สามี ท่านหย่ากับข้าเถอะ

สามี ท่านหย่ากับข้าเถอะ

last update最終更新日 : 2024-12-19
言語: Thai
goodnovel18goodnovel
10
3 評価. 3 レビュー
73チャプター
20.2Kビュー
読む
本棚に追加

共有:  

報告
あらすじ
カタログ
コードをスキャンしてアプリで読む

概要

ทะลุมิติ/ย้อนยุค/ย้อนเวลา

ท่านอ๋อง

หย่าร้าง

รักสามเส้า

การแต่งงานตามสัญญา

พระชายา

หยางมี่บุตรีคนโตแห่งจวนเสนาบดี จำต้องแต่งเข้ามาเป็นพระชายาของอ๋องทมิฬตามบัญชาของฮ่องเต้แต่ในเมื่อนางแต่งเข้ามา สามีเฉยชา ไม่สนใจนาง ทั้งยังแต่งชายารองเข้ามา ทำไมนางต้องเอาชีวิตไปผูกกับเขาด้วย "ข้าจะหย่ากับท่าน" "ข้าไม่หย่า เจ้าจะต้องเป็นหวางเฟยของข้าตลอดไป"

もっと見る

第1話

บทที่ 1 กองทัพพยัคฆ์ทมิฬ

Saat usia kehamilannya memasuki 25 minggu, Elara Wiratama memergoki suaminya berselingkuh di rumah sakit.

Seorang pria bertubuh tinggi dan tampan yang mengenakan mantel hitam melindungi seorang gadis yang lembut dan cantik dalam pelukannya. Gadis itu mengenakan mantel bulu rubah berwarna putih, pipinya merona, wajah mungilnya terbalut syal wol yang lembut, raut wajahnya halus bak boneka porselen.

Elara menggenggam erat hasil pemeriksaan kehamilannya hingga jari-jarinya memutih. Angin dingin menerpa pipinya, tetapi yang lebih dingin dari tubuhnya adalah rasa nyeri yang mencengkeram jantungnya.

Deon Atmadja melihatnya dari kejauhan. Ekspresinya datar, tanpa sedikit pun rasa malu karena ketahuan berselingkuh. Dia sendiri yang membukakan pintu mobil untuk gadis itu. Sikapnya lembut dan penuh perhatian.

Seorang penguasa yang selalu dingin dan berada di puncak, ternyata juga memiliki sisi hangat dan penuh perlindungan seperti ini.

Gadis itu tampaknya menyadari keberadaan Elara. Gerakannya terhenti sejenak. Dia menatap Elara dengan bingung, lalu menoleh ke arah Deon dan bertanya, "Kenapa tante itu terus menatapmu? Kak Deon, kamu kenal dia?"

Angin dingin menderu di telinga. Elara tidak tahu apa lagi yang dikatakan gadis itu kepada Deon. Namun, dari gerakan bibirnya, Elara bisa memastikan satu kata, yaitu "tante".

Tante? Itu sebutan untuk dirinya. Elara tersenyum pahit di dalam hati. Usianya baru 24 tahun. Namun, tubuhnya memang sedikit berisi, penampilannya juga terlihat biasa saja. Dia terbungkus jaket bulu hitam dan topi rajut hitam. Tubuhnya membengkak menjelang akhir kehamilan, sementara wajahnya tampak letih.

Dia memang terlihat seperti perempuan berusia 30 atau 40 tahun. Jauh dari bandingan seorang gadis muda yang cantik dan berseri-seri.

Deon melindungi gadis itu masuk ke mobil. Elara berdiri kaku di tempat, menatap mobil yang menjauh.

Dia dan Deon menikah karena anak. Pernikahan yang dipaksakan ini, bagi pria seistimewa Deon, adalah noda dalam hidupnya. Anak di dalam perutnya pun adalah alat yang dia gunakan untuk menekan Deon. Dia sangat membencinya.

Elara telah diam-diam mencintainya selama delapan tahun. Namun, dia tahu betul bahwa dirinya sama sekali tidak pantas untuk Deon. Karena itu, dia terus belajar dengan keras, menjadikannya sebagai tujuan hidup, mengikuti jejak langkahnya.

Akhirnya, dia berhasil menjadi asisten Deon, bisa berdiri di sisinya dari jarak dekat.

Malam itu bukan hanya menghancurkan Deon, tetapi juga merobek seluruh harga diri Elara dan kebanggaannya di hadapan Deon dengan kejam.

