LOGINธัญญ์... ชายหนุ่มที่เจ็บช้ำกับความรักเมื่อครั้งอดีต วิธาดา... หญิงสาวร้ายกาจที่แอบรักเขาหมดหัวใจ หญิงสาวมองสบตากับเขาในระยะกระชั้นชิด หัวใจบอบบางเรียกร้องให้เธอเปิดเผยความจริงในส่วนลึกของจิตใจ “ฉันรักนายนะธัญญ์ รักนายมานานแล้ว” หล่อนคิดเอาไว้ไม่มีผิดว่าเขาจะต้องทำหน้าตกใจ แม้จะทำใจเอาไว้แล้ว แต่เธอรู้สึกเจ็บปวด มีผู้ชายหลายคนอยากสานสัมพันธ์กับเธอ แต่เธอก็สลัดทิ้ง แต่เขา... คนที่เธอแอบรัก เขากลับมีใจให้น้องสาวของเธอ เขากลับไม่ต้องการความรักของเธอ เขากลับตกใจและมองเธอเหมือนตัวประหลาด “เธอพูดอะไรของเธอ” ธัญญ์ทั้งมึนงง ทั้งตกใจในคำพูดของหญิงสาว “พูดความจริง นายคงไม่เคยรู้มาก่อน นายเป็นผู้ชายคนแรกของฉัน คืนนั้น...” เธอพูดอย่างหมดเปลือก เขาจะดูถูกยังไงก็ช่าง แต่เธอเป็นคนพูดตรงๆ เธออยากให้เขารับรู้และเข้าใจ “แต่ฉันไม่ได้รักเธอ ไม่แม้แต่จะคิด”
View MoreSeorang pemuda tampan, sedang mengemudikan mobil sport nya dengan wajah muram.
Pemuda tersebut bernama Erfan. Erfan adalah seorang pemuda tampan berumur 25 tahun, yang berasal dari keluarga kaya nomor 1 di kota tersebut. Erfan seorang anak tunggal di keluarganya, hari ini Erfan diberi perintah oleh orang tuanya untuk mengurus perusahaan paling kecil milik orang tuanya yang berada di pedesaan, yang merupakan perusahaan pertanian. Walaupun Erfan sangat enggan tapi dia tidak bisa melawan orang tuanya, karena dia sadar pasti orang tuanya ingin dia lebih mandiri karena selama ini Erfan hanya tau bersenang senang. ==== Mobil Erfan sudah memasuki jalan pegunungan, yang keadaan jalannya tidak semulus di kota. "Ohh sial, mengapa jalan nya begitu bergelombang, bisa bisa mobil ku lecet!" Umpat Erfan, dia sangat kesal. "gruk gruk" Perut Erfan berbunyi, "Duh laper banget sih, gak bawa makanan lagi ." Erfan berkata sambil memegang perutnya. Erfan melihat warung dekat sekolah SMA yang cukup ramai Siswa SMA, karena kebetulan ini jam dimana anak SMA pulang sekolah. Mobil Erfan berhenti di warung tersebut, Semua Siswa SMA tersebut menatap mobil sport lamborgini dengan mata bersinar, seketika mereka menjadi heboh. "Lihat itu, mobil sport lamborghini, keren sekali ya? sumpah keren baget!" ucap pria muda, sambil menunjuk-nunjuk mobil itu. "Baru pertama kali, ada mobil sport datang ke daerah sini!" ucap temannya, sambil menatap mobil itu dengan tatapan berbinar. Erfan keluar dari dari mobil, lalu berjalan menuju ke warung dengan langkah santai. "Sangat tampan! Para artis pria itu tidak ada apa-apa nya jika dibandingkan!" ucap salah satu siswa wanita, dengan tatapan berbunga-bunga. "Aku mau walau jadi simpanannya," ucap