkan Limdong kembali."Lingling kembali melesat ke arah Limdong untuk menyerang.Lingling tetap gigih walaupun seluruh tubuhnya sudah babak belur akibat pertarungan ini.Boom!Boom!Suara ledakan terus terdengar."Baiklah, Teman-teman! Aku minta tolong pada kalian semua. Karena hanya kita sajalah yang tersisa. Kalau Limdong tidak segera sadar, maka bisa-bisa Limdong akan mengamuk ke seluruh tempat. Akan ada lebih banyak lagi korban berjatuhan," ucap Lee pada sekumpulan orang itu."Tapi Lee, lihatlah! Kebanyakan dari kita nampaknya sudah tidak sanggup lagi untuk meneruskan pertarungan ini. Kekuatan Limdong saat ia mengamuk seperti ini sungguh di luar nalar," ucap salah satu orang dari kelompok itu."Kalau kalian merasa sudah tidak sanggup lagi, maka kalian segera menjauh dari sini. Sementara biarkan aku dan Lingling yang mencoba menahan Limdong. Kalian bisa beristirahat untuk memulihkan kekuatan kalian." Lee juga ikut melesat ke arah Limdong. Lee sudah memantapkan hatinya bahwa ia akan melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan Lingling.Karena apa? Ya, Karena mereka bertiga adalah sahabat sedari kecil. Setiap saat selalu bersama.Dan saat ini, Lee tidak akan berdiam diri melihat sahabatnya itu yang sedang mengamuk.Akibat amukan Limdong, keadaan kota rusak parah.Untungnya, walaupun banyak korban namun tidak ada satupun yang kehilangan nyawa. Itu karena semua orang di sana mampu bekerja sama dengan baik untuk mengungsikan warga lainnya seperti wanita, anak-anak, dan juga orang lanjut usia."Argh...!" teriak Lingling. Ternyata ia terpental akibat pukulan dari Limdong."Lingling...!" Lee langsung berlari ke arah Lingling untuk menahan tubuhnya agar tidak membentur tembok bangunan."Jangan terlalu memaksakan diri. Sebaiknya kita coba atur strategi untuk menyerang Limdong," ucap Lee.Lee lega karena ia masih sempat menyelamatkan Lingling."Tapi Lee, kalau kita tidak terus menahannya bisa-bisa Limdong pergi dan mengamuk di tempat lain. Kita harus bisa menahannya sampai bantuan dari Guru datang," jawab Lingling."Iya aku tahu. Tapi Ling, lihatlah keadaan kita. Dan coba kau lihat keadaan mereka semua. Kalau kita terus bertarung dengan kondisi yang seperti saat ini, aku takut akibatnya akan fatal," ucap Lee."Sebaiknya suruh saja semua orang mundur. Biarkan aku sendiri yang akan berusaha menahan Limdong. Kamu juga, istirahatlah bersama yang lainnya," ucap Lingling.Lingling memang terkenal dengan kegigihannya. Gadis ini sangat keras kepala. Dan Lee sangat paham dengan sifat yang dimiliki gadis cantik di hadapannya saat ini."Tidak! Aku menolak usulanmu. Biarkan aku ikut denganmu menahan Limdong."Lee juga bersikeras akan menahan Limdong sampai guru mereka datang.Tapi, saat mereka sedang berdiskusi ada bola cahaya melesat ke arah mereka.Pertahanan yang dimiliki Lee dan Lingling tidaklah kuat. Karena energi yang mereka miliki sudah tinggal sedikit. Mereka sudah bertarung kurang lebih selama dua jam penuh. Dan lagi, lawan yang mereka hadapi kekuatannya sepuluh kali lipat.Boom!Duar!Lagi-lagi suara ledakan yang dahsyat kembali terdengar.Dan benar saja, perisai yang mereka bentuk hancur dengan mudahnya saat energi pukulan dari Limdong menyentuhnya. Dan parahnya lagi, mereka terkena serangan itu dengan telak.Wush...!Tubuh Lingling dan Lee terpental dan membentur puing-puing bangunan dan pohon yang ada di sekitarnya.Setelah mendarat, Lingling dan Lee merasakan sakit yang luar biasa pada bagian dada mereka masing-masing. Dan mereka berdua juga memuntahkan segumpal darah.Serangan itu terlalu kuat. Tubuh mereka tidak sanggup bila harus menerima pukulan seperti itu lagi.Tatapan Lingling mulai menjadi buram. Demikian halnya pula dengan Lee.Tapi Lingling masih tetap berusaha untuk berdiri. Ia sudah bertekad bahwa akan terus berjuang."Roar...! Roar...! Roar...! Akan aku habisi kalian semua!" Suara teriakan Limdong memekikkan