ฉันเกิดใหม่เป็นเด็กถูกทอดทิ้งยุค 70

ฉันเกิดใหม่เป็นเด็กถูกทอดทิ้งยุค 70

last update최신 업데이트 : 2025-10-13
언어: Thai
goodnovel16goodnovel
순위 평가에 충분하지 않습니다.
177챕터
7.7K조회수
읽기
보관함에 추가

공유:  

보고서
개요
장르
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

หรูฟู่ซิงอินฟลูเอนเซอร์ด้านการท่องเที่ยว ไม่รู้เลยว่าการมายังหมู่บ้านแห่งหุบเขาชื่อดังกำลังจะเปลี่ยนชีวิตของตนไปตลอดกาล จากหญิงสาวสวยมีความสามารถ จู่ ๆ ก็ต้องมากลายเป็นเด็กทารกตัวน้อยท่ามกลางป่าใหญ่

더 보기

1화

บทที่ 1

Tak! Tak! Tak!

Beberapa pukulan sapu ijuk mendarat di kepala Roni yang saat itu sedang duduk di tepi sungai dengan Ningrum. Roni mencoba menutupi kepalanya dengan tangannya sambil menoleh.

Belum sempat dia mengucapkan sepatah kata. Ibunya Ningrum sudah kembali memukul Roni dengan sapu ijuk yang ada di tangannya berulang kali.

“Berani-beraninya kamu deketin anakku!” Teriak ibunya Ningrum tanpa menghentikan pukulan.

Ningrum langsung berdiri dan mencoba menahan tangan ibunya. “Sudah, Bu! Sudah! Kasihan Roni!”

Roni merintih kesakitan sambil memegangi kepalanya yang terasa benjol. “Saya tidak melakukan apa-apa, Bu Sri. Kami hanya duduk saja.”

Ibu Ningrum bernama Bu Sri, wanita yang masih terlihat menarik meski sudah berusia empat puluhan. Dia terkenal cerewet dan suka bergosip tentang keburukan tetangganya.

Bu Sri hendak mengayunkan tangannya lagi, tapi Ningrum menahannya dengan kuat.

“Ingat ya, Ron!” Suara Bu Sri meninggi sambil menunjuk wajah Roni dengan sapu. “Jangan dekati Nisa, apalagi sampe pacaran!”

Ningrum yang melihat amarah ibunya kian memuncak terhadap Roni langsung menarik tubuh Bu Sri menjauh.

“Kami hanya teman, Bu. Gak ada hubungan apapun.” Kata Ningrum dengan mata berkaca-kaca.

“Diam kamu!” Bu Sri beralih menatap anaknya dengan tajam. “Orang-orang bilang kalau kalian sering jalan bareng berduaan, boncengan naik motor.”

Ningrum menggeleng air matanya mulai menggenang. “Kami hanya sekedar ngobrol, Bu. Lagian Roni kan teman masa kecilku.”

“Mengobrol?” Dada Bu Sri naik turun, matanya semakin melotot. “Itu yang terlihat. Siapa tahu kalian sudah melakukan hal yang macam-macam.”

“Saya mencintai Ningrum.” Roni yang sedari tadi hanya menunduk tak berani menatap wajah Bu Sri ketika mendengar ucapan yang keterlaluan. Akhirnya memberanikan diri. “Tapi saya tidak akan melakukan hal seperti itu pada Ningrum.”

Perkataan Roni justru membuat wanita itu semakin naik pitam. Bu Sri menghempaskan tangan Ningrum yang menahannya, lalu berjalan menghampiri Roni.

“Cinta?” Bu Roni mencengkeram kerah kaos Roni yang lusuh. “Jangan bermimpi untuk bisa menikahi anakku!”

Bu Sri mendorong Roni ke belakang. Tubuh pemuda yang belum siap itu terhuyung.

Byuurr!

Roni tercebur ke dalam sungai yang untungnya airnya hanya sebatas lutut. Namun posisi jatuhnya yang terlentang cukup membuat seluruh pakaiannya basah.

Roni mengusap wajahnya yang basah berulang-ulang. Dia menatap kesal pada Bu Sri yang berdiri di tepi sungai.

“Jangan dekati anakku lagi!” Ucap Bu Sri dengan suara yang dingin penuh amarah. “Dasar pria tak punya masa depan!”

Bu Sri berbalik dan menarik tangan Ningrum dengan paksa. Langkahnya cepat, meninggalkan Roni yang masih tergenang di dalam sungai.

Setelah beberapa saat, Roni naik ke atas tepi sungai. Dia berjalan pulang ke rumah dengan wajah kesal.

Beberapa orang di desa selalu menganggap remeh pada Roni hanya karena dia miskin dan hidup sebatang kara setelah ditinggal neneknya enam bulan lalu. Sementara orang tua Roni tidak diketahui keberadaannya hingga kini.

Usut punya usut Roni hanyalah anak pungut yang dibesarkan oleh sang Nenek bernama Marni. Dia ditemukan di tengah sawah ketika bayi.

“Jika aku sukses nanti, akan aku balas semua ini!” Batin Roni penuh harap bercampur kesal.

Roni berjalan cepat menuju rumahnya. Harga dirinya hancur berkeping-keping.

“Ron!” Teriak salah satu warga ketika Roni lewat. “Air keranmu mati, kok mandi di sungai!”

“Bukan mati, pak.” Sahut ibu-ibu yang juga melihat. “Jangankan keran, sumur aja gak punya.”

Tawa-tawa merendahkan terdengar sumbang ditelinga Roni. Tangannya mengepal dengan keras, tapi dia sadar tidak bisa melakukan apa-apa selain menerima ejekan itu.

Seharusnya bisa saja Roni pergi meninggalkan desa untuk mengabaikan omongan segelintir orang tersebut. Tapi permintaan terakhir sang Nenek menjadi salah satu alasan tetap bertahan.

“Jaga rumah ini, Le. Ini adalah peninggalan satu-satunya mendiang kakekmu.” Begitulah kira-kira sedikit ingatan yang diucapkan Mbah Mirna pada Roni.

Roni sudah sampai di depan rumah. Dia memandangi rumah kecil dengan halaman luas peninggalan kakeknya.

Sementara di sebelah kanan ada rumah sederhana Bu Sri yang sedikit lebih bagus dari rumahnya.

Selain itu, di sebelah kiri rumah ada rumah kosong dan yang paling bagus di antara yang lain. Rumah itu biasa digunakan Roni untuk mandi karena kamar mandinya bisa tembus lewat belakang rumah Roni.

Dengan langkah tenang seperti biasa, Roni merangsek masuk ke kamar mandi rumah kosong itu untuk mengganti baju.

Baru saja dia melepas kaos yang basah, tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka.

“Aaa... Kamu siapa?” Seorang wanita berteriak saat membuka pintu kamar mandi.

펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기
댓글 없음
177 챕터
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status