Teilen

Menghadap Raja

last update Veröffentlichungsdatum: 17.04.2026 12:06:45

“Kuharap kau tidak keberatan,” kata Gwen—dengan nada yang lebih mirip pernyataan daripada pertanyaan.

“Tidak,” jawab Alize.

Apa lagi yang bisa ia katakan? Gwen biasanya akan terus bersikeras.

Gwen tersenyum puas.

“Kalau begitu, aku akan mulai melakukan persiapan dari sekarang, Yang Mulia. Banyak sekali yang harus kita lakukan karena ini pesta yang istimewa. Aku baru saja berpikir untuk memakai ruang dansa utama karena tamunya akan cukup banyak.” Gwen menunduk, jari-jarinya bergerak―menghi
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Wanita Misterius

    “Bagaimana kau bisa yakin kedua wanita itu bertemu di belakang sana?” tanya Alize pelan. “Apakah terlihat jelas dari tempatmu berdiri?” “Menurut saya memang seperti itu,” jawab Edith. “Di belakang sana tidak ada apa-apa, Yang Mulia. Hanya deretan pintu belakang rumah-rumah yang sebagian kosong. Mereka keluar dari jalan buntu itu nyaris beriringan. Hanya berbeda beberapa menit.” Alize terdiam. “Jalan buntu itu terlalu sempit untuk menjadi tempat lewat biasa, Yang Mulia,” ujar Edith. Jelas sekali bagi Alize, bahwa wanita ini cukup cerdas. “Kalau June masuk ke sana lalu wanita itu menyusul… berarti mereka bertemu. Atau setidaknya saling menunggu.” Troy mengangguk-angguk. Tampaknya ia setuju dengan pendapat Edith. Tak ada lagi yang ingin Alize tanyakan setelahnya, karena terlalu banyak yang harus ia pikirkan setelah menerima semua informasi itu. Akhirnya ia membeli beberapa toples manisan dari toko itu sebagai alasan jika ada orang di kastil yang bertanya mengapa ia datang ke pa

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Menemui Edith Hicks

    Pagi itu Kastil de Mably jauh lebih sibuk dibanding biasanya. Para pelayan mondar-mandir membawa kain, bunga, daftar tamu, hingga contoh lilin untuk pesta besar beberapa hari lagi. Dari lantai atas, Alize bisa mendengar suara Lady Julia yang sedang memberi instruksi dengan nada tegas, sementara Lady Gwen terdengar menimpali dengan usulan-usulan dekorasi aula. Corentine sendiri sudah pergi sejak subuh. Ketika Alize turun untuk sarapan terlambat, ia mendapati Troy sedang menikmati kopinya sendirian. Tanpa Corentine, entah kenapa, itu membuat udara pagi terasa lebih dingin. Karena semua orang sedang sibuk sebuah ide mulai muncul di kepala Alize. Dan ide itu cukup buruk. “Aku ingin pergi ke pasar.” Troy yang sedang meneguk isi cangkirnya hampir tersedak. “Apa?” “Aku ingin menemui Edith Hicks.” Troy nyaris membanting cangkirnya ke atas meja. “Siapa Edith Hicks itu?” “Mantan pelayan Lady Birkin yang melihat June ada di pasar.” “Siapa yang mengatakannya padamu?” Mata

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Mencari Perhatian

    Malam itu, setelah makan malam yang memalukan tapi terasa hangat itu berakhir, Alize kembali ke kamar dalam keadaan masih sedikit merona oleh ucapan Corentine di meja makan tadi. Mirelle membantunya mengganti gaun tidur. Gaun malam Alize dilepaskan perlahan, diganti gaun tidur putih dengan renda tipis di pergelangan tangan. Rambutnya yang panjang disisir pelan hingga terurai di punggung, lalu dijalin tebal. Alize memperhatikan pantulan dirinya di cermin beberapa saat. Lalu tiba-tiba berkata, “Apakah cuma perasaanku saja, atau gaun-gaunku mulai terlihat lusuh?” Mirelle yang sedang melipat gaun langsung menjawab tenang, “Menurut saya memang sudah waktunya Yang Mulia membuat beberapa gaun baru.” Alize menoleh. “Begitukah?” “Sekarang Anda adalah seorang duchess, Yang Mulia,” ujar Mirelle sopan. “Anda pasti akan sering menghadiri acara sosial. Setelah pesta nanti, orang-orang pasti akan semakin memperhatikan penampilan Anda.” Alize mengangguk pelan. “Kau benar.” Ia memand