siswa wanita yang terlihat centil, matanya menatap Erfan dengan tatapan panas. Semua murid wanita mendengus, setelah mendengar perkataan wanita genit itu. Kedatangan Erfan ke warung tersebut, langsung di sapa hangat penjaga warung wanita dewasa, yang masih terlihat cantik. "Tuan muda," sapa penjaga warung wanita, dengan ramah. Penjaga warung wanita menebak Erfan bukan lah pemuda sembarangan. Erfan tersenyum sambil mengangguk sedikit, lalu dia berkata kepada penjaga warun. "Bi Saya mau makan, apakah disini jual makan atau mie instan?" tanya Erfan sambil tersenyum hangat. Erfan pemuda yang ramah tidak pernah memandang rendah orang lain, walau dia terkenal nakal di kota asalnya. "Kalo mie instan ada tuan muda, ingin rasa apa?" tanya penjaga warung wanita itu. "Rasa apa aja deh bi, 2 yah mie instan nya," ucap Erfan sambil memperlihatkan 2 jarinya. "Silahkan duduk di dalam tuan muda, diluar banyak siswa SMA!" ucap penjaga warung wanita itu, sambil membukakan pintu masuk ke dalam warung. "Baik bi," Erfan tidak sungkan, di langsung masuk kedalam warung. Di dalam warung, Erfan duduk di kursi sederhana. Dia mengeluarkan sebatang rokis, lalu menyalakannya. Penjaga warung wanita, memasak tidak jauh dari Erfan. Mata nakal Erfan menatap tubuh penjaga warung wanita itu, dengan tatapan tidak hati-hati. "Tidak kusangka ada wanita yang menggoda di desa seperti ini," gumam Erfan dalam hati, sambil tersenyum nakal. "Tuan muda, seperti anda bukan berasal dari sini yah?" tanya Penjaga Warung Wanita, sambil terus memasak mie. "Iyah bi, aku baru sampai di sini," jawab Erfan. "Ohh begitu, memang tujuan tuan muda mau kemana? " tanya Penjaga Warung Wanita tersebut. "Ke Desa Mawar Bi," jawab Erfan santai, matanya sambil memperhatikan pantat wanita dewasa itu. "Oh Desa Mawar," jawab Warung Wanita tersebut menjawab sambil mengangguk ngangguk. "Apakah masih jauh bi?" tanya Erfan. "Enggak kok, paling 2 kilometer lagi udah sampe!" jawab Penjaga Warung Tersebut. "Bagus kalo gitu, aku sudah sangat lelah," erfan berkata dengan malas. "Kalo boleh tau, ada tujuan apa tuan muda ke desa mawar?" tanya Penjaga Warung Wanita Tersebut, sambil memasukkan mie yang sudah matang kedalam mangkuk. "Aku di suruh orang tua, mengurus perusahaan pertanian buah buahan yang ada di desa mawar," Erfan menjawab jujur. Deg Penjaga Warung Wanita tersebut terkejut, "Ternyata tuan muda pemilik perusahaan pertanian di desa mawar?" ucap Penjaga Warung Tersebut, sambil meletakkan mangkuk