ภรรยาแสนร้ายกับนายขี้โรค

ภรรยาแสนร้ายกับนายขี้โรค

last updateLast Updated : 2025-12-19
Language: Thai
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
46Chapters
3.1Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

เธอตื่นขึ้นมาในร่างใหม่ก็โดนสามีบอกเลิกซะแล้ว ได้สิถ้าเขาต้องการอย่างนั้นเธอก็ไม่ขัดข้อง แต่ลูกทั้งสองที่นั่งกอดคอกันร้องไห้นี่สิทำให้เธอตัดสินใจได้ยากยิ่ง

View More

Chapter 1

ตอนที่ 1 ผีเร่ร่อนดูหมอลำ

"Selira... ada tamu."

Suara petugas lapas itu terdengar datar, nyaris tanpa emosi. Namun bagiku, kalimat itu seperti palu yang menghantam dada. 

Tanganku yang sejak tadi memeluk lutut langsung gemetar. Aku mengangkat wajah perlahan, menatap pintu besi yang setengah terbuka.

Tamu?

Tak pernah ada yang menjengukku. Sejak hari pertama aku ditahan, tak satu pun wajah yang kukenal datang. 

Tidak keluarga. 

Tidak teman. 

Tidak siapa-siapa.

Aku berdiri dengan langkah ragu. Sandal tipis di kakiku berbunyi pelan menyentuh lantai dingin. Jantungku berdetak semakin cepat seiring langkah yang semakin dekat ke ruang tamu lapas.

Dan saat pintu itu dibuka, dunia seolah berhenti berputar. Dia berdiri di sana, tegap dan rapi.

Wajah yang dulu begitu kukenal, kini terasa asing sekaligus menyakitkan. Tatapannya tajam, tetapi menyimpan sesuatu yang tak bisa kuterjemahkan.

Raka Wiratama.

Nama itu seperti pisau yang mengiris ingatanku tanpa ampun.

"Selira..."

Suaranya masih sama, dalam juga tenang. Dan berhasil membuat dadaku terasa sesak.

Aku mematung. Kaki seakan menolak melangkah lebih jauh. Aku bahkan lupa bagaimana caranya bernapas dengan benar. Bukan karena rindu, tapi karena luka yang belum sembuh tiba-tiba disobek lagi.

"Kenapa kamu di sini?" tanyaku dengan suara bergetar, bahkan nyaris tak keluar.

Raka menatapku lama, terlalu lama. Seolah dia sedang menimbang sesuatu yang berat di dalam dada.

"Aku... aku ke sini untuk menemui kamu."

Aku terkekeh kecil, getir. "Menemui aku? Setelah semua yang terjadi?"

Raka menghela napas, lalu menunduk sejenak sebelum kembali menatapku. "Aku dengar kamu ditahan."

"Hebat. Kabar itu cepat sekali sampai ke telingamu," sindirku pahit.

Aku ingin terlihat kuat. Ingin tampak tak peduli, tapi tubuhku berkhianat. Tanganku bergetar. Kakiku terasa lemas.

Aku masih bisa merasakan dinginnya borgol di pergelangan tangan beberapa hari lalu. Masih terngiang suara anakku yang menangis histeris saat mereka menarikku pergi.

Dan sekarang... orang yang dulu meninggalkanku, berdiri di depanku seolah-olah dia punya hak untuk peduli.

"Kamu gak seharusnya datang," ucapku lirih. "Pergilah."

Raka menggeleng pelan. "Aku nggak bisa."

Aku tertawa kecil, getir. "Lucu. Dulu kamu juga bilang begitu, tapi nyatanya kamu pergi."

Raka terdiam. Tatapannya berubah. Ada sesuatu di sana. Penyesalan, mungkin. Atau rasa bersalah yang selama ini dia kubur rapi.

"Aku nggak tau kamu akan... sejauh ini," katanya akhirnya.

"Sejauh apa?" aku menantang. "Dipenjara? Dituduh bandar narkoba?"

Napasnya tercekat.

Aku melangkah mendekat, menahan emosi yang sejak tadi bergejolak. 