Di tak akan pernah lupa tatapan jijik Deon setelah kejadian itu, seolah-olah dirinya telah menyentuh sesuatu yang kotor dan menjijikkan. Karena itu, hanya gadis secantik dan seindah itu yang pantas berdiri di sisinya.

Setetes air mata hangat meluncur dari sudut matanya. Tak lama kemudian, perut bawahnya terasa nyeri berdenyut. Dia buru-buru menopang perutnya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya bersandar pada pilar batu di sampingnya.

Seorang perawat yang lewat melihat kondisinya dan segera menghampiri, membantu menopangnya dan membawanya ke ruang periksa.

Elara hanya mengalami gangguan janin akibat gejolak emosi. Setelah kondisinya membaik, dia meninggalkan rumah sakit dan mengemudi sendiri kembali ke Shallow Bay dengan tubuh dan hati yang kelelahan.

Di sanalah vila milik Deon berada. Nyonya Tua Keluarga Atmadja, Nami, telah mengatur agar seorang pengasuh berpengalaman dari rumah lama datang untuk merawatnya.

Saat ini, dua pengasuh yang ditugaskan merawatnya justru duduk di ruang tamu yang hangat seperti pemilik rumah, menikmati makanan sambil tertawa dan mengobrol.

Salah satu pengasuh mendengar suara di pintu dan menoleh. Melihat Elara kembali, salah satu dari mereka bangkit dan bertanya, "Bagaimana hasil pemeriksaan kehamilannya?"

Nada angkuh dan sikap meremehkan. Mengaku sebagai pengasuh yang merawatnya, tetapi lebih mirip pengawas yang menganggap diri sebagai tuan rumah.

Elara hanya melirik dingin ke arah pengasuh itu, tidak menjawab, dan langsung berjalan menuju tangga.

Pengasuh itu mengerutkan kening dengan tidak puas. "Aku bertanya padamu!"

Elara tetap tidak menggubris.

Menatap punggung Elara, pengasuh itu berdecak kesal. "Seperti babi gendut saja. Benar-benar mengira dirinya Nyonya Muda Keluarga Atmadja. Sok amat."

Elara kembali ke kamar tidur dan duduk di tepi ranjang. Hatinya hampa. Baik Deon maupun Keluarga Atmadja tidak pernah memandangnya sebagai menantu.

Nami yang memutuskan agar dia dan Deon mendaftarkan pernikahan mereka. Itu pun karena Tuan Tua Keluarga Atmadja, Malik, sedang sakit parah. Dia kebetulan hamil dan datang ke rumah mereka. Demi membawa keberuntungan bagi Malik, pernikahan mereka akhirnya diatur.

Entah kebetulan atau benar-benar membawa hoki, kondisi Malik perlahan membaik. Setelah itu, sikap Nami terhadapnya berubah sedikit.

Namun, anggota Keluarga Atmadja lainnya tetap memandangnya dengan penuh rasa tidak hormat.

Hari ini, dia ke rumah sakit juga untuk memastikan jenis kelamin bayi di dalam kandungannya. Seorang anak perempuan. Pihak Keluarga Atmadja seharusnya sudah menerima pemberitahuan dari rumah sakit.

Saat itu, ponselnya bergetar. Elara tersadar dari lamunannya. Dia mengambil ponsel dari dalam tas. Melihat nama penelepon, dia tertegun sejenak. Itu panggilan dari dosen pembimbingnya.

Dia mengangkat telepon. "Profesor Arizo."

"Ada satu kuota untuk melanjutkan studi doktoral di Universitas Stafurd. Kamu mau mencobanya?"

Mendengar kata-kata Arizo, Elara terdiam lama.

Menyadari dia tak merespons, Arizo melanjutkan, "Kalau nggak mau ...."

"Aku mau." Elara tersadar dan langsung menjawab dengan tegas.

Kali ini, Arizo justru terdiam. Seberapa keras usaha Elara agar pantas berdiri di sisi Deon, dia tahu betul. Kini dia sudah menikah dan hamil, bagaimana mungkin dia rela pergi begitu saja? Soal kuota yang tersisa ini, dia hanya mencoba menanyakannya.

"Profesor Arizo," panggil Elara.

Arizo berkata, "Besok pagi jam 10 datang ke kantorku."

"Baik."

Arizo tidak mengatakan apa-apa lagi dan menutup telepon.

Elara meletakkan ponselnya dan mengembuskan napas panjang. Tiba-tiba, dia merasa seperti awan gelap yang tersibak dan cahaya bulan kembali terlihat. Dia memang harus sadar.

Pria itu tidak mencintainya. Anak yang dia lahirkan pun tidak akan menjadi ikatan mereka, apalagi membuat Deon menoleh dan memandangnya lebih lama.