mie di depan Erfan. "Iyah bi, walau yah aku sedikit enggan!" ucap Erfan berkata tanpa daya . "Bibi jamin deh kalo tuan muda sudah ke desa mawar pasti betah," ucap Penjaga Warung Wanita itu. Erfan bingung dengan perkataan wanita dewasa itu, "Eh nanti, jika tuan muda santai main kesini yah, sesekali makan mie atau ngopi!" ucap Penjaga Warung Wanita itu dengan suara menggoda. "Oke bi, siapa nama bibi?" tanya Erfan santai. "Nama Bibi Ayu." ucap Penjaga Warung Wanita itu .  "Oke Bi Ayu, aku mengingatnya!" Erfan menjawab sambil mengangguk ngangguk, mulutnya di penuhi makanan. Wanita Dewasa Bernama Ayu itu menatap Erfan dengan tatapan aneh, sebuah pemikiran nakal muncul di kepalanya. Beberapa menit, Erfan pun menyelesaikan makan mienya. Dia langsung bangkit berdiri, ingin segera melanjutkan perjalanannya. "Bi Ayu ini aku membayar!" Erfan mengeluarkan uang 100 rb . Bi Ayu yang sedang melayani pembeli pun, buru-buru menghampiri Erfan. "Tunggu tuan muda, saya akan mengambil kembalian!" ucap Bi Ayu. "Tidak perlu Bi, buat Bi Ayu saja," jawab Erfan sambil tersenyum. "Beneran tuan muda?" tanya Bi Ayu senang. Erfan mengangguk, "Hehe, kalo tuan muda jajan di warung bibi setiap hari, bibi akan cepat kaya," ucap Bi Ayu, sambil terkekeh. Erfan tertawa, "Hahaha, nanti kalo santai aku main ke sini bi. warung ini tutup sampai jam berapa?" tanya Erfan "Sampai jam 8 malam tuan muda," jawab Bi Ayu sambil menatap Erfan dengan tatapan genit. "Oke, kalo gitu aku pamit dulu!" Erfan berkata, lalu keluar dari warung Bi Ayu. Saat Erfan berjalan menuju mobil, dia melihat banyak siswa yang memfoto mobil ya. Erfan hanya tersenyum, dia tidak marah sama sekali. "Hey awas! yang punya nya datang tuh," ucap Siswa pria, dia mengingatkan, para siswa lainnya yang sedang memfoto di depan mobil Erfan. "Semua nya permisi yah, saya mau lanjut perjalanan lagi," Erfan berkata dengan ramah. "Sialahkan Kak," ucap para siswa itu, sambil tersenyum sedikit malu. Erfan mengangguk sambil tersenyum, lalu masuk ke dalam mobil. Mobil Lamborghini melaju pelan pelan meninggalkan tempat tersebut, di bawah tatapan kagum para siswa SMA. Beberapa menit kemudian, Erfan melihat tugu bertuliskan "Desa Mawar" "Huh, akhirnya sampai," Erfan berkata dengan lega. Mobil Erfan masuk kedalam jalan yang lumayan lebar tapi agak jelek. Mobil Erfan melaju dengan pelan. Saat penduduk desa melihat kedatangan mobil Erfan mereka berbisik-bisik entah apa yang mereka bisikan. Mata Erfan bersinar, saat melihat keadaan