"Kamu tau apa yang paling menyakitkan, Raka? Bukan borgol ini. Bukan jeruji besi. Tapi kenyataan bahwa saat hidupku hancur, orang yang dulu bersumpah melindungiku justru nggak ada."

Raka memejamkan mata sesaat.

"Aku nggak tau semuanya akan seperti ini," katanya pelan.

"Nggak," potongku. "Kamu memang gak pernah tau. Karena kamu nggak pernah mau tau."

Aku memalingkan wajah, menahan air mata yang mendesak keluar. Aku tidak mau menangis di depannya. 

Tidak sekarang. 

Tidak lagi.

Beberapa detik berlalu dalam keheningan yang menyesakkan. Lalu Raka berkata dengan suara rendah, "Aku datang bukan sebagai mantan suamimu."

Aku menoleh tajam.

"Lalu sebagai apa?" tanyaku sinis.

"Sebagai orang yang akan membelamu."

Kata-kata itu membuatku terdiam.

"Apa maksudmu?"

"Aku akan jadi kuasa hukummu, Selira."

Darahku seakan berhenti mengalir.

Aku menatapnya tak percaya. "Ah ya, aku lupa, Pak Pengacara."

"Aku serius."

Aku tertawa pelan, tapi kali ini terdengar rapuh. 

"Setelah semua yang terjadi. Setelah keluargamu menghinaku. Setelah kau menceraikanku tanpa bertanya. Sekarang kamu mau jadi pahlawan?"

"Ini bukan tentang itu."

"Lalu tentang apa?" Suaraku meninggi.

"Tentang rasa bersalahmu? Atau tentang citra dirimu sebagai pengacara hebat yang menolong mantan istrinya?"

Raka terdiam lama. Terlalu lama.

"Aku tau kamu nggak akan langsung percaya," katanya akhirnya. "Tapi aku yakin... kamu dijebak."

Kalimat itu membuat dadaku sesak.

Aku menoleh tajam. "Kamu pikir aku nggak tau itu?"

"Kalau begitu, biarkan aku membuktikannya."

Aku menggeleng pelan. "Gak! Aku nggak butuh. Aku bisa menghadapi semuanya."

"Kamu sendirian, Selira," katanya lirih. "Kamu nggak punya siapa-siapa."

Kalimat itu menghantamku lebih keras daripada tamparan.

Mataku panas. Tenggorokanku tercekat.

"Pergi," bisikku. "Pergi sebelum aku benar-benar hancur di depanmu."

Raka berdiri diam beberapa detik. Lalu, dengan suara yang berat, dia berkata, 

"Aku nggak akan pergi. Bukan kali ini."

Aku menatapnya dengan mata basah, campuran marah, sakit, dan sesuatu yang lebih dalam. Sesuatu yang selama ini kupendam.

"Kalau begitu," kataku lirih, "bersiaplah melihat sisi hidupku yang paling gelap."

Pintu ruang tamu itu terbuka setengah. Bunyi engselnya berderit pelan, seperti ikut menahan napas bersamaku.

"Waktu kunjungan habis." Suara petugas terdengar datar.

Aku berdiri. Kakiku terasa kaku, tapi aku memaksa melangkah. Di belakangku, aku bisa merasakan tatapan Raka masih melekat, seolah ingin menahanku tanpa berani menyentuh.

Aku berjalan dua langkah lalu berhenti.

Entah kenapa, dadaku terasa sesak. Ada sesuatu yang belum tuntas. Sesuatu yang harus keluar, atau akan membusuk selamanya di dalam dadaku.

Aku berbalik.

Raka masih di sana dengan wajah yang tegang. Mata itu, mata yang dulu selalu menatapku penuh janjinkini terlihat ragu, bersalah, dan takut.

"Selira..." Suaranya parau.

Aku mengangkat tangan, menghentikannya.

"Jangan panggil namaku dengan suara seperti itu."

Raka terdiam.

Aku melangkah mendekat, cukup dekat hingga dia bisa melihat jelas bagaimana mataku tak lagi menyimpan harapan.

"Kamu tau kenapa aku bisa setenang ini sekarang?" tanyaku pelan.