Tak lama kemudian, dia menerima telepon dari Nami yang memintanya kembali ke rumah lama. Elara menyetujuinya. Kemungkinan besar karena urusan anak dalam kandungannya.

Kini, dia merasa lebih bersemangat. Dia pun masuk ke kamar mandi dan mandi dengan tenang.

Duduk di depan meja rias, Elara menatap dirinya di cermin. Wajah bulat yang bengkak, lingkar hitam di bawah mata, kantong mata, mata yang cekung, serta noda yang memenuhi pipinya.

Siapa yang tidak akan merasa jijik melihat wajah seburuk ini? Dengan kondisi seperti ini, bagaimana dia pantas berdiri di sisi Deon yang begitu sempurna?

Dia berdandan, lalu mengganti jaketnya dengan jaket bulu warna pink dan mengenakan topi bulat putih. Penampilannya tampak jauh lebih segar. Awalnya, dia berniat menyetir sendiri ke rumah lama.

Namun, baru saja keluar, dia menerima telepon dari Deon. Suara pria itu terdengar datar. "Keluar."

Elara terkejut sejenak. Mungkin Nami yang meminta Deon pulang ke rumah lama. Dia menjawab, "Baik."

Begitu keluar dari vila, mobil Rolls-Royce Deon sudah terparkir di depan. Dua jam sebelumnya, mobil inilah yang menjemput dan mengantar perempuan lain.

Elara menarik napas dalam-dalam, melangkah maju, membuka pintu, dan masuk. Begitu duduk, dia mencium aroma parfum lembut, aroma manis khas gadis muda. Di dalam mobil juga terdapat boneka beruang kecil berwarna pink, jelas barang kesukaan perempuan.

Saat mengangkat pandangan, dia melihat sebuah ikat rambut di pergelangan tangan pria itu. Itu adalah cara seorang perempuan menandai kepemilikan.

Deon pasti sangat menyukai gadis itu. Elara menekan rasa perih di hatinya, duduk dengan tenang dan mengenakan sabuk pengaman.

Mobil melaju perlahan. Elara menatap keluar jendela, diam tanpa berbicara. Dulu, setiap ada kesempatan berdua dengannya, dia akan sangat menghargainya. Dia akan berusaha mendekatkan diri, bahkan jika dicemooh, dia tetap tak bosan mencari topik pembicaraan.

Karena dia dengan naif berkhayal bahwa mereka sudah menjadi suami istri, memiliki anak, dan masih punya waktu yang panjang di masa depan. Selama dia menjadi istri dan ibu yang baik, mungkin suatu hari Deon akan menoleh dan memandangnya.

Namun pada akhirnya, semua itu hanyalah kebohongan yang dia ciptakan untuk dirinya sendiri.

Pria itu sama sekali tidak peduli dengan suasana hatinya. Seperti biasa, dingin dan tidak acuh. Dia bertanya, "Anaknya laki-laki atau perempuan?"

Elara menjawab, "Perempuan."

Mendengarnya, tidak ada perubahan sedikit pun di wajah tampan Deon. Dia hanya berkata datar, "Setelah anak itu lahir, kita cerai."

Kata-kata itu terlontar, jari-jari Elara menegang. Jantungnya terasa seperti diremas erat, sementara napasnya menjadi sesak.

Pernikahan ini memang tidak mungkin bertahan lama. Meskipun sudah menduganya sejak awal, saat kata-kata itu benar-benar keluar dari mulut Deon, hati Elara tetap terasa begitu sakit.

Dia menggigit bibirnya dan menjawab, "Baik."

Deon menoleh dan meliriknya sekilas, seakan-akan agak terkejut dengan persetujuannya yang begitu cepat.
もっと見る
次へ
ダウンロード