penduduk desa. Erfan melihat banyak sekali wanita cantik berlalu lalang di sana. "Sial, apakah ini yang di maksud Bi Ayu?" Erfan berkata dengan penuh semangat. "Kalo gini, aku bisa betah, hahaha," Erfan tertawa. Erfan menghentikan mobilnya, saat melihat banyak ibu-ibu yang sedang berkumpul. Dia ingin menanyakan letak perusahaan milik keluarganya itu. Para Wanita Dewasa itu melirik ke mobil Erfan dengan penasaran, Karena mereka baru pertama kali melihat mobil sebagus itu. Erfan turun dari mobilnya, lalu menghampiri ibu-ibu itu. "Bibi permisi saya mau tanya, Perusahaan Pertanian Nusantara dimana yah?" Tanya Erfan dengan sopan. "Tuan muda lurus saja, nanti di sebelah kiri ada gedung yang sangat besar, di situlah tempatnya tuan muda," jawab Salah Satu Wanita Dewasa dengan cepat. "Oh, baik terimakasih," Erfan berkata lalu kembali kedalam mobil. Mobil Erfan kembali melaju, mengikutinya arah yang di tunjukkan ibu tadi. Tidak lama, Erfan pun sampai di depan Perusahaan Pertanian Nusantara. Erfan menelepon seseorang, Telepon tersambung, "Halo, apakah ini tuan muda?" terdengar suara wanita di seberang telepon. "Benar ini saya, saya sudah berada di depan perusahaan," ucap Erfan . "Baik tuan muda, saya akan ke depan," ucap Wanita di seberang telepon, terdengar dia sangatlah terburu buru. Tidak lama seorang wanita berumur 30 tahun, dengan wajah cantik, dan mempunyai tubuh tinggi yang menggoda, ukuran dada yang sangat besar, menghampiri mobil Erfan. Erfan keluar dari mobil, "Tuan muda," sapa Wanita tersebut, sambil sedikit membungkuk. "Apakah anda pengurus perusahaan?" tanya Erfan, sambil menatap wanita itu. "Benar tuan muda, nama saya Anne," jawab Wanita tersebut.  "Oke Nona Anne, antar saya ke tempat tinggal dulu! saya ingin istirahat dulu, cukup melelahkan di jalan!" ucap Erfan dengan nada lesu. "Baik mari," ucap Anne. Mereka pun masuk kedalam mobil Erfan, Di sepanjang jalan, Anne mencuri curi pandang kepada Erfan yang sedang menyetir. "Kalo aku belum punya suami, mungkin aku akan berusaha mendekati nya!" gumam Anne, di dalam hatinya. "Nona Anne, untuk kedepannya anda akan menjadi sekretaris ku, apakah anda keberatan?" Tanya Erfan . "Tentu saja tidak tuan muda," jawab Anne, dia tampak bersemangat, saat mendengar penawaran Erfan. "Bagus, gaji mu akan aku naikkan 2 kali lipat," ucap Erfan santai. Anne terkejut, perlahan ekspresi wajahnya berubah tampak bersemangat. "Terimakasih tuan muda," ucap Anne, dengan nada bahagia. Tidak lama, Mereka sampai di