Raka menggeleng.

"Karena aku sudah berhenti berharap padamu sejak lama."

Raka menelan ludah. Rahangnya mengeras.

Aku tersenyum tipis, senyum yang lebih menyakitkan daripada tangis.

"Dulu, saat mamamu mulai terang-terangan menjodohkanmu. Saat perempuan itu mulai sering datang ke rumah, duduk di ruang tamu seolah-olah aku nggak ada...." 

Suaraku bergetar sebentar, tapi kutahan. "Aku menunggu kamu bicara. Satu kalimat saja. Tapi kamu diam."

Raka menunduk.

Aku menarik napas dalam-dalam. Lalu berkata dengan suara yang lebih pelan, lebih dingin.

"Jadi, sampaikan salamku padanya."

Raka mengangkat kepala, menatapku.

"Perempuan yang diam-diam merencanakan hidupmu. Perempuan yang direstui keluargamu untuk menggantikan posisiku." 

Aku tersenyum miris. 

"Bilang padanya... dia menang."

Raka tampak ingin menyangkal, tapi tak satu pun kata keluar.

"Dan bilang juga," lanjutku. Suaraku kini nyaris berbisik, "bahwa perempuan yang dia singkirkan ini... sudah nggak punya apa-apa lagi untuk direbut."

Aku melangkah mundur.

"Kecuali harga diri."

Aku berbalik, melangkah pergi. Kali ini tanpa ragu.