最新チャプター

続きを読む

レビュー

Kanyakorn
Kanyakorn
เครียดไปนิดหน่อย
2025-09-18 18:05:12
0
0
Nattery
Nattery
เนื้อเรื่องดี น่าติดตาม ขอบคุณที่อัพเดทจนจบ… .. .. เสียดายมีเรือผู้ลำเดียว ถ้ามีอีกจะเชียร์คนที่สอง
2025-07-11 12:32:30
2
0
Angie AuntiePanda Panjanaja
Angie AuntiePanda Panjanaja
จบจริงมั้ยคะ
2025-01-23 15:44:37
2
1
73 チャプター
บทที่ 1 กองทัพพยัคฆ์ทมิฬ
บทที่ 1กองทัพพยัคฆ์ทมิฬ“คุณหนู คุณหนูเจ้าคะ แย่แล้วเจ้าค่ะ”เสียงสาวใช้ประจำตัวของคุณหนูใหญ่แห่งจวนเสนาบดีกรมคลัง ตะโกนลั่นไปทั่วทั้งจวน นางนั้นหาได้สนใจธรรมเนียมปฏิบัติอันควรของสาวใช้ไม่ ด้วยความตกใจปนตื่นตระหนกเมื่อได้รับข่าวสารจากภายนอก“มีอะไร ไยต้องตะโกนเสียงดังด้วยเจินเจิน” เสียงสตรีหวานละมุนที่นั่งอยู่บนตั่งภายในเรือนของตนดังขึ้นมาด้วยความสงสัย“คุณหนูเจ้าคะบ่าวไปตลาดมาเจ้าค่ะ ได้ยินพวกชาวเมืองพูดกันไปทั่วว่าแคว้นเซี่ยของเรามีชัยชนะเหนือแคว้นศัตรูได้แล้วเจ้าค่ะ” เสียงกระหืดกระหอบเอ่ยตอบกลับออกมา“นี่ช่างเป็นข่าวดียิ่งนัก แล้วเหตุใดไยเจ้าถึงทำตัวดั่งมีข่าวร้ายด้วยเล่า”“นอกจากบ่าวจะได้ยินข่าวดีที่แคว้นเราได้รับชัยชนะกลับมา แต่บ่าวยังได้ยินชาวเมืองเขาลือกันให้ทั่วว่าเมื่อท่านอ๋องทรงเสด็จกลับมา ฮ่องเต้จะทรงพระราชทานรางวัลเป็นสมรสพระราชทานให้กับท่านอ๋องเจ้าค่ะ”“เจ้าคงไม่ได้หมายความว่า...” คิ้วเรียวดั่งคันศรเริ่มขมวดกันเป็นปม เมื่อสังหรณ์ในใจของนางกำลังร้องเตือนขึ้นมา“คุณหนูคิดไม่ผิดหรอกเจ้าค่ะ บุตรีที่สามารถจะแต่งเข้าจวนของท่านอ๋องได้ หากนับดูในเมืองหลวงแล้วเห็นจะมีเพียงสตรีแค่
続きを読む
บทที่ 2 เซี่ยเหวินหรง
เซี่ยเหวินหรงนั้นถือกำเนิดมาจากฮ่องเต้รัชกาลก่อนกับพระสนมเอกเว่ยกุ้ยเฟย พระมารดาของเซี่ยเหวินหรงสิ้นพระชนม์ตั้งแต่เขาอายุได้เพียง 5 หนาวเท่านั้น มู่อิงฮวาที่ ณ เวลานั้นดำรงตำแหน่งฮองเฮาได้ทูลขอกับฮ่องเต้ขอรับเซี่ยเหวินหรงมาเลี้ยงดูคู่กันกับเซี่ยเฟยหลงซึ่งในเวลานั้นได้รับการแต่งตั้งเป็นรัชทายาทแล้วเซี่ยเหวินหรงอายุห่างกับเซี่ยเฟยหลงถึง 15 ปี ทำให้เซี่ยเฟยหลงอดจะเอ็นดูน้องชายคนนี้ไม่ได้ เช่นเดียวกับเซี่ยเหวินหรงเองก็มีความรักความผูกพันกับเซี่ยเฟยหลงและมู่อิงฮวามากเช่นกัน ทุกครั้งที่เขากลับมาจากสนามรบจะต้องแวะเวียนไปเยือนยังตำหนักหย่งเหิงซึ่งเป็นที่ประทับของไทเฮามู่อิงฮวาเสมอ“ท่านอ๋องเซี่ยเหวินหรงมาขอเข้าเฝ้าเพคะ”นางกำนัลหน้าตำหนักหย่งเหิงเอ่ยคำรายงาน