sebuah Vila. Vila tersebut, memiliki gaya arsitektur klasik yang membuat suasa di sana terasa nyaman dan tenang. Erfan memandang vila tersebut, dengan tatapan penuh kepuasan. "Hey cukup bagus juga," ucap Erfan, setelah turun dari mobil. Anne dan Erfan pun masuk kedalam Vila. Di dalam vila, Erfan menengok ke kanan dan ke kiri, ekspresi wajahnya penuh kepuasan. Erfan melirik Anne yang ada di sampingnya, lalu dia menanyakan sesuatu. "Nona Anne, apakah tidak ada pengurus vila?" tanya Erfan. "Belum ada tuan muda, tapi tenang saja saya sudah mencarikan pengurus vila, dia akan ke sini sebentar lagi," jawab Anne. "Oke bagus," balas Erfan. "Kalo gitu, saya pergi dulu ada yang harus saya kerjakan," ucap Anne, sambil tersenyum, dan tubuhnya sedikit membungkuk. "Baik, apakah perlu di antar, cukup jauh ke perusahaan?" tanya Erfan. "Tidak perlu tuan muda, saya mau mampir ke rumah pengurus vila sebentar, untuk memberi tahunya!" ucap Anne. Erfan mengangguk sambil tersenyum. Anne pun pergi dari vila.“พูดดีนะ” เขาประชดให้ แต่รู้สึกดีและภูมิใจในคำพูดของเธอไม่น้อย เหมือนเธอเชื่อมั่นในตัวเขา“ยัยวิวเป็นยังไงบ้างคะ” เธออดถามไม่ได้ แม้จะได้รับข่าวคราวจากลีลาอยู่บ่อยครั้งก็ตาม“อยากรู้ก็ไปดูเอง” เขาตอบกวนๆ“ธัญญ์จะมาติดต่อเรื่องสินค้าที่บริษัทเหรอ” เธอพูดเป็นงานเป็นการขึ้นมา เพราะเมื่อครู่ยังไม่ทันได้พูดเรื่องงาน เขาก็ลากเธอออกมาเสียก่อน“ใช่ ถ้าวิทำให้ธัญญ์ไม่ถูกใจ ก็ไม่ซื้อ” วิธาดาเม้มริมฝีปากแน่น“ตอนนี้ทำตัวเหมือนสาวโสดเลยนะ ทั้งๆ ที่มีลูกกับผัวรออยู่ ออกไปทานข้าวกับผู้ชายสองต่อสอง” วิธาดาขมวดคิ้วมุ่นก่อนจะคลายออก“ธัญญ์แอบตามวิหรือไง”“เปล่า แค่บังเอิญเห็นเรื่องน่าอายของใครบางคน” คำตอบของเขาทำให้เธอเงียบไป เขาชอบพูดแบบนี้ แล้วเธอจะมั่นใจได้ยังไงว่าเขารักเธอ“นี่จะพาวิไปไหน”“กลับบ้าน” เขาบอกโดยไม่หันมอง เพราะขออนุญาตบิดามารดาของเธอแล้ววิธาดาจะหนีลงจากรถก็ไม่ได้ เธอจึงนั่งเงียบไปตลอดทาง ธัญญ์ฮัมเพลงอย่างสบายอารมณ์เมื่อเธอยอมแต่โดยดีไม่โวยวายดื้อแพ่งอีก“ตื่นได้แล้ว” ธัญญ์ปลุกหญิงสาวในตอนเช้าของอีกวันเพราะเขาขับรถกลับตั้งแต่เย็น ไม่อยากแวะค้างคืนที่ไหน“ถึงแล้วเหรอคะ”“ใช่” เขาบอก เ
เธอหวีดร้องเสียงหลงเมื่อผวากอดร่างสูงแน่น สะโพกสอบทำงานต่อเนื่องหลังจากถูกบีบรัดรุนแรงด้วยความต้องการที่ยังไม่สิ้นสุด“กลับบ้านกันนะ” เขายังไม่ละความพยายามวิธาดาส่ายหน้าไปมา มองเขาตาเยิ้ม ธัญญ์เริ่มขยับสะโพกรัวเร็วขึ้นกว่าเดิม เหมือนลงทัณฑ์คนดื้อ หรืออีกนัยเพื่อเร่งปลดปล่อยความต้องการที่มากล้นให้หลุดพ้นโดยเร็ว“ดื้อนัก...” ธัญญ์คำรามลั่นก่อนจะซบที่ซอกคอหอมกรุ่นอย่างหมดเรี่ยวหมดแรงและหมดใจ เมื่อเขาทำไม่สำเร็จเขาง้อให้เธอกลับไม่ได้ จะขอความช่วยเหลือจากใคร ก็ไม่มีใครช่วย มีแต่คนบอกให้เขาจัดการเอง