Pintu tertutup di belakangku dengan bunyi pelan. Namun di dadaku, sesuatu runtuh dengan suara yang jauh lebih keras.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters
No Comments
46 Chapters
ตอนที่ 1 ผีเร่ร่อนดูหมอลำ
กลางเดือนมีนาคมปีสองพันห้าร้อยสี่สิบ วันนี้เป็นงานบุญประจำปีหรือบุญพระเวสสันดรของหมู่บ้านคำม่วง เสียงเพลงโบว์รักสีดำกำลังถูกบรรเลงขึ้นอย่างสนุกสนาน ขับร้องโดยนักร้องหญิงของหมอลำคณะ ‘ล้มลุกคลุกคลานบันเทิงศิลป์’ เหล่าบรรดาชายหญิงที่กินเหล้าจนเมาได้ที่ต่างลุกขึ้นไปเต้นหน้าเวทีจนฝุ่นตลบ“สนุกไหม” ชายร่างใหญ่บึกบึนเอ่ยถามมะปรางที่เป็นผีเร่ร่อนมาเกือบหนึ่งเดือน เธอกำลังนั่งหย่อนขาทำหน้าซังกะตายดูหมอลำอยู่บนกิ่งต้นโพธิ์ขนาดใหญ่ข้างศาลาการเปรียญในวัด หึ ถามได้ว่าสนุกไหม ดูหน้าก็รู้แล้วมั้ง มะปรางบ่นในใจ“ก็ดีกว่าไม่มีอะไรให้ดูค่ะ” ถึงเธอจะเป็นคนอีสานแต่เธอก็ไม่สันทัดเรื่องหมอลำสักเท่าไร ถ้าให้ดูช่วงที่หมอลำเต้นโชว์การแสดงและช่วงตลกเธอก็พอดูได้ แต่ถ้าจะให้ดูช่วงลำเรื่องต่อกลอนเธอคงเข้าไม่ถึง ดวงตากลมแหงนมองยมทูติหนุ่มหน้าตาหล่อเหลาที่นั่งอยู่ข้าง ๆ แล้วเอ่ยขึ้น “ท่านยมพาข้ามาที่นี่ทำไมคะ” นี่มันไม่ใช่ยุคปัจจุบันที่เธอเคยอยู่เลยสักนิด “หาร่างให้เจ้าอยู่ยังไงล่ะ” “ฮะ! หาร่างให้ข้าอยู่” มะปรางถามเสียงสูงแต่คนตัวใหญ่ยังวางหน้านิ่ง “อืม!”
Read more
ตอนที่ 2 มาลีขี้เมา
ยมทูตสองตนยืนจับวิญญาณของผู้หญิงคนนั้นไว้ เธอยังอยู่ในอาการมึนเมา แต่เมื่อเห็นหน้ายมทูติและร่างของตัวเองนอนนิ่งอยู่ที่พื้น ที่มีผู้คนยืนห้อมล้อมอยู่ก็ต้องตกใจและสร่างเมาภายในพริบตา เธอรู้แล้วว่าเกิดอะไรขึ้น “ปล่อยฉัน ฉันจะกลับไปหาลูกหาผัว พวกเขารอฉันอยู่” เธอเพิ่งนึกขึ้นได้ว่าเธอยังไม่ได้ลาลูกกับสามีเลย เธอจะจากไปตอนนี้ไม่ได้เด็ดขาด “เจ้าไม่ต้องห่วง ลูกทั้งสองกับสามีของเจ้าจะมีคนดูแลแทนเจ้าแล้ว” พูดจบยมทุติก็หันหน้ามาหามะปรางที่ยืนสังเกตการณ์อยู่อย่างเงียบ ๆ เธอส่ายหน้าพรืดเมื่อเห็นสายตาคมกล้ามองมาทางนี้ ทั้งที่ตอนนี้เธอก็เป็นแค่อากาศแต่มันกลับทำให้เธอรู้สึกร้อน ๆ หนาว ๆ ชอบกล “ไม่นะ ข้าไม่เอาร่างนี้เด็ดขาด” ร่างนี้ทั้งขี้เมาทั้งหัวแตก ถึงจะสวยมากก็เถอะ แต่ดูแล้วเธอคงร้ายไม่เบาถึงได้กล้าดื่มเหล้าจนเมามายแล้วมาเต้นมั่วด้านหน้าเวทีหมอลำกับผู้ชายเช่นนี้ เจ้าของร่างก็พูดขึ้นอีก “ไม่ ฉันจะไม่ไปไหนทั้งนั้น ปล่อยฉันนะ” เมื่อรู้ว่าตัวเองตายเธอถึงได้คิดถึงลูกกับสามีที่นอนรออยู่ที่บ้าน รู้สึกผิดที่ออกมาเที่ยวกับชายอื่นอีกครั้งจนตัวต้องมาตายจากเช่น