เมื่อได้รับอนุญาตจากเจ้าของตำหนัก จึงได้ทูลเชิญเสด็จเซี่ยเหวินหรงให้เข้าไปยังด้านในทันทีภายนอกของตำหนักหย่งเหิงตกแต่งด้วยดอกไม้นานาพันธุ์จากทั่วทั้งแคว้น งดงามดั่งสวนสวรรค์ก็ไม่ปาน ด้านหลังยังมีสระน้ำขนาดเล็กที่มีปลาตัวน้อยหางสีสวยสดงดงามที่ได้รับมาจากต่างแดน ร่มเงาของตำหนักมีต้นท้อที่กำลังออกดอกบานสะพรั่งไปทั่วทั้งตำหนัก กล่าวได้ว่าตำห
続きを読む
บทที่ 3 สมรสพระราชทาน
“น้องหญิงรองรีบเกินไปหรือไม่ งานเลี้ยงจัดปลายยามอู่ นี่เพิ่งจะต้นยามเซิ่นเท่านั้นเอง น้องหญิงรองคงจะตื่นเต้นมากเกินไปเป็นแน่อายุ 17 หนาวแล้วแต่พึ่งจะเคยได้ออกงานใหญ่เป็นครั้งแรก”หยางซูมี่เหยียดยิ้มหวานปานน้ำผึ้ง แต่คำพูดนั้นกลับทำให้คนฟังรู้สึกเจ็บปวดใจ ด้วยฐานะของหยางเจียลี่เป็นเพียงแค่บุตรีที่ถือกำเนิดมาจากฮูหยินรองการที่หยางเจียลี่จะได้รับเทียบเชิญให้ไปร่วมงานเลี้ยงนั้นมีจนนับนิ้วได้ และโดยเฉพาะงานเลี้ยงในพระราชวังนั้น นี่ถือเป็นครั้งแรกที่นางจะได้ร่วมงานเลี้ยง นางจึงอดจะตื่นเต้นตามที่หยางซูมี่เอ่ยมิได้จริงๆ หยางเจียลี่ได้แต่กัดฟันยิ้มหวานเอ่ยตอบไป“เป็นเช่นนั้นเจ้าค่ะ น้องตื่นเต้นมากเกินไป ต้องขออภัยพี่หญิงใหญ่ด้วยนะเจ้าคะ”หยางซูมี่ทำเพียงโบกมือไปมาอย่างไม่ถือสา แล้วก้าวเดินขึ้นไปนั่งบนรถม้าโดยมีซินซินช่วยประคองเมื่อรถม้าตระกูลหยางจอดที่ด้านหน้าพระราชวัง ผู้คนโดยรอบต่างเมียงมองกันมาทางนี้ ภายในแคว้นเซี่ยนั้นตระกูลหยางนับเป็นหนึ่งในสี่ตระกูลใหญ่ที่มีอำนาจอีกสามตระกูลคือ ตระกูลจ้าวของท่านแม่ทัพจ้าวซีซวน ตระกูลหม่าของฮองเฮาหม่าลี่อิง และตระกูลมู่ของไทเฮามู่อิงฮวา ทั้งสี่ตระกูลล้ว
続きを読む
บทที่ 4 คำสัญญา
บทที่ 4คำสัญญา เมื่องานเลี้ยงเลิกราทุกคนต่างพากันแยกย้ายกลับจวน เหตุการณ์ในวันนี้นั้นทำให้ภายในรถม้าตระกูลหยางที่กำลังเดินทางกลับรู้สึกกังวลและอึดอัดใจ หยางหมิงนั้นรักฮูหยินเอกจ้าวอ้ายฉิงมาก แม้ว่านางจะจากไปได้หลายปีแล้ว แต่เขาก็ไม่เคยคิดจะยกใครขึ้นมาแทนที่จ้าวอ้ายฉิงเลย บุตรชายหญิงที่เกิดจากจ้าวอ้ายฉิงเขาก็รักมากกว่าบุตรธิดาที่เกิดจากเสิ่นอี๋นั่วผู้เป็นภรรยารองของเขาเสียอีก สิ่งใดที่บอกว่าดีเขาล้วนสรรหามามอบให้หยางเฟยเทียนกับหยางซูมี่ก่อนเสมอ แต่นี่ฮ่องเต้กลับทรงมอบสมรสพระราชทานให้หยางซูมี่แต่งเข้าจวนชินอ๋อง ตัวเขาในฐานะที่เป็นขุนนางผู้เป็นข้ารองบาทจะกล้าเอ่ยปากปฏิเสธได้อย่างไรกัน แค่คิดว่าบุตรสาวของเขาจะต้องออกเรือนไป ใจของเขาก็พลันรู้สึกหนักอึ้งขึ้นมา “ท่านพ่ออย่าเพิ่งคิดมากเลยขอรับ การสมรสในครั้งนี้ของมี่เอ๋อร์อาจจะผลดีกับตัวนางก็เป็นได้”หยางเฟยเทียนเอ่ยปลอบผู้เป็นบิดา แม้เขาจะรู้สึกว่าการแต่งงานครั้งนี้เหมือนกับฮ่องเต้ทรงกำลังบีบคั้นตระกูลหยางก็ตามที แต่ว่าที่น้องเขยผู้เป็นถึงชินอ๋องนั้นเป็นคนที่อุปนิสัยใช้ได้เลยทีเดียว แม้ใบหน้าจะเงียบขรึมเย