telinga.Limdong masih terus mengamuk sambil berteriak. Dan teriakan Limdong saat ini terdengar seperti suara Monster!Itu efek dari kondisi tubuhnya yang saat ini sedang tak terkendali. Dan baru kali ini Limdong mengamuk sehebat ini.Sedari kecil, Limdong memang sudah sering kali mengamuk. Itu disebabkan karena tubuh Limdong tidak mampu menampung kekuatan yang sangat dahsyat yang terdapat dalam tubuhnya.Didalam tubuh Limdong ternyata terdapat sesosok mahluk. Itu adalah Iblis. Dan ternyata Iblis yang ada di dalam tubuh Limdong itu kekuatannya jauh di atas manusia. Entah bagaimana ceritanya, Iblis itu tersegel di dalam diri Limdong.Limdong masih terus mengamuk. Ia akan menghancurkan apapun yang ada di hadapannya. Gedung,pohon, bahkan semua orang. Karena kondisi Limdong saat ini tak terkendali, maka ia akan menyerang siapa saja yang mendekatinya. Tak terkecuali dua sahabatnya sekalipun.Satu-satunya harapan yang bisa membuat Limdong kembali sadarkan diri adalah Guru mereka. Guru mereka terkenal akan keahliannya dalam ilmu penyegelan. Hanya teknik penyegelan lah yang bisa menekan kekuatan Iblis yang ada di dalam tubuh Limdong itu."Gawat!" Lingling melihat ada seorang anak kecil bersembunyi di balik sebuah tembok yang sudah tidak utuh lagi. Lingling berusaha sekuat tenaga menggerakkan tubuhnya berniat untuk menyelamatkan anak kecil itu.Dan Lee juga menyadari apa yang dilihat oleh Lingling."Biar aku saja! Kau tetaplah di situ!" teriak Lee. Kemudian dengan terseok-seok Lee berjalan kearah anak kecil itu.Tapi sayangnya, usahanya sia-sia. Nampaknya Limdong memang tidak melihat keberadaan anak kecil di balik tembok itu. Tapi, Limdong malah melihat ke arah Lee.Dan benar saja, Limdong langsung menyerang ke arah Lee.Boom!Limdong menyemburkan energi panas dari mulutnya."Tidak...! Lee...!" Lingling berteriak melihat Limdong yang menyerang Lee.Lee yang memang kondisinya sudah terluka parah, ia pun pasrah. Lee memejamkan matanya. Ia bahkan sambil tersenyum. Seakan-akan kematiannya tidak ada rasa penyesalan sedikitpun. Sedangkan Lingling, ia menangis. Hubungan mereka bukan lagi sekedar sahabat. Tapi bagi Lingling, Lee dan Limdong sudah ia anggap seperti saudaranya.Namun nyatanya, mau berusaha sekuat apapun Lingling tidak akan bisa menyelamatkan Lee."Lee...!"Lingling terus berteriak. Karena hanya itulah yang bisa ia lakukan saat ini. Tubuhnya sudah terluka parah sama seperti Lee. Bahkan berdiri pun terasa sulit.Slash...!Tapi tiba-tiba ada cahaya yang melesat."Lee...!"Pagkatapos ng lunch, dumating si Maxine para i-report na darating sa bansa ang private plane nina Sandro at ang anak niyang si Xander makalipas ang isang oras.Bukas na ang ikatlong araw ng New Year—araw ng pormal na pagpunta ng pamilya Zapanta sa pamilya ni Shaine para sa proposal. Natural lang na maaga silang lilipad papunta.Dahil iisa lang ang miyembro ng pamilya ni Xander, required talaga sina Dianne at Tyler na sila mismo ang sumundo sa airport.“Huwag na kayong sumama. Kami na ni Tyler ang susundo kina Uncle Zapanta. Sama-sama tayo mamaya para mas masaya.”Sabi ni Dianne kina Ashley at Dexter bago sila umalis.“I couldn’t ask for more!” sabi naman ni Dexter.Ang mga big shots tulad nina Sandro at Xander—kahit sulyap mo lang, milyon ang halaga. Makakakain sila kasama ang pamilya Zapanta at maririnig pa ang investment insights nito—priceless iyon.Iniwan nina Dianne at Tyler sina An’an at Ningning sa bahay kasama nina Ashley. Sumakay naman sila ng anim na magkakasunod na sasakyan