Read more
ตอนที่ 3 เมาค้าง
เสียงคนคุยกันดังอยู่ข้างหู ทำให้ร่างที่นอนนิ่งอยู่ในคราแรกรู้สึกว่าโดนรบกวนจนรู้สึกรำคาญ คนจะหลับจะนอนมาคุยกันเสียงดังอยู่ได้มะปรางค่อย ๆ ลืมตาขึ้นมา ภาพแรกที่เห็นคือหลังคามุงด้วยหญ้าคา เธอหันหน้าไปมองทุกคนที่มองเธออยู่ด้านข้าง แล้วกะพริบตาปริบ ๆ รู้สึกปวดหัวเหมือนโดนอะไรบางอย่างทุบอย่างแรง มือเรียวเอื้อมไปกุมศีรษะตรงตำแหน่งที่ปวด มันเป็นเหมือนแผลเย็บ พอนึกขึ้นได้ก็เบะปากในใจ อยากจะร้องไห้ออกมาดัง ๆ เธอเข้ามาอยู่ในร่างผู้หญิงคนเมื่อคืนจริง ๆ ด้วย หลังจากเข้าไปอยู่ในร่างนั้นแล้วเธอจำได้พอราง ๆ ว่ามีคนพาเธอไปเย็บแผลที่สถานีอนามัยใกล้บ้าน แล้วก็พาเธอมาส่งที่นี่ จากนั้นเธอก็ผล็อยหลับไปโดยไม่รู้ตัว “แม่ฟื้นแล้วครับพ่อ” เอื้อบอกทุกคนด้วยน้ำเสียงดีใจ สายตาทุกคู่หันมาจับจ้องใบหน้าขาวซีดของมาลี “ฟื้นแล้วก็ดี เย็นนี้รีบเก็บข้าวของออกไปจากบ้านฉันซะ” เธอทนเห็นสะใภ้ใหญ่ทำตัวแบบนี้ไม่ไหวอีกต่อไปแล้ว “ไม่นะคะย่า ย่าอย่าไล่แม่เลยนะคะ” อุ่นอ้อนวอนย่าด้วยแววตาน่าสงสาร ย่า แม่ เดี๋ยวก่อน ขอตั้งตัวก่อนได้ไหม ร่างขาวอวบค่อย ๆ ใช้มือยันก
Read more
ตอนที่ 4 พี่อยากเลิกกับเธอ
เธอลุกขึ้นนั่งอีกครั้งยกถ้วยที่ใส่น้ำร้อนขึ้นมาเป่าแล้วยกขึ้นดื่มอย่างว่าง่าย เคนมองภรรยาด้วยความแปลกใจ ตั้งแต่เธอตื่นขึ้นมาเธอยังไม่พูดอะไรผิดหูเขาสักคำซึ่งผิดวิสัยของมาลีคนเดิม อีกทั้งน้ำต้มฟางข้าวนี้เธอไม่เคยคิดที่จะแตะต้องมันเลยด้วยซ้ำ เพราะทุกครั้งที่มีงานบุญไม่ว่าจะบุญบ้านตัวเองหรือหมู่บ้านใกล้เคียงเธอก็เมาแบบนี้ตลอด แต่ทุกครั้งที่เขาต้มฟางให้ดื่ม เธอก็ไม่คิดจะเหลียวแลมันเลย ปกติเธอจะเดินไปถอนสักเป๊กสองเป๊กที่ร้านค้าในหมู่บ้านแค่นั้นก็จบ “อุ่นกับเอื้อลงไปเล่นข้างล่างก่อนนะลูก แม่จะได้พักผ่อน” เคนอยากหาโอกาสคุยกับเมียสองต่อสองจึงบอกลูกเช่นนั้น “ครับ/ค่ะ” มาลีวางถ้วยที่ดื่มน้ำจนหมดลงข้างตัวแล้ว เคนเหลือบเห็นต่างหูโบราณที่ติ่งหูของเธอเขาจึงถามขึ้น “เธอได้ต่างหูคู่นั้นมาจากไหน” เคนไม่เคยเห็นภรรยาใส่มัน เพิ่งเห็นเมื่อเช้านี้ หรือว่า…สกลเป็นคนให้มา “เอ่อ…” มาลีเอื้อมมือไปจับต่างหูที่ยมทูติให้มาแล้วตอบเขา “มะ แม่ให้ฉันมาค่ะ ฉันเพิ่งนำออกมาใส่เมื่อคืน” มาลีกล่าวคำลวงออกไปแล้วยิ้มแหยให้ เคนไม่ได้เชื่อสิ่งที่ภรรยาพูดออกมานัก แต่ก
