Masukถูกเนรเทศ…!? เรื่องเล็ก! เพราะข้าเกิดใหม่พร้อมคลังเสบียงไร้ขอบเขต เซี่ยหยู่ หญิงสาวศตวรรษที่ 21 ทะลุมิติมาอยู่ในร่างขององค์หญิงที่ถูกฮ่องเต้โยนให้ไปอยู่ในดินแดนกันดารพร้อมกับองค์ชายตัวน้อย แต่ไม่เป็นไร ในมือของนางมีระบบคลังเสบียง มีให้กินให้แจกแบบไม่อั้น ของหายากทั่วแผ่นดิน รวมถึงคลังสมบัติของฮ่องเต้ นางจะกวาดเข้าคลังสมบัติให้เรียบ! ดินแดนกันดารหรือ? ฟื้นฟูใหม่ไม่ยาก รอหน่อยเถอะ...องค์หญิงผู้นี้จะสร้างอาณาจักรใหม่ให้ฮ่องเต้ตะลึงจนพูดไม่ออกเลย!
Lihat lebih banyakTok!
Tok!
Tok!
Suara palu hakim memecah keheningan ruang sidang siang itu, tanda berakhirnya sebuah ikatan suci bernama pernikahan. Jika kalian bertanya siapa yang bercerai, jawabannya adalah aku.
Reza berdiri, tubuhnya kaku mendekatiku. " Maaf," ucapnya pelan nyaris tak terdengar.
Aku terdiam, tidak langsung menyambut uluran tangan Reza yang hendak menyalamiku, sekuat tenaga ku tahan tangis yang ingin meledak.
Tidak, aku tidak boleh menangis di sini. Aku hanya mengangguk singkat, dengan sisa-sisa kekuatanku, aku berdiri dan akhirnya meraih uluran tangan Reza, kami bersalaman kemudian berpelukan singkat.
Reza sempat menoleh ketika kami sudah berada di luar gedung. Cuaca sudah mendung. "Abang antar pulang."
Aku menggeleng lemah, kami baru saja bercerai, dan aku butuh waktu untuk menenangkan hatiku yang porak poranda.
Sedang laki-laki yang baru saja mengubah statusku menjadi janda ini dengan entengnya menawarkan tumpangan seolah tidak pernah terjadi apa- apa diantara kami, yang benar saja. "Enggak." Jawabku tegas, mataku sudah tajam sekali menembus manik matanya.
"Oke, hati-hati nanti di jalan." Reza akhirnya mengalah dan melangkah pergi.
Kutatap langit yang sudah menghitam, langitpun tau kalau hati ini sakit, begitu sakit ketika melihat dia akhirnya berjalan mendahuluiku menampakkan punggung yang selalu ingin ku peluk dari belakang tapi tak pernah bisa.
Aku menghela nafas kemudian berlari kecil ke halte terdekat, namun belum juga sampai di halte, hujan sudah turun. Kubiarkan guyurannya menerpa tubuh ringkihku, biarlah, setidaknya itu bisa menghapus kesialan hidupku, mengalir bersama sisa hujan.
Kubiarkan tubuhku diterpa hujan, menantang langit yang tak lelah menumpahkan airnya. Aku menangis dalam diam, air mataku bercampur hujan membuatku terlihat begitu menyedihkan.
Pernikahan yang hanya berjalan genap enam bulan itu berakhir sudah, mengapa bisa menikah jika salah satunya tak ada rasa? Jawabannya terpaksa? Bukan, aku menikah bukan karena terpaksa, tapi mungkin Reza yang terpaksa menikah denganku.
Awal dari sebuah perjodohan antara dua keluarga, aku begitu senang ketika tau dijodohkan dengannya, dia orang yang kupuja sejak dibangku putih abu, kakak kelas yang sempurna, digilai banyak wanita, ketua OSIS, masuk tim basket, anggota Paskibra, dan begitu keren.
Jujur, dia penyemangatku untuk pergi ke sekolah setiap pagi, berusaha mencuri pandang disaat upacara bendera atau ketika jam istirahat tiba, sungguh indah semuanya.
Tanpa banyak basa-basi kuterima lamaran dari orang tuanya, perjodohan yang bagaikan sebuah anugerah untukku, begitu banyak mimpi yang telah kurajut.
