Share

Menghadap Raja

Author: Anna Frey
last update publish date: 2026-04-17 12:06:45

“Kuharap kau tidak keberatan,” kata Gwen—dengan nada yang lebih mirip pernyataan daripada pertanyaan.

“Tidak,” jawab Alize.

Apa lagi yang bisa ia katakan? Gwen biasanya akan terus bersikeras.

Gwen tersenyum puas.

“Kalau begitu, aku akan mulai melakukan persiapan dari sekarang, Yang Mulia. Banyak sekali yang harus kita lakukan karena ini pesta yang istimewa. Aku baru saja berpikir untuk memakai ruang dansa utama karena tamunya akan cukup banyak.” Gwen menunduk, jari-jarinya bergerak―menghi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Surat dari Duke

    Kereta Lady Gwen Cleremont berhenti di depan mansion keluarganya menjelang tengah hari. Ia tahu ayahnya ada di rumah. Begitu turun, ia langsung meminta seorang pelayan mengantarnya menemui ayahnya. Tidak seperti biasanya, Gwen bahkan tidak sempat mengganti gaun atau merapikan rambutnya setelah perjalanan. Marquis Cleremont sedang berada di ruang kerjanya ketika putrinya masuk tanpa menunggu dipersilakan. “Ayah, aku harus bicara denganmu.” Pria itu mengangkat pandangan dari dokumen di hadapannya. Tatapannya sempat tertahan pada wajah Gwen yang tampak tegang. Sesaat wajahnya berubah khawatir. “Apakah keadaan ibumu…” “Ini bukan tentang Ibu,” tukas Gwen cepat. “Kondisi Ibu sudah lebih baik hari ini.” “Kalau begitu tentang apa?” Gwen mengeluarkan surat bersegel dari tas kecilnya, lalu meletakkannya di atas meja. “Aku menerima surat dari Castle de Mably pagi ini. Duke memintaku datang untuk memberikan keterangan mengenai hilangnya Mirelle.” Ekspresi Marquis Cleremont tidak banya

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Nama yang Menghantui

    Setelah mendengar penjelasan Alize, Corentine segera memanggil Tyron ke ruang kerjanya. Kapten pengawal itu tiba tidak lama kemudian dan berdiri di hadapan meja kerja Duke. “Ada tugas untukmu,” ujar Corentine. “Dengarkan baik-baik karena ini sangat penting.” Tyron menundukkan kepala. “Silakan, Yang Mulia.” “Mulai malam ini, awasi kediaman Lady Gwen Cleremont. Aku ingin mengetahui siapa saja yang mengunjunginya, ke mana dia pergi, dan dengan siapa dia berkomunikasi.” Sesuatu melintas di wajah Tyron. Sebuah dugaan. Lebih dari itu, suatu pemahaman. “Apakah Lady Gwen dicurigai terlibat dalam perkara Lord Courcy?” tanyanya. Dan Corentine yang sudah lama tahu kecerdasan komandan pengawalnya mengangguk. “Bahkan lebih dari itu.” Corentine menatapnya tajam. “Dia diduga membawa Mirelle keluar dari kastil ketika pelayan itu menghilang. Ada kemungkinan dia juga terlibat dalam serangkaian kejadian yang membahayakan keselamatan penghuni kastil.” Tyron tampak terkejut, tetapi segera mengend

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Topeng yang Retak

    Alize baru saja mengantar kepergian Lady Gwen hingga ke beranda. Kereta kuda perempuan itu mulai bergerak meninggalkan halaman Castle de Mably ketika Alize berbalik hendak masuk.Namun, langkahnya terhenti saat melihat seseorang berdiri gemetaran di balik salah satu pilar.“Mirelle?”Perempuan itu tersentak. Wajahnya pucat pasi, sementara kedua tangannya saling meremas dengan gugup.Alize segera menghampirinya.“Ada apa? Mengapa kau berdiri di sini? Apa yang membuatmu ketakutan?”Mirelle tidak langsung menjawab. Pandangannya masih tertuju pada kereta kuda yang semakin jauh meninggalkan kastil.“Wanita tadi ... siapa dia, Yang Mulia?” tanyanya dengan suara bergetar. “Apakah Anda mengenalnya?”Alize mengerutkan kening.“Kau lupa? Itu Lady Gwen Cleremont.”“Lady Gwen?” Mirelle mengulang nama itu lirih. “Apakah dia bekerja di sini?”“Tidak lagi. Dahulu dia pendampingku di kastil ini.”Alize memperhatikan perubahan pada wajah Mirelle. Perempuan itu justru tampak semakin ketakutan. Napasnya

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Minum Teh atau Interogasi?