Read more
ตอนที่ 5 ไม่ใช่ม่วยคนเดิมแล้ว
มาลีเลือกเสื้อผ้าที่มีอยู่มากขึ้นมาสวม เปลี่ยนเสื้อผ้าชุดใหม่แล้วเตรียมจะขึ้นไปบนเรือนใหญ่เพื่อเอาอาหารออกไปส่งน้องสามีที่ไปเลี้ยงควายก่อนแล้ว ป่านนี้พวกเขาคงนอนรอแล้วกระมัง เพราะเมื่อคืนก็ไปดูหมอลำกันจนดึกดื่นเหมือนกัน “เธอจะไปไหน” เคนเอ่ยถามภรรยา “ไปนาค่ะ” ถึงจะยังมึนศีรษะอยู่บ้างแต่ก็พอทนได้ ไปถึงนาแล้วค่อยนอนพักก็แล้วกัน เพราะถ้าเธอไม่ไปพวกน้อง ๆ ของเขาก็คงไม่มีข้าวกิน “เดี๋ยวพี่ไปด้วย” ปกติถ้าเธอเมาค้างก็อย่าหวังว่าจะมีใครได้กินข้าวจากเธอ “หนูไปด้วยค่ะ” “ผมไปด้วยครับ” ลูกทั้งสองปาดน้ำตาแล้วขอตามไปด้วย “พี่เคนเดินกลับไหวเหรอคะ” ความจำเดิมบอกเธอว่า เขาเดินไปนาและหอบไปตลอดทาง และต้องนั่งพักหลายครั้งกว่าจะถึงนา “วันนี้พี่จะเอารถอีแต๊กไปก็แล้วกัน” ปกติถ้าไม่มีอะไรให้บรรทุกของหนัก ๆ กำพลจะไม่ยอมให้ลูกคนไหนใช้รถอีแต๊กเด็ดขาด ช่วงนี้มีแต่เลี้ยงควายอย่างเดียวยิ่งแตะไม่ได้เลย แต่ครั้งนี้เคนจำเป็นต้องใช้มัน “รถอีแต๊กเหรอคะ” มาลียืนคิดถึงรูปร่างหน้าตาของรถอีแต๊กอยู่ครู่หนึ่ง
Read more
ตอนที่ 6 ขับรถครั้งแรก
มาลีสอดมือหมุนเข้าไปในบล็อกเครื่องยนต์ มือซ้ายกดวาล์ว มือขวาหมุนตามเข็มนาฬิกา เธอหมุนเพียงสี่ห้ารอบเมื่อได้จังหวะจึงถอดมือหมุนและปล่อยวาล์ว ตั๊ก ตั๊ก ตั๊ก ทุกคนต่างยืนตะลึงเมื่อมาลีสามารถสตาร์ทรถไถเดินตามเพียงครั้งเดียวก็ติด ลูกทั้งสองต่างยิ้มและปรบมือให้ “แม่เก่งจังเลยครับ” เอื้อกับอุ่นไม่เคยเห็นแม่มายุ่งกับรถไถนาสักครั้ง แต่ทำไมแม่ถึงสตาร์ทรถได้ มาลียิ้มให้ทุกคนแล้วเอ่ยกับสามี “เดี๋ยววันนี้พี่เคนสอนฉันขับรถอีแต๊กนะคะ” เคนทำหน้าตาเหมือนหวาดกลัวนิด ๆ แล้วคิดในใจ จะรอดเหรอวะ! “เชื่อใจฉันเถอะน่า เอ้า ฉันซื้อนมมาให้พี่ด้วย” มาลีหยิบนมถั่วเหลืองที่ยังเย็นเฉียบให้สามีหนึ่งกล่อง เคนมองอย่างลังเล ตั้งแต่แต่งงานกันมา มาลีไม่เคยซื้อนมให้เขาดื่มเลย อย่าว่าแต่ซื้อให้เขา ซื้อให้ลูกกับตัวเองเธอก็ไม่เคย เหตุเพราะเธอขี้เหนียวกับการซื้อของกิน แต่ถ้าเป็นเหล้ากับบุหรี่เธอจะจ่ายไม่อั้น เห็นสามีชักช้ามาลีจึงดึงหลอดพลาสติกออกมาเจาะกล่องนมให้แล้วส่งให้เขาอีกครั้ง เขาจึงยอมรับไปดูดแบบงง ๆ “เด็ก ๆ มาขึ