続きを読む
บทที่ 5 งานมงคล
บทที่ 5งานมงคลนับจากพบหน้ากันครั้งนั้น หยางซูมี่ก็ไม่ได้พบเซี่ยเหวินหรงอีกเลย นางเพียงใช้ชีวิตไปอย่างปกติที่เพิ่มขึ้นมาคงจะมีเพียงการเตรียมตัวเป็นเจ้าสาวเท่านั้นฮ่องเต้ทรงส่งหมัวมามาให้มาอบรมมารยาท และแจ้งลำดับขั้นตอนพิธีการแก่นาง ส่วนเรื่องพิธีการต่างๆ นั้น จะมีขันทีจากในวังมากำกับดูแลอีกที เรื่องสินสอด สินเจ้าสาวนั้นท่านพ่อให้พ่อบ้านหยางเป็นผู้จัดการแทนฮูหยินรองทั้งหมด โดยทุกเรื่องจะต้องแจ้งให้หยางหมิงทราบก่อน นี่คงเป็นโชคดีของร่างนี้ที่มีท่านพ่อและพี่ชายที่รักใคร่อย่างใจจริงจวนชินอ๋อง ไป๋เย่องครักษ์คนสนิทของเซี่ยเหวินหรงเดินถือม้วนกระดาษเข้ามาในห้องหนังสือ โดยไม่รอให้เจ้าของห้องรอนาน เขารีบยื่นม้วนกระดาษให้ทันที แล้วเดินถอยหลังเพื่อรอคอยคำสั่งต่อไป เซี่ยเหวินหรงนั่งอ่านอยู่ครู่ใหญ่กว่าจะเงยหน้าออกมาจากม้วนกระดาษ ในใจให้ขบคิดสงสัยถึงสิ่งที่เขียนอยู่ในนี้"ไป๋เย่ บุรุษที่ถอนหมั้นหวางเฟยของข้า มันมาจากตระกูลใด" เสียงทุ้มเข้มเอ่ยถามปลายเสียงติดเย็นชาเล็กน้อย"คุณชายใหญ่เสิ่นอวี้เหยาขอรับ""ตระกูลของฮูหยินรองหรือ" คิ้วคมเลิกขึ้นอย่างแปลกใจ"ขอรับ คุณชายใหญ่เสิ่นอวี้เหยาเป็นบุตรชายข
続きを読む
บทที่ 6 คืนเข้าหอมีค่าดั่งทองพันชั่ง
บทที่ 6คืนเข้าหอมีค่าดั่งทองพันชั่ง หยางหมิงประคองหยางซูมี่ให้ขึ้นขี่หลังหยางเฟยเทียนด้วยความระมัดระวัง เมื่อแน่ใจว่าปลอดภัยดีแล้ว หยางเฟยเทียนจึงลุกขึ้นเต็มความสูงของตนเอง แล้วเดินแบกหยางซูมี่เพื่อขึ้นไปนั่งที่เกี้ยว เซี่ยเหวินหรงลงมาจากหลังม้าเข้ามาเพื่อช่วยประคองหยางซูมี่ขึ้นเกี้ยวเจ้าสาว เมื่อเจ้าสาวเข้าไปนั่งในเกี้ยวเรียบร้อยแล้ว ขบวนเจ้าสาวก็ออกเดินทางเพื่อไปยังจวนชินอ๋องเซี่ยเหวินหรงขี่ม้านำขบวน ตามด้วยเกี้ยวเจ้าสาวที่มี 8 คนหาม นอกจากนี้ยังมีทหารจากกองทัพพยัคฆ์ทมิฬ 1,000 นายคอยอารักขาขบวนเจ้าสาว สินสอดที่เจ้าบ่าวมอบให้เจ้าสาวนั้นมีมากถึง 50 หีบท่านเสนาบดีหยางมอบให้หยางซูมี่ทั้งหมด รวมกับสินเดิมที่ท่านเสนาบดีหยางหมิงจัดเตรียมมาให้ด้วยนั้น อีก 50 หีบ รวมกันมากถึง 100 หีบ สร้างความตกตะลึงแก่ผู้ที่พบเห็น ตระกูลหยางนั้นให้ความสำคัญกับบุตรีผู้นี้จริงๆสองข้างทางล้วนเต็มไปด้วยฝูงชนที่มารอดูขบวนเจ้าสาว กว่าที่จะเดินทางมาถึงจวนชินอ๋องต้องใช้เวลาถึงครึ่งชั่วยามเมื่อถึงหน้าจวนชินอ๋อง เซี่ยเหวินหรงกระโดดลงมาจากหลังม้า