Si Dianne kinuha ang mga damit at tinawag si Jane, iniutos na bigyan ng babala si Arthuro at putulin lahat ng business cooperation nila rito. Kinuha niya ang mga damit para ibigay kay Ashley, sakto namang nagising sina Darian at Danica at tumakbong palabas ng kids’ room.Hinawakan niya ang kamay ni Danica at sabay silang pumunta para samahan si Ashley.Pagdating nila sa guest room sa second floor, kumatok sila, binuksan ang pinto ng banyo—at tumambad sa kanila si Ashley, hindi pa naliligo, nakaupo lang sa gilid ng bathtub, tulalang nakatitig sa kawalan.Napaatras si Dianne, kumirot ang dibdib.“Ninang!”Pagkakita ni Danica kay Ashley, masayang sigaw niya iyon.Napabalik sa ulirat si Ashley at tumingin sa kanila. Nang makita ang batang papalapit, natunaw ang pagka-blanko ng mukha niya, napangiti, at binuhat agad si Danica.“Ninang, bakit ka umiiyak? May bad guy ba na nanakit sa ’yo?”Hinawakan ni Danica ang pisngi ni Ashley na puno pa ng luha, halatang nasasaktan para rito. Pagkatapos
“Ashley? Anong nangyari?”“Baby… si Arthuro at mama ko… nilagyan nila ng gamot ’yong ininom namin. Pinatulog nila ’ko… tapos… pinatulog nila ’ko kay Kent…”Boses ni Ashley sa kabilang linya—humihikbi, halos hindi makahinga sa pag-iyak.Agarang naintindihan ni Dianne na ang totoong punto ay hindi ang pagtulog nila ni Kent—kundi ang katotohanang si Arthuro at ang sariling ina ni Ashley ang nag-drug sa kanya.“Nasaan ka ngayon?” tanong niya, mabilis nang fully alert.“Sa gilid ng kalsada…”“Ashley, huwag kang gagalaw. I-send mo sa ’kin ang location mo. Pupuntahan kita ngayon din.”Suminghot si Ashley. “…Okay.”Hindi na nag-toothbrush, hindi naghilamos, ni hindi man lang nag-ayos ng buhok si Dianne.Tumalon lang siya palabas ng kama, dumiretso sa walk-in closet, kumuha ng ilang damit at mabilis na nagbihis bago tuluyang lumabas.Siyempre, sumama agad si Tyler sa kanya.Si Tyler ang nagda-drive sa kalsada.Dahil sobrang aga pa, pinauna na lang muna nila ang driver.Kahit mabilis na ang tak
“Sigh, lasing na naman.” Palihim na natuwa si Arthuro.“Dad, okay ka lang?” may pag-aalalang tawag ni Ken kay Kent.“Ayos lang, ayos lang. Matutulog lang ang tatay mo, giginhawa rin ’yan.” sagot ni Arthuro bago tawagan ang family driver para akayin paakyat si Kent papunta sa kwarto ni Ashley.Sa loob, nakahiga si Ashley, hindi mapakali, pasipa-sipa sa kumot. Halos hubad na siya sa ilalim ng kumot, courtesy of Carmine. Pagkakita niyang papalapit si Arthuro kasama si Kent, mabilis niyang tinulungan ang lalaki papasok, inalalayan papunta sa kama, at saka umalis, marahang isinara ang pinto.Umupo si Kent sa gilid ng kama. Half-conscious, nakita niya si Ashley na unti-unting gumagapang papunta sa kanya na parang ahas sa tubig. Hindi niya napigilan na hawakan ang mukha nito at tawagin nang malumanay, “Ashley, ikaw ba ’yan?”Umakyat si Ashley sa kanya, niyakap siya ng mga braso at binti, halos umiiyak habang nagmamakaawa, “Kent… ibigay mo sa ’kin, please… ibigay mo…”Hinawakan ni Kent ang mu
Sa wakas, naubusan na ng pasensya ang mayordomo at mabilis na hinila si Beatrice palabas.Habang nilalabas siya, huling beses pang lumingon si Beatrice at sumigaw, "Ate, tulungan mo naman ako! Bakit ikaw pwedeng manatili dito pero ako hindi?"Ngumiti lang si Dianne at kumindat sa kanya.Mga mata, n
Matagal na ang kanilang paghahanap, pero walang naging progreso.Ngunit may isang bagay siyang napagtanto—kung iniingatan ng mag-amang Zapanta si Dianne nang ganoon, malamang naroroon lang siya sa lugar kung saan madalas manatili ang mga ito."Natunton na namin. Nasa Montreux, Switzerland ang pamil
Was it just to take a look at her?Nag-aalala siya dahil hindi niya siya nakita nitong mga nakaraang araw.Ngayon na nakita niya siya, mas lalo pa siyang nainis.Hindi nakatulog si Dianne ng hapon na iyon. Habang pauwi, nakatungo siya sa upuan at hindi namalayang nakatulog.Hindi niya alam kung gaa
Bahagyang ibinaba ni Dianne ang kanyang ulo. “Sinabi niya sa akin na ipalaglag ang bata. Sabi niya, kung tatanggi ako, si Lallaine lang ang kikilalaning ina kapag ipinanganak na ang bata.”“Ano?!” Muling hinampas ni Ashley Guevarra ang mesa, hindi maitago ang kanyang galit.Tiningnan siya ni Dianne












Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.
คะแนน
ความคิดเห็นเพิ่มเติม