Read more
ตอนที่ 7 เป็นลม
“ลุงเคนจะพาลูกเมียไปไหนเหรอคะ” ดอกคูณถามสามีด้วยความแปลกใจ “ไปหาหน่อไม้” “พี่สะใภ้มานาด้วยเหรอคะ” อรสาน้องสาววัยยี่สิบสามปีงัวเงียตื่นขึ้นมาเมื่อได้ยินเสียงดอกคูณกับสำเริงคุยกัน “อือ ไปหาหน่อไม้กับพี่เคนด้วยนะ” “วันนี้ฝนอาจจะตกหนัก” ขนาดวันธรรมดามาลียังมานายากเย็น แต่นี่ทั้งเมาค้างทั้งหัวแตกเธอยังถ่อสังขารมาได้ “โดนแม่บังคับมั้ง ก็แกไม่เอาข้าวมาด้วยนี่ แล้วพวกเราจะกินอะไร” สำเริงว่าให้น้องสาว “ก็ฉันกลัวโดนพ่อด่าไง แล้วทำไมพี่ไม่รอเอามาด้วยเล่า” “ฉันก็กลัวเหมือนกัน” ลูกทุกคนล้วนกลัวกำพล ยิ่งถ้าไปเที่ยวงานแล้วไม่มาทำงาน เขาจะด่าจนไม่มีที่อยู่เลยทีเดียว เมื่อคืนพวกเขากลับจากดูหมอลำเกือบเช้า จึงไม่กล้านอนต่อเพราะกลัวไม่ตื่น พวกเขาจึงพากันไล่ควายออกมาแต่เช้ามืด แต่ก็พอที่จะรู้เรื่องของพี่สะใภ้กับสกล “สงสารพี่เคนนะพี่” อรสาหันหน้าไปคุยกับพี่ชาย “อย่าไปยุ่งเลยพี่เคนเขาก็รักของเขา” ทุกคนก็ได้แต่สงสาร แต่เรื่องของผัวเมียมันเข้าไปตัดสินใจแทนกันไม่ได้ “เ
Read more
ตอนที่ 8 ล้ม
มาลีปลีกตัวไปจัดอาหารที่สามีเตรียมมาด้วย ในถุงย่ามมีกระติบข้าวเหนียว กระปุกปลาร้า หอมแดงสามหัว พริกสดสามสี่เม็ด และกระปุกพลาสติกอีกใบ มาลีเปิดฝากระปุกพลาสติกออกดูก็ต้องตกใจ ปลาทูตัวเดียวนอนอยู่ด้านใน กับปลาร้าสับอีกหนึ่งถ้วยเล็กอยู่ในกระติบข้าว หอมแดงกับพริกสดเขาคงเอามากินกับปลาร้า เห็นแม่นิ่งไปอุ่นจึงถามขึ้น “แม่เป็นอะไรเหรอคะ” “ปะ เปล่าจ้ะ” เห็นกับข้าวแล้วมาลีก็คิดหนักพวกเขาจะกินอิ่มได้อย่างไร ทั้งที่เพิ่งผ่านงานบุญมาแท้ ๆ เคนคงทำตามที่ภรรยาเคยบอกไว้ มาลีคนเดิมเป็นคนขี้เหนียวเรื่องอาหารการกิน ปลาทูเข่งหนึ่งมีสามตัวต้องกินได้สามมื้อ ถ้ามีหน่อไม้เหมือนวันนี้ก็อย่าหวังว่าจะได้กินอาหารที่อยู่ตามร้านค้า ยิ่งถ้าสามีหาปลามาได้มาลีก็ยิ่งชอบ เพราะเธอจะไม่ได้เสียเงินซื้อปลาทู หรือปลากระป๋องเลย ทำไมเรื่องเหล้าเรื่องบุหรี่เธอไม่เห็นประหยัดแบบนี้นะ ไม่งั้นก็คงรวยไปนานแล้ว ไม่ต้องมาอยู่บ้านต่อกับยุ้งข้าวแบบนี้หรอก ที่สามีผอมขนาดนี้หรือว่าเขาขาดสารอาหาร เพราะกินแต่ของเดิม ๆ และมันก็ทำให้เขาไม่อยากอาหาร และกินน้อยลงทุกวัน หรือไม่เขาก็ยอมอดอาหารเพื่อลู
Read more
ตอนที่ 9 โดนไล่ออกจากบ้าน