    Lady Gwen tiba di Castle de Mably sehari setelah menerima undangan dari Alize. Ia datang menjelang sore, mengenakan gaun berwarna ungu anggur yang elegan. Riasan wajahnya tampak sempurna, membuat kecantikannya semakin menonjol.Alize menyambutnya di ruang tamu dengan ramah.“Sudah cukup lama kita tidak menghabiskan waktu bersama seperti ini,” ujar Gwen setelah mereka duduk. “Saya hampir lupa betapa menyenangkannya minum teh di kastil de Mably.”Alize tersenyum. “Banyak hal terjadi sejak terakhir kali kita duduk bersama.”“Benar. Saya juga mendengar kabar tentang beberapa kejadian di kastil ini.” Gwen mengangkat cangkir tehnya. “Namun, saya tidak ingin merusak suasana dengan membicarakan hal-hal yang tidak menyenangkan.”Alize mengangguk, lalu mengalihkan pembicaraan ke hal lain. Mereka berbincang tentang beberapa kenalan lama dan kabar dari lingkungan bangsawan ibu kota. Sampai akhirnya, Alize teringat sesuatu.“Bagaimana dengan pertunangan Anda? Apakah semuanya berjalan lancar?”Seny

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Hanya Ingin Uangku

    Kali ini Cedric benar-benar bungkam.Raut wajahnya menegang. Ia sempat melirik Alize, tetapi segera mengalihkan pandangan ketika mendapati perempuan itu menatapnya dengan penuh kekecewaan.Ia tidak membantah tuduhan tersebut.Bagi Corentine, sikap itu sudah cukup menjadi jawaban.“Menarik,” gumamnya. “Kau membantu kelompok pemberontak menjatuhkan keluarga de Mably, sementara pada saat yang sama berharap bisa mengambil istriku setelah aku disingkirkan.”“Aku tidak pernah berniat mencelakai Alize,” ujar Cedric akhirnya.“Namun, kau bersedia membuatnya kehilangan perlindungan yang dimilikinya sekarang.”Cedric mengatupkan rahang.Alize yang sejak tadi diam akhirnya angkat bicara.“Jadi, selama ini kau memang tidak pernah berniat mendapatkanku kembali karena masih mencintaiku?”Cedric menoleh kepadanya. “Alize—”“Jawab saja.”Pria itu tampak kesulitan mencari kata-kata.“Aku hanya ingin kita kembali seperti dahulu.”“Jangan berbohong lagi kepadaku.” Suara Alize terdengar dingin. “Kau tahu

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Pengakuan Cedric

    Alize menahan senyum tipis. Kini ia memahami alasan suaminya begitu tenang sejak awal. Ancaman hukuman badan tadi hanyalah bagian dari rencananya. Corentine sudah memperkirakan Cedric tidak akan mengaku hanya karena ditakut-takuti. Karena itulah, ia mencari cara lain untuk memastikan pria itu tidak bisa berlindung di balik statusnya sebagai bangsawan asing. Sekarang ia bisa memperkirakan apa yang telah dilakukan suaminya. Tampaknya Corentine meminta bantuan Putra Mahkota Louis, yang juga menjabat sebagai panglima ibu kota. Putra Mahkota mengirimkan surat resmi kepada Raja Adalran. Surat itu menjelaskan bahwa pasukan Duke de Mably telah menangkap seorang bangsawan Adalran yang diduga terlibat dalam teror di ibu kota Montveraine. Yang sudah pernah terjadi sebelumnya, taktik Putra Mahkota biasanya hanya memberi dua pilihan kepada kerajaan tetangga. Pertama, menyerahkan hak untuk menghukum Viscount Courcy kepada Duke de Mably. Kedua, menerima kembali Cedric sebagai tahanan y

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Si Pelayan yang Hilang

    “Lady Gwen,” suara Corentine terdengar tenang dari ambang pintu, “tampaknya kau terlalu sering mengatur istriku.” Ruangan langsung hening sesaat. Lady Gwen tampak sedikit salah tingkah karena ketahuan sedang membuat Alize berjalan mondar-mandir dengan tiga buku di atas kepala. Namun seperti bia

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Tubuh yang Memberontak

    “Aku hanya… kelelahan.” Suara Alize lirih, nyaris tenggelam di antara napasnya sendiri. Namun ia tahu itu tidak sepenuhnya benar. Dan ia juga tahu Corentine tidak akan langsung mempercayainya. Namun tetap saja, itu satu-satunya hal yang bisa ia ucapkan. Sejak ia diselamatkan di desa Vorn, tub

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Garis yang Tidak Terlihat

    “Kurasa mereka tidak akan berani.” Suara Corentine tenang sekali. Seolah apa pun yang baru saja terjadi di luar sana hanyalah gangguan kecil yang tidak layak mengusik ketenangan malam. Alize masih duduk di tepi tempat tidur, menatapnya. Ia menganggap Corentine terlalu menyepelekan keadaan.

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Bayangan yang Mengikuti

    Perjalanan pulang dari istana berlangsung tenang. Kereta kuda bergerak menyusuri jalan utama ibukota yang mulai lengang, lampu-lampu jalan berpendar redup di antara bayangan bangunan batu. Suara roda yang berderak terasa lebih pelan dari biasanya—atau mungkin itu hanya perasaan Alize saja. An

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status