วิธาดาเป็นคนดื้อมาแต่ไหนแต่ไร ถ้าเธอไม่ได้ในสิ่งที่ต้องการ เธอจะไม่ยินยอม หรือถ้าเธอจะยอมก็เมื่อเธอสมัครใจเท่านั้นธัญญ์ไม่รู้ว่าเขาต้องทำยังไง ถึงจะทำให้เธอยอมกลับไป คงต้องใช้แผนที่เขาคิดได้เมื่อครู่เสียแล้ววิธาดาตื่นขึ้นมาด้วยความเพลีย เพราะเมื่อคืนธัญญ์แทบไม่ปล่อยเธอห่างกายเลยแม้แต่น้อย หญิงสาวลูบมือเบาๆ ที่ใบหน้า ก่อนเดินลงจากเตียง ในห้องเงียบกริบ บุตรสาวไม่ได้อยู่ที่เปล เธอจึงเดินลงมาด้านล่าง“พี่แมวคะ ธัญญ์กับยัยหนูไปไหนคะ” เธอเดินหาจนทั่วบ้านก็ไม่เจอ จึงเอ่ยปากถามสาวใช้“คุณธัญญ์พาคุณห
“ทำไมล่ะ บอกมาสิ ว่าวิมีเหตุผลอะไร หรือจะหาผัวใหม่ อย่าหวังเลยว่าจะทำแบบนั้นได้ ธัญญ์ไม่มีวันยอมให้วิทำแบบนั้นแน่นอน”“คนเลว ใจสกปรก” เธอผลักเขาออกห่างอย่างเสียใจ“ไม่ต้องมาพูดจาบ่ายเบี่ยง” เขาเข้าสวมกอดเธอทางด้านหลัง แม้อีกฝ่ายจะดิ้นหนีเพียงใดแต่ทำไม่สำเร็จ ธัญญ์เอื้อมมือมากอบกุมทรวงสาว เคล้นคลึงหนักๆ ลูบคลำไปตามผิวผ่อง“ธัญญ์พอเถอะ พอสักที” แม้แรกๆ ที่เขามาตาม เธอจะปรนนิบัติเขาอย่างดี แต่เธอไม่ชอบให้ใครมาบังคับจิตใจแบบนี้ธัญญ์กระชากเสื้อตัวสวยออกจากร่างของภรรยา ลูบไล้ยกทรงสีขาวสะอาดตา“ธัญญ์ บอกให้พอยังไงเล่า”“จะกลับไปกับธัญญ์ไหม” เขาแสร้งทำป่าเถื่อนเพื่อบีบบังคับเธอ“ธัญญ์ วิเจ็บนะ” เธอนิ่วหน้าเมื่อเขาบีบเคล้นทรวงสาวแรงๆ“ถอดออกเดี๋ยวนี้เลยวิ” เขาบอกเสียงพร่า คราแรกอยากข่มขู่ให้เธอกลับ แต่ทำไปทำมาอารมณ์พิศวาสเริ่มก่อตัวเธอไม่ทำตาม เขามีวิธีจัดการกับชุดสวยให้หลุดร่วงลงจากกายสาว ส่วนเรื่องต้องการให้เธอกลับบ้านค่อยตกลงหลังจากนี้ก็ได้ ถ้าไม่ยอม เขามีไม้ตาย ธัญญ์คิดในใจว่าจะต้องสำเร็จแน่นอน“ว้าย!!! คนบ้าปล่อยนะ คนเอาแต่ใจ” เธอใช้มือปิดกั้นไว้กลางกาย ไม่ใช่เพราะอาย แต่เพราะอยากขัดขื
“ไม่ต้องหรอก อยากอยู่กันสามคนพ่อแม่ลูก” ธัญญ์ห้ามไว้ อ้าปากรับการป้อนของภรรยา วิธาดายิ้มอย่างมีความสุข ธัญญ์มองภรรยาด้วยความรัก“เดี๋ยวทานข้าวเสร็จเราออกไปเที่ยวกันไหม”“ก็ดีนะ ยัยหนูจะได้ออกไปเปิดหูเปิดตาด้วย ชอบล่ะสิ”วิธาดาจับแก้มป่องๆ ของบุตรสาว แล้วอมยิ้ม ถ้าใครได้เห็นภาพนี้ก็คงคิดว่าเป็นครอบครัวที่รักกันมาก และน่าอิจฉามาก แต่จริงๆ แล้ว สามีกำลังตามง้อขอให้ภรรยากลับไปอยู่ด้วยกันที่บ้านธัญญ์พาภรรยาออกมาเที่ยวห้างสรรพสินค้า ซื้อของทุกอย่างให้อย่างเอาใจ แม้วิธาดาจะบอกว่าไม่ต้องการเขาก็ซื้อให้ พร้อมกับซื้อให้ลูกสาวตัวน้อยที่นั่งรถเข็ญอย่างอารมณ์ดีที่ได้ออกมาเที่ยวข้างนอก“ธัญญ์พาวิมาที่นี่ทำไม” วิธาดาถามเมื่อสามีพาเดินเข้ามาในร้านเพชร“ธัญญ์อยากซื้ออะไรให้วิบ้าง ตั้งแต่แต่งงานกันมา ธัญญ์ไม่เคยซื้อเครื่องประดับให้วิเลยนะ”“ขอบใจจ้ะ” เธอกล่าวขอบคุณ เขาให้เธอเลือกเอง แต่หญิงสาวส่ายหน้าปฏิเสธ“ธัญญ์เลือกเองดีกว่า อยากซื้ออะไรให้วิ ธัญญ์ซื้ออะไรให้ วิก็ชอบทั้งนั้นล่ะ” เธอบอกยิ้มๆ“งั้นเอาชุดนี้นะครับ” เขาชี้ไปที่เครื่องเพชรชุดใหญ่“เพชรน้ำงามมาก ธัญญ์ตาถึงจัง แต่มันแพงมากนะ” วิธาดาลูบเค