มาลีขนของขึ้นรถเสร็จก็ไปช่วยสามีเก็บฟืนขึ้นรถเพื่อนำไปต้มหน่อไม้คืนนี้ และนำไปไว้ใช้ในครัวเรือนทั้งบ้านของเขาและเรือนใหญ่ “ฉันกับลูกขอติดรถกลับด้วยนะคะลุง” ดอกคูณร้องถาม ควายสิบสองตัวสำเริงกับอรสาคงเอาอยู่ เธอต้องกลับไปหุงหาอาหารที่บ้านใหญ่จึงต้องกลับเร็ว เพราะเมื่อเช้าก็หนีออกมานาก่อน ปล่อยให้แม่ย่านึ่งข้าวและทำอาหารมาส่ง “ครับ” เสร็จแล้วมาลีก็เป็นคนขับรถอีแต๊กกลับบ้านเช่นเคย ตอนแรกดอกคูณรู้สึกเกร็ง ๆ เมื่อเห็นมาลีขับรถเอง แต่พอนั่งไปเรื่อย ๆ ก็ผ่อนคลายลง มาลีไปหัดขับรถอีแต๊กตั้งแต่เมื่อไร ทำไมเธอถึงไม่เคยเห็น ถ้าเป็นอรสาขับเธอจะไม่แปลกใจสักนิด ดูท่าทางเคนก็เหมือนจะภูมิใจในตัวเมียมาก คอยนั่งอยู่ในกระบะด้านหลังเมียไม่ห่าง แล้วเรื่องเมื่อคืนเขาไม่โกรธให้มาลีบ้างเลยเหรอ ผู้ชายคนนี้ช่างใจประเสริฐนัก ดอกคูณแอบชื่นชมเคนในใจมาลีจอดรถอีแต๊กหน้าบ้านตัวเองแล้วขนของลงจากรถ จากนั้นก็ให้สามีนำรถไปเก็บที่เดิม“อาคูณเอาหน่อไม้ไปแกงด้วยนะคะ” มาลีบอกดอกคูณ หน่อที่เพิ่งโผล่พ้นจากดิน ถ้านำไปแกงจะหวานอร่อยนัก“ขายยังไงคะ” พรุ่งนี้เธอกะว่าจะชวน
Read more
ตอนที่ 10 จะย้ายไปอยู่ที่ไหนดี
กำพลถอนหายใจออกมาเฮือกใหญ่เมื่อลูกชายยืนยันจะเลือกเมีย ก่อนจะเดินจากไปเขาหันหน้าไปมองลูกสะใภ้ด้วยสายตาเกลียดชัง และพูดขึ้นว่า “หน้าด้าน” มาลีสะดุ้งเล็กน้อยเมื่อเห็นสายตาคมกล้าของพ่อสามี แต่ก็ไม่ได้โต้ตอบอะไรออกไปเคนก่อไฟต้มหน่อไม้เสร็จก็พาลูกทั้งสองไปอาบน้ำ เพราะภรรยากำลังทำอาหารอยู่ แปลกมากที่วันนี้มาลีไม่เถียงพ่อของเขาสักคำ ในใจครุ่นคิดตลอดว่าจะพาภรรยากับลูกย้ายไปอยู่ที่ไหนดี จะพาไปอยู่ที่นาก็นาพ่ออีกเหมือนเดิมมาลีอาบน้ำเป็นคนสุดท้าย เปลี่ยนชุดใหม่เสร็จแล้วจึงตักแกงหน่อไม้ใส่ชะอมใส่ไข่มดแดงมาสองถ้วย เธอแกงไม่เผ็ดเพราะแกงเผื่อลูกทั้งสองด้วย และยังมีห่อหมกไข่มดแดงอีก ตอนกลางวันไม่มีไฟแช็กมาลีจึงไม่ได้ทำสุกให้ลูก“แม่คะขอข้าวหน่อยค่ะ” อุ่นแบมือขอข้าวกับแม่ มาลีจึงเปิบข้าวให้ลูกทั้งสอง คนละปั้นเล็ก ๆ มือป้อมใช้ข้าวเหนียวคำเล็กจิ้มไข่มดแดงแล้วส่งเข้าปาก“อร่อยไหมคะ”“อร่อยที่สุดเลยค่ะ” จากนั้นก็ใช้ช้อนตักแกงหน่อไม้เข้าปากตามเคนสบตากับภรรยาที่กำลังยิ้มให้ลูกพอดี สองมื้อแล้วที่พวกเขารับประทานอาหารด้วยกันอย่างมีความสุข แต่เพียงไม่นานในใจเขาก็หม่นลงเมื่อนึกถึงคำที่พ่อพูด เขาจะพาลูกกับเมีย
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status