"Gue akan berhenti bekerja dan akan menjadi ibu rumah tangga yang sempurna, mengurus anak- anak dan suami tercinta," ucapku waktu itu di depan Loli, sahabatku.
"Emangnya Lo gak rugi resign dari pekerjaan ini, bahkan ini impian lo sejak dulu kan?"
"Impian terbesar gue adalah menjadi istri untuk kak Reza, melahirkan anak- anaknya dan jadi istri terbaik untuknya." Jawabku santai, pandanganku melayang jauh kedepan melewati batas nyata yang telah ditakdirkan untukku.
Satu kali aku bertemu dengannya sebelum pernikahan kami dilangsungkan. Dia baik, sama sekali tidak ada tanda-tanda bahwa ia menikahiku karena terpaksa.
Tidak banyak yang kami bicarakan waktu itu, hanya seputar rencana pernikahan. Aku terlalu gugup berhadapan dengannya.
Entah apa yang kubicarakan, semuanya tampak kacau keluar dari mulutku. Pesonanya benar-benar telah menghipnotisku.
Bagaimana tidak? Selama ini hanya melihatnya dari kejauhan, namun sekarang dia tepat berada di hadapanku, duduk di seberangku.
Ya Tuhan, rasanya aku berkali-kali mencubit lenganku sendiri, takut sekali kalau ini hanya mimpi.
Garis wajah yang sempurna, hidung tegak lurus menjulang, mata tajam dengan alis bak semut sedang berparade, ya Tuhan aku bisa tenggelam ditatap oleh mata itu.
Satu hal yang menjadi kesalahanku, aku tidak pernah bertanya perasaannya padaku sebelum pernikahan kami, ego ku terlalu mendominasi kala itu, yang ada dipikiranku hanyalah sebentar lagi ia akan jadi milikku, itu saja.
Sampai pada saat pernikahan itu benar- benar diberlangsungkan, hanya Tuhan yang tau betapa bahagianya aku, aku terlalu bahagia, sampai tak pernah ku perhatikan dengan jelas bagaimana mimik wajah sang mempelai pria, wajahnya mendung kala itu, aku tenggelam dengan perasaanku sendiri.
Dan disaat malam pengantin tiba, barulah aku tersadar dari mimpi yang telah kutenun sempurna itu, dia sama sekali tidak menyentuhku, dia pergi entah kemana malam itu, meninggalkan aku yang sudah terlanjur hanyut dalam euforia.
Ku pikir memang seperti itu, lumrah untuk pasangan yang baru menikah, yah aku terlalu lugu, aku bahkan tidak pernah memiliki pacar sebelumnya. Kutunggu dia dengan tiduran disofa sampai entah sejak kapan aku mulai lelah dan akhirnya tertidur.
Menjelang pagi, aku terbangun tapi ruangan itu masih sama, hanya aku makhluk hidup yang bernafas disana, dia tidak pulang. Hatiku berdenyut pilu, ini terasa janggal, aku mulai menyadari sesuatu, dia sengaja menghindariku.
Aku berusaha menetralkan perasaanku yang sudah mulai berkecamuk, ku tepiskan rasa sakit hati, rasa kecewa, rasa tak diinginkan yang mulai terbangun di alam bawah sadarku. Aku masih menunggu nya, aku tidak berusaha untuk menghubungi, aku akan menunggunya pulang sendiri.
Pagi itu dia benar- benar pulang, aku tersenyum, aku tidak bertanya dari mana saja ia, mengapa tidak pulang, ada apa dengannya, tidak, aku tidak ingin bertanya, biar dia yang menjelaskan sendiri.
Setelah membersihkan diri, dia mengajakku sarapan, masih di area hotel tempat kami mereservasi penginapan.
Aku terus menunggunya bicara, dan saat itulah ia bicara.
"Maaf...."
"Karena tidak pulang tadi malam?" Tanyaku datar.
"Salah satu nya."
"Berarti ada banyak alasan untuk satu permintaan maaf ini?"
"Tidak banyak, hanya dua."
"Apa saja?" Aku mulai jengah bicaranya berbelit- belit.
"Aku hanya belum bisa menerima kenyataan bahwa aku menikahi wanita lain bukan kekasihku."