続きを読む
บทที่ 7 มู่เหลียนฮวา
บทที่ 7มู่เหลียนฮวา "อื้อ หนักจัง ต้าปิงเจ้าแมวอ้วนลุกออกไปจากท้องเลยนะ"หยางซูมี่พึมพำอย่างงัวเงีย คิ้วเรียวขมวดเพราะความอึดอัดที่ช่วงท้อง รู้สึกเหมือนมีอะไรทับ คิดว่าเป็นต้าปิงแมวอ้วนแสนรัก เอ๊ะ! แต่ต้าปิงไม่ได้ย้อนกลับมานี่น่าแล้วนางก็คือหยางซูมี่ไม่ใช่ไผ่หลิว แล้วอะไรทับท้องนัยน์ตากลมโตค่อยๆ ปรือตาขึ้นมอง แม้จะยังง่วงงุนอยู่มากแต่สิ่งที่เห็นก็คือแขนผู้ชายที่มาทับท้อง เมื่อเลื่อนสายตาไปพบหน้าอกแกร่ง ไล่ลงไปเป็นคอ ถัดไปเป็นปลายคาง ปากหยักหนา จมูกโด่งเป็นสัน และสายตาคมที่กำลังมองลงมา"ชินอ๋อง!"หยางซูมี่อุทานด้วยความตกใจจึงรีบลุกขึ้นนั่ง แต่ติดที่แขนแกร่งไม่ยอมปล่อยเอวคอดของนาง"เรียกท่านพี่"เซี่ยเหวินหรงเอ่ยเสียงเข้มเล็กน้อยที่ร่างบางเรียกยังเขาว่าชินอ๋อง"มี่มี่ลุกไปอาบน้ำเถอะ เดี๋ยวจะต้องเข้าวังไปพบเสด็จพี่กับเสด็จแม่"เซี่ยเหวินหรงลุกขึ้นไปเรียกสาวใช้หน้าห้องให้มาปรนนิบัติ แล้วเดินหายเข้าไปหลังฉากกั้นเพื่ออาบน้ำหยางซูมี่ได้แต่มองตามเซี่ยเหวินหรงที่เดินหายเข้าไปหลังฉ
続きを読む
บทที่ 8 พบหน้าไทเฮา
บทที่ 8พบหน้าไทเฮา เซี่ยเหวินหรงและหยางซูมี่เดินทางมาถึงตำหนักหย่งเหิงของไทเฮา เมื่อได้รับอนุญาตให้เข้าไปพบได้ ทั้งสองถวายความเคารพไทเฮาอย่างเต็มพิธีการ ฉีกงกงขันทีข้างกายของไทเฮาเดินถือถาดที่มีถ้วยน้ำชา 2 ใบ ยื่นให้ชินอ๋องกับพระชายาเซี่ยเหวินหรงกำลังยื่นถ้วยน้ำชาให้ไทเฮา แต่หันไปเห็นหยางซูมี่ถือถ้วยน้ำชาด้วยมืออันสั่นเทา อีกทั้งยังมีควันลอยกรุ่นออกมาจากถ้วยน้ำชา เห็นได้ชัดว่าถ้วยน้ำชาของหยางซูมี่นั้นร้อนมากเซี่ยเหวินหรงใช้มืออีกข้างหยิบถ้วยน้ำชาของหยางซูมี่ แล้วจงใจวางลงในถาดที่ฉีกงกงถือไว้อย่างแรง จนทำให้น้ำชาที่ร้อนนั้นกระเด็นไปโดนมือของฉีกงกง จนเผลอปล่อยถาดร่วงตกลงมา น้ำชาร้อนหกรดลวกขาฉีกงกงเซี่ยเหวินหรงเพียงปรายตามองฉีกงกงด้วยรอยยิ้ม บังอาจนักกล้ามาแตะต้องมี่มี่ของเขา“ลูกต้องขอประทานอภัยเสด็จแม่ด้วยพ่ะย่ะค่ะ น้ำชาในถ้วยของหวางเฟยนั้นร้อนมาก ฉีกงกงคงชราเกินไปจนไม่ทันได้ตรวจดูให้ดีก่อน หวางเฟยของลูกมีความอดทนจึงไม่ทำให้น้ำชาร้อนพลาดไปหกใส่เสด็จแม่มิเช่นนั้นคงอาจจะทำให้ผิวของเสด็จแม่มีรอยแผลเป็นได้”เซี