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Duchess Sedang Bosan

    Makan malam malam itu berlangsung lebih tenang dibanding biasanya. Hujan gerimis turun di luar jendela kastil, namun suasana ruang makan terasa hangat oleh cahaya lilin dan api perapian. Sayangnya ketenangan itu tidak benar-benar sampai ke kepala Alize. Ia masih memikirkan perkataan kepala dapur sore tadi. June terlihat di pasar dan menemui seorang wanita misterius. Namun, betulkah itu memang June? Pengawal-pengawal Corentine tidak berhasil menemukan pelayan itu di mana-mana. Saat itu, ingin rasanya Alize memastikan langsung informasi itu kepada Edith Hicks. Namun, ia tidak boleh gegabah dengan pergi begitu saja. Ia tidak ingin membuat Corentine marah dan malah melarangnya melakukan penyelidikan sendiri. Di ujung meja, suaminya itu tampak lebih diam dari biasanya. Meski posturnya tetap tegak dan wajahnya tenang, Alize dapat melihat tanda-tanda kelelahan di sana. Matanya sedikit lebih gelap. Gerakannya lebih lambat. Alize langsung tahu pria itu pasti belum benar-benar beris

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Si Pelayan yang Hilang

    “Lady Gwen,” suara Corentine terdengar tenang dari ambang pintu, “tampaknya kau terlalu sering mengatur istriku.” Ruangan langsung hening sesaat. Lady Gwen tampak sedikit salah tingkah karena ketahuan sedang membuat Alize berjalan mondar-mandir dengan tiga buku di atas kepala. Namun seperti biasa, ia cepat sekali memulihkan ekspresinya. “Oh, Duke.” Ia tersenyum manis. “Saya hanya berusaha membantu Duchess tampil semakin sempurna saat pesta nanti.” “Apakah istriku terlihat tidak sempurna sekarang?” Nada Corentine tetap datar, tetapi Troy langsung menunduk sambil menggigit bibir, jelas menahan tawa. Lady Gwen tertawa kecil. “Tentu saja bukan begitu maksud saya.” Ia berdiri anggun. “Hanya saja, pesta ini akan dihadiri begitu banyak bangsawan penting. Saya ingin Duchess de Mably terlihat paling menonjol di antara semuanya.” Itu adalah jawaban yang aman dan cukup masuk akal. Corentine menatap Gwen beberapa detik sebelum akhirnya mengangguk tipis. “Aku yakin niatmu baik.

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Pelajaran Keanggunan

    “Kau terganggu dengan isi surat itu.” Suara Troy membuat Alize mengangkat pandangan dari surat Cedric yang masih berada di tangannya. Mereka masih berdiri di selasar depan ruang kerja Corentine. Alize melipat surat itu perlahan sebelum menjawab, “Tidak juga.” Troy mengangkat satu alis seolah tidak percaya. “Seharusnya Lord Courcy kuberitahu agar membatasi dirinya dalam berkomunikasi denganmu,” katanya santai, meskipun nada suaranya tetap serius. “Itu tidak sopan, kau tahu. Dia melewati Duke.” “Corentine tidak keberatan,” jawab Alize tenang. “Dia tahu aku kadang-kadang berkorespondensi dengan Cedric, dan dia tidak pernah berusaha membatasiku.” “Duke terlalu baik.” Alize melirik sepupunya. “Itu sebabnya kau mengangkatnya sebagai mentor tidak resmi?” Troy langsung menyeringai lebar. “Dia sangat murah hati dengan ilmunya.” “Kau sedang diperdaya.” Alize mendengus kecil. “Dia sedang menjalin relasi.” “Nada bicaramu terdengar seperti bangsawan tua licik,” komentar Troy

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Surat-Surat Penuh Teka Teki

    Surat itu tidak panjang.Hanya dua lembar, ditulis dengan tangan yang rapi dan berhati-hati—tangan seseorang yang terbiasa memilih kata dengan presisi. Stempel Lord Chancellor di sudut atasnya masih terlihat jelas meski pinggiran kertasnya sudah menguning dan rapuh di beberapa lipatan.Corentine me

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Membuka Ruang Arsip

    Alize mendengar suara Corentine menguap. Lalu suara paraunya, khas orang yang baru saja bangun tidur.“Selamat pagi, Duchess.”Pagi di Istana Musim Dingin datang dengan cahaya yang berbeda.Bukan hangat seperti di ibukota—lebih putih, lebih tajam, menerobos masuk melalui celah tirai dan jatuh di la

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Menuju Timur

    Halaman Kastil de Mably masih diselimuti kabut tipis ketika para pelayan mulai memuat peti-peti terakhir ke atas kereta.Alize berdiri di tangga utama, menyaksikan kesibukan itu sambil merapatkan mantel perjalanannya. Di belakangnya, suara langkah ringan mendekat."Yang Mulia, semua barang sudah di

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Apakah Kau Bisa Dipercaya?

    Meja makan siang di Kastil de Mably selalu terasa lebih panjang dari yang seharusnya. Alize sudah terbiasa dengan itu sejak minggu pertama pernikahannya. Bukan karena ukurannya―meja makan di manor Deschanel tidak kalah besar―tapi karena cara Lady Julia duduk di ujungnya. Tegak, tenang, dan seolah

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status