Deg...
Jantungku berhenti berdetak sepersekian detik, rahangku mengeras, berusaha mencerna kata-katanya. Ku telan saliva yang membeku di tenggorokanku, rasanya begitu sakit.
Ku pegangi erat gelas minumku, bolehkah jika aku menyiram air yang berada di dalamnya tepat ke wajah sempurna pria yang ada dihadapanku ini.
บทพิเศษ 6สี่ทหารเสือ 10 ปีต่อมา สายลมเค็มจากทะเลซัดสาดเป็นระลอก ท่ามกลางบรรยากาศดุดันของท้องทะเล เสียงโห่ร้องของเหล่าทหารดังกึกก้องประสานกับเสียงคลื่น ยิ่งปลุกเร้าโลหิตในอกของเหล่าทหารกล้าให้เดือดพล่าน ในยามนี้ เบื้องหน้ากองทัพเรือของแคว้นต้าเซี่ย คือเรือศึกมหึมาที่เรียงรายแน่นขนัด ธงสีดำลายหัวกะโหลกโบกสะบัดเหนือเสากระโดงตามกระแสลม เมื่อกองเรือธงหัวกะโหลกเคลื่อนเข้าสู่ระยะประชิด เด็กหนุ่มผู้ยืนอยู่บนเรือหลักของต้าเซี่ยในชุดเกราะสีดำก็ก้าวขึ้นสู่ดาดฟ้า เขายืนตระหง่าน ใบหน้าหล่อเหลาสงบนิ่ง ดวงตาคมกริบไร้ความลังเลจ้องตรงไปยังศัตรูเบื้องหน้า ก่อนคำสั่งออกมาด้วยเสียงที่ดังกึกก้อง “ยิง!” ตูม! ตูม! ตูม!! ปืนใหญ่คำรามสนั่น แรงระเบิดสั่นสะเทือนทั้งผืนน้ำและผืนฟ้า เรือโจรสลัดหลายลำถูกกระหน่ำยิงจนแตกเป็นเสี่ยง ไฟลุกโชน เศษซากปลิวกระจัดกระจายทั่วสมรภูมิท้องทะเล “รายงานฝ่าบาท ศัตรูเสียหายหนัก เรือแตกจมหลายลำ แต่ยังมีกองเรือส่วนหนึ่งพยายามฝ่าเข้ามาพ่ะย่ะค่ะ!” “อ
บทพิเศษ 5ทลายกำแพงน้ำแข็ง ครั้นเห็นว่าเซี่ยหยู่เป็นฝั่งเป็นฝาแล้ว เซี่ยไคเหรินค่อยรู้สึกเบาใจขึ้นมานิดหน่อย ทว่าเมื่อหวนคิดถึงสถานการณ์ของตนเอง ในอกก็อดเปรี้ยวจี๊ดขึ้นมาไม่ได้ ตลอดสองปีที่เซี่ยหยู่กับไป๋มู่อวิ๋นออกท่องยุทธภพด้วยกัน เขาเองก็ไม่ได้เพิกเฉยต่อความรู้สึกของตนเองเลยแม้แต่น้อย เขาเอาใจใส่จิ้งอี๋อย่างจริงจังและสม่ำเสมอ แม้จะรู้ดีว่าองครักษ์สาวผู้เยือกเย็นเช่นนางไม่เคยขัดสนสิ่งใด แต่เขาก็ไม่ได้ละความพยายามที่จะเอาใจใส่นาง ทั้งส่งอาวุธชิ้นใหม่ไปให้ ทั้งชวนนางออกไปกินมื้อเย็นด้วยกัน กระทั่งยอมทุ่มเงินจำนวนมากให้เยว่หลิวเซิง เพื่อแลกซื้ออาวุธจากระบบมาให้นางโดยเฉพาะ แต่กระนั้น นางกลับยังคงนิ่งเฉยไม่เปลี่ยน เมื่อย่างเข้าสู่ฤดูใบไม้ร่วง เทศกาลล่าสัตว์ก็มาถึง ในงานนี้ ฮ่องเต้น้อยย่อมต้องเสด็จออกล่าสัตว์ด้วย เพราะหากปล่อยให้ผู้ว่าราชการแทนอย่างเขาออกหน้าเพียงฝ่ายเดียว ย่อมดูเหมือนว่าเขาตั้งตนยึดอำนาจ ในยามบ้านเมืองสงบสุข ขุนนางที่ว่างงานหันมาชิงดีช