続きを読む
บทที่ 9 กลับบ้านเดิม
บทที่ 9กลับบ้านเดิม สามวันหลังแต่งงาน หนึ่งวันก่อนออกเดินทางไปชายแดนเหนือเซี่ยเหวินหรงพาหยางซูมี่มาเยี่ยมบ้านเดิมหลังจากแต่งงานได้สามวัน ซึ่งเป็นธรรมเนียมของคู่บ่าวสาวที่เจ้าบ่าวต้องพาเจ้าสาวกลับมาเยี่ยมบ้านเดิม ทั้งสองเดินทางมาถึงจวนตระกูลหยางตั้งแต่ยามเฉิน ทุกคนในจวนตระกูลหยางต่างออกมารอต้อนรับชินอ๋องกับพระชายาหยางหมิงยืนอยู่ด้านหน้า ถัดมาเป็นหยางเฟยเทียน เสิ่นอี๋นั่ว หยางฟางหรง หยางเจียลี่ และบรรดาบ่าวรับใช้ทั้งหมด เมื่อทั้งสองลงมาจากรถม้า ทุกคนต่างยอบกายถวายความเคารพตามบรรดาศักดิ์ฐานะหยางซูมี่รีบเข้าไปประคองท่านพ่อและพี่ชายให้รีบลุกขึ้น นางไม่ชินกับการที่ทุกคนต้องมาถวายความเคารพเช่นนี้เลยแม้จะทำตามตำแหน่งฐานะพระชายาชินอ๋องก็ตาม“เชิญเสด็จเข้าไปด้านในดีกว่าพ่ะย่ะค่ะ”หยางหมิงเสนอให้ทั้งสองเข้าไปด้านในจะดีกว่า เพราะในเวลานี้ที่ด้านนอกจวนล้วนมีชาวบ้านที่มามุงดูกันหลายคนนัก เซี่ยเหวินหรงตรงเข้าไปจูงมือหยางซูมี่เดินเข้าไปในเรือนหลักคล้อยหลังทั้งสองคนเดินจากไป มีสายตาริษยาที่มองมาด้วยความร้อนรุ่ม ย
続きを読む
บทที่ 10 ธิดาเทพลี่จิน
บทที่ 10ธิดาเทพลี่จิน วันออกเดินทางของกองทัพพยัคฆ์ทมิฬ แม่ทัพใหญ่ผู้นำทัพในครั้งนี้คือชินอ๋องเซี่ยเหวินหรง ฉายาอ๋องทมิฬ ตัวตนในเมืองหลวงของเขานั้นเปรียบดั่งคุณชายผู้สูงศักดิ์ แต่เมื่อเขาสวมเกราะสีดำเงาวาว ขี่อาชาโลหิตสีนิลนั้น รูปลักษณ์ช่างดูน่าเกรงขาม ประกอบกับหน้ากากสีดำปีกนกอินทรีสยายปีก ปิดเพียงครึ่งหน้าบนเผยให้เห็นปากหยักหนาที่ออกคำสั่งเคลื่อนทัพหยางซูมี่มองตามร่างสูงใหญ่ที่ค่อยๆ ห่างไกลไปจากสายตา นางนึกถึงร่างสูงเมื่อครึ่งชั่วยามก่อน ที่เข้ามาออดอ้อนให้นางสวมชุดเกราะให้ ก่อนจะลาจากกัน ยังมารังแกกันอีก ริมฝีปากหยักหนาที่ฉกมาขโมยจูบหอมหวานจากนางราวกับจะกลืนกินดวงวิญญาณของนางให้ออกจากร่างไป รสสัมผัสจากคราแรกอ่อนโยนดั่งปีกผีเสื้อกลับร้อนแรงขึ้นเรื่อยๆ เขาจูบซ้ำแล้วซ้ำเล่าจนเมื่อเห็นว่านางหายใจไม่ออก เขาถึงได้ผละออกมา แล้ววนกลับมาจูบอีกครั้งจนปากของนางบวมเจ่อ แดงก่ำไปหมดแล้ว ฮือออ ท่านอ๋องบ้า“พี่จะรีบไปรีบกลับ หลังจากเสร็จศึกนี้ พี่จะมารับรางวัลจากเจ้านะมี่มี่” เซี่ยเหวินหรงยิ้มกริ่ม ส่งสายตาเจ้าเล่ห์ส่งมาให้หยางซูมี่ นางถึงกับวางหน
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status