บทพิเศษ 4งานแต่งที่คาดไม่ถึง (2) หลังจากเข้าใจทุกอย่างแล้ว เซี่ยหยู่หลุบตามองมือใหญ่ที่กุมมือนางไว้อย่างหวงแหน มุมปากของนางยกยิ้มอย่างไม่รู้ตัว ก่อนจะยื่นมือเข้าไปตบหลังมือของเขาเบาๆ เป็นการปลอบ “ไม่เป็นไร ข้าจะพูดกับนางเอง” “ข้าไม่มีทางยกเจ้าให้นาง” น้ำเสียงของไป๋มู่อวิ๋นแม้จะราบเรียบ หากแต่แฝงไว้ด้วยความหนักแน่น เซี่ยหยู่ยิ้มให้เขา ก่อนจะหันไปมององค์หญิงใหญ่เผ่าเหมียว อีกฝ่ายดูร้อนรนขึ้นมาทันที รีบชิงเอ่ยขึ้นก่อน “พวกท่านยังไม่ได้แต่งงานกันไม่ใช่หรือ เช่นนั้นรับข้าเป็นอนุเสียก่อนไม่ได้หรือ ข้าเพียงอยากมีเหตุผลร่วมเดินทางไปด้วยเท่านั้นเอง” องค์หญิงใหญ่เผ่าเหมียวยังคงดื้อดึง ไม่ยอมถอยแม้แต่น้อย เซี่ยหยู่ย่นหัวคิ้วเล็กน้อย ก่อนจะกล่าวด้วยน้ำเสียงราบเรียบ “ข้าได้ประกาศไว้แล้วว่า จวนของข้าจะไม่มีอนุ หากเขากล้ารับใครเข้ามา ข้าก็จะหย่าทันที ถ้าอยากได้เขา ข้าจะยกให้...” คำพูดยังไม่ทันจบดี ฝ่ามือใหญ่ก็บีบมือของนางแน่นขึ้น
บทพิเศษ 3งานแต่งที่คาดไม่ถึง (1) ทางด้านเซี่ยหยู่และไป๋มู่อวิ๋น หลังจากออกเดินทางขึ้นเหนือลงใต้ ตระเวนไปทั่วแผ่นดินต้าเซี่ย เผลอแป๊บเดียวเวลาก็ล่วงเลยมาถึงสองปีเต็ม เซี่ยหยู่อายุครบสิบแปดปีบริบูรณ์ กลายเป็นหญิงงามเต็มตัว หากก็แฝงไว้ด้วยกลิ่นอายแห่งความองอาจและสูงศักดิ์ ส่วนไป๋มู่อวิ๋นนั้น เดิมทีก็หล่อเหลาเหนือคนทั่วไปอยู่แล้ว ครั้นยิ่งมีความรัก ความหล่อเหลานั้นก็ยิ่งทวีคูณ หากกระนั้น ด้วยการผ่านศึกนับครั้งไม่ถ้วน ท่วงท่าและอากัปกิริยาของเขากลับแฝงไว้ด้วยความแข็งแกร่งและองอาจ ชวนให้ผู้พบเห็นยำเกรงโดยไม่รู้ตัว เมื่อหนุ่มรูปงามกับสาวงามเคียงข้างกัน ภาพนั้นทำให้ผู้พบเห็นอดคิดไม่ได้ว่า เทพเซียนจากสวรรค์ลงมายังโลกมนุษย์แท้ๆ ในยามนี้ ทั้งสองเพิ่งเข้าประตูวิวาห์ตามธรรมเนียมของราชวงศ์มาหมาดๆ และกำลังจ้องตากันปริบๆ อยู่ในห้องหอ หากถามว่าเหตุใดทั้งสองจึงจัดงานแต่งอย่างกะทันหัน ต้องย้อนกลับไปเมื่อสามสี่เดือนก่อน ในครานั้น ทั้งคู่เพิ่งเดินทางเข้าสู่เขตป่าของเผ่าเหมียวเจียง บังเอิญได้ยินเสียงร้






Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak