โทษทีข้าเกิดมาต้องเป็นเมียเอกเท่านั้น

โทษทีข้าเกิดมาต้องเป็นเมียเอกเท่านั้น

By:  สั่งไม่หยุดCompleted
Language: Thai
goodnovel4goodnovel
9.47
55 ratings. 55 reviews
475Chapters
126.5Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

หรงจือจืออดทนคุกเข่าไปแล้วสามพันขั้นบันได เพื่อขอโอสถวิเศษมาช่วยชีวิตผู้เป็นสามี กลับคิดไม่ถึงว่า เมื่อสามีกลับมาพร้อมชัยชนะ จะพาองค์หญิงจากแคว้นอื่นที่กำลังตั้งครรภ์กลับมาด้วย มิหนำซ้ำยังลดขั้นหรงจือจือจากภรรยาเอกเป็นแค่อนุ!   “ม่านหวาเป็นองค์หญิง ซ้ำกำลังตั้งครรภ์บุตรของข้าอยู่ เจ้าแค่ยกตำแหน่งภรรยาเอกให้นาง จะเป็นไรไป?”   “บุตรชายข้าไม่หย่ากับเจ้า แค่ขอให้เจ้าไปเป็นอนุ นั่นก็นับว่าเมตตาเจ้าแล้ว หากเจ้าออกจากจวนโหวไป ใครที่ไหนเล่าจะไม่รังเกียจดูแคลนเจ้า?”   “แม้ท่านพี่จะลดขั้นท่านจากภรรยาเอกเป็นอนุ ทว่าตราบใดที่ท่านยอมยกสินเดิมของท่านให้ข้าใช้เป็นสินติดตัวเจ้าสาว ข้าจะยอมเรียกท่านว่าพี่สะใภ้ก็ได้!”   “ในฐานะที่เจ้าเป็นสตรี ก็ควรจะเสียสละเพื่อสามี! ก็แค่ขอให้เจ้าเป็นอนุภรรยา แค่ขอสินเดิมของเจ้าเพียงเล็กน้อยก็เท่านั้น เจ้าจะโวยวายอะไรหนักหนา?”   ต้องเผชิญหน้ากับครอบครัวพรรค์นี้ หรงจือจือทำได้เพียงแค่คิดว่า ความทุ่มเทตลอดสามปีที่ผ่านมาของตนเอง ก็ถือเสียว่าโยนให้หมามันกิน ไม่ว่าอะไรที่ติดค้างนางไว้ พวกเขาต้องชดใช้คืนให้หมด!   นางตัดสินใจหย่าขาด ทำลายครอบครัวสามีเก่าให้พังพินาศ เอาสินเดิมทั้งหมดของตนเองกลับไป และนำโอสถช่วยชีวิตอีกครึ่งที่เหลือของสามีเก่า ไปมอบให้คนอื่น…   ภายหลัง สามีเก่ากลับกลายเป็นคนพิการอีกครั้ง ต้องกลายเป็นที่ขบขันของคนทั้งเมืองหลวง ส่วนนางได้แต่งงานใหม่กับขุนนางผู้มีอำนาจ กลายเป็นฮูหยินของท่านราชเลขาธิการผู้ยิ่งใหญ่ทรงเกียรติ แม้แต่ฝ่าบาทยังต้องยกย่องนางเป็นมารดาบุญธรรม!

View More

Chapter 1

บทที่ 1  

Dunia saat ini berada di-era kekuasaan hierarki 11 perguruan ilmu beladiri yang melindungi para manusia dari invasi kaisar ibis kegelapan.

Perguruan Tapak Putih, Tapak Racun, Singa Kumbang, Langit Malam, Puncak Jaya, Es Abadi, Hutan Bambu, Lembah Suci, Awan Tenggara, Awan Barat, dan Awan Selatan.

11 sesepuh dari perguruan tersebut dijuluki sebagai Dewan tertinggi yang telah mencapai puncak kekuatan.

Di Pimpin oleh Brahma Arya, 11 perguruan ini membentuk pasukan tempur dari para murid terpilih sebagai pertahanan menyambut perang besar yang akan datang.

**

Awal cerita kita akan diperlihatkan pada seorang anak kecil bernama Lintang yang hidup di wilayah kekuasaan perguruan Awan selatan.

Lintang adalah seorang anak yang terlahir cacat tanpa memiliki inti energi di dalam tubuhnya, dimana setiap manusia yang tidak memiliki inti energi pada era ini dianggap sebagai sampah.

Orang tuanya merupakan petani miskin yang hidup dari menjual bahan obat hasil perburuan mereka di dalam hutan.

Terlahir sebagai manusia cacat, Lintang tidak memiliki banyak teman, kesehariannya dihabiskan dengan membantu sang ayah mencari tanaman obat.

Sudah dua bulan Lintang mencari tanaman obat seorang diri karena kedua orang tuanya mengalami sakit yang sukar disembuhkan, mereka hidup di sebuah desa terpencil bernama Desa Selayu.

Sebuah desa yang terkenal sebagai tempat peracik obat terbaik di wilayah perguruan Awan Selatan.

Hampir setiap penduduk di sana merupakan tabib peracik obat, sebagian lain merupakan petani biasa yang berkerja mengolah ladang dan berburu tanaman obat seperti kedua orang tua Lintang.

Hari ini Lintang pergi ke dalam hutan dengan ditemani sahabat satu-satunya bernama Sugi, keduanya sama-sama penduduk miskin yang hidup bergantung pada hasil penjualan tanaman obat.

Sugi adalah anak berbakat dengan inti energi sempurna, sudah beberapa kali cabang perguruan Awan Selatan menawarinya untuk masuk menjadi murid, namun Sugi selalu menolak karena tengah merawat ibunya yang sudah tua.

Bersama Sugi, Lintang kali ini berniat mencari jamur Katumbar yang tumbuh di sisi tebing hutan Manula di sebelah barat desa.

Jamur itu memiliki harga cukup mahal karena keberadaanya yang sangat langka dan hanya tumbuh di tempat yang sulit dijangkau manusia.

Keduanya bahu membahu mencapai tebing dengan saling mengikatkan diri pada batang pohon menggunakan sulur dari akar rambat.

Cukup lama mereka bergelayutan pada tebing demi mengambil 4 jamur yang tumbuh hanya sekali dalam setahun di hutan itu.

Setelah berhasil mendapatkannya dengan pertaruhan nyawa, Lintang dan Sugi segera naik kepermukaan agar dapat kembali pulang.

Saat itu hari telah senja membuat mereka harus berlarian keluar dari hutan Manula karena malam disana sangat berbahaya dimana terdapat banyak binatang buas.

Tetapi baru beberapa saat keduanya berlari, mereka dikejutkan oleh sebuah ledakan besar yang terdengar dari arah desa.

Lintang dan Sugi segera menuju tempat tinggi untuk memastikan apa yang terjadi, namun langkah mereka harus kembali terhenti ketika langit tiba-tiba berubah gelap mencekam.

Gema guntur menggelegar memekakan telinga, petir menyambar dimana-mana membuat beberapa pohon seketika tumbang terkena sambarannya.

Lintang dan sugi yang ketakutan memutuskan berlarian menghindari sambaran petir, tetapi sebuah cahaya terang melemparkan tubuh mereka sejauh puluhan depa hingga menghantam bebatuan.

Sugi langsung pingsan seketika, sementara Lintang terbaring tidak berdaya, sekujur tubuhnya terasa sakit dipenuhi luka lebam.

Dengan susah payah Lintang berusaha bangkit dan menarik tubuh sugi mendekati sebuah pohon untuk bersembunyi, dan dari sana dia dapat melihat ada dua orang yang sedang bertarung di atas langit.

Seorang pria botak berjanggut tebal dengan memakai jubah berwarna kuning, melawan seorang berpakaian merah yang terlihat mengenakan topeng berbentuk harimau menutupi wajahnya.

“Petapa tua, cepat berikan batu jingga itu kepadaku, jika tidak, riwayatmu akan berakhir di sini.” ucap manusia bertopeng yang terlihat sangat kesal.

“Hahaha, 200 tahun aku menjaganya, tidak akan kubiarkan batu ini jatuh pada manusia laknat seperti dirimu, ambil saja jika kau mampu.” jawab pria botak nampak tenang.

“Bangsat, jangan salahkan aku jika kau tewas ditanganku hari ini.” Manusia bertopeng kembali menyerang.

Pertarungan tingkat tinggipun kembali terjadi, setiap serangan mereka memiliki daya hancur yang sangat besar.

Terlihat cahaya terang dari pertemuan serangan mereka, angin bertiup sangat kencang layaknya badai, ledakan demi ledakan terjadi di ketinggian.

Manusia bertopeng bertarung menggunakan pedang panjang berwarna hitam, sementara pria botak yang dipanggil petapa bertarung tanpa senjata.

Saat pedang panjang akan berhasil membabat kepala pria botak, pria itu menangkis serangan tersebut dengan lengannya, membuat ledakan besarpun kembali terjadi diangkasa.

Seluruh tubuh pria botak terlihat dilindungi oleh cahaya keemasan, membuat dirinya mampu menahan senjata tajam hanya dengan tangan kosong.

Manusia bertopeng terlempar sejauh 50 depa, sementara pria botak hanya terpundur sejauh 5 depa, kekuatannya sangat tinggi membuat manusia bertopeng terlihat kewalahan.

Namun beberapa tarikan nafas berikutnya, pria botak terlihat memuntahkan darah hitam, dirinya beberapa kali menotok tiga jalan nadi pada leher, sendi bahu dan ulu hati.

“Hahaha, tubuhmu telah terkena racunku dari lembah neraka, sebentar lagi kau akan mati petapa.” Manusia bertopeng tertawa senang karena musuhnya kini mulai melemah.

“Licik kau manusia laknat, baiklah, jika aku mati, maka kita akan mati bersama.”

Pria botak merubah kuda-kudanya menjadi berdiri tegak dengan merapatkan kedua telapak tangan membentuk posisi tapa, cahaya keemasan yang menyelimuti tubuhnya segera menyembar, membesar dan semakin besar.

Energi alam berwarna hijau ditarik oleh cahaya emas itu membentuk wujud naga raksasa yang terlihat sangat besar dan mengerikan.

Manusia bertopeng sangat terkejut mendapati musuhnya mengeluarkan jurus tertinggi untuk mengakhiri pertarungan.

“Kurang ajar, petapa tua itu benar-benar berniat mati membawaku.” tubuhnya bergetar berusaha menahan tekanan berat yang dipancarkan oleh sosok naga raksasa.

Manusia bertopeng dengan cepat mengangkat pedangnya tinggi, dia menarik semua petir yang ada dilangit masuk pada pedangnya.

“Dengan jiwa dan darah, pedang petir kebinasaan, Murkalah!” Manusia bertopeng berteriak lantang.

Pedang petir di tangannya berubah menjadi cahaya terang yang membentuk sosok burung gagak sangat besar bermata merah.

Manusia bertopeng berdiri dalam tubuh burung besar menatap tajam kearah naga raksasa yang  meraung keras menyelimuti pria botak.

Pria botak selanjutnya meninjukan kedua tapaknya kearah depan, membuat naga raksasa melesat menyerang  manusia bertopeng.

Melihat serangan musuh melaju dengan kecepatan tinggi, manusia bertopeng segera membuka kuda-kuda lebar untuk bertahan.

Dua serangan maha dahsyatpun bertemu, Naga raksasa dan burung besar saling mendorong menciptakan cahaya terang memenuhi angkasa.

Sang naga yang ukurannya lebih besar berhasil melilit tubuh burung tersebut dan menghancurkannya menjadi serpihan, ledakan besar maha dahsyat pun terjadi tak terelakan, mengguncang langit dan bumi secara serentak sebagaimana alam sedang mengalami keruntuhan.

Tubuh manusia bertopeng hancur menjadi debu, sementara pria botak terlempar kedaratan jatuh tepat di depan Lintang yang saat itu tengah mematung tidak percaya dengan apa yang baru saja dia saksikan.

**

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

Ratings

10
82%(45)
9
0%(0)
8
2%(1)
7
2%(1)
6
0%(0)
5
0%(0)
4
2%(1)
3
0%(0)
2
0%(0)
1
13%(7)
9.47 / 10.0
55 ratings · 55 reviews
Write a review

reviewsMore

พรภัทร ภาคีทร
พรภัทร ภาคีทร
มีตอนต่อไปอีกไหม ขอติดตาม
2026-09-11 15:42:54
0
0
Nattery
Nattery
แปลดี ยังมีคำผิด สลับชื่อตัวละคร มีลิขสิทธิ์แค่เล่มหนึ่งสินะ
2026-05-25 20:37:34
1
0
Daan
Daan
เมื่อไหร่เล่ม 2 จะมา รออยู่นะ
2026-01-25 16:39:04
1
0
สุธาวดี สุนทรไพบูลย์
สุธาวดี สุนทรไพบูลย์
อย่าจบแบบนี้เลยค่ะ สงสารคนอ่านหน่อยนะคะ ชอบเรื่องนี้มากๆ ค่ะ
2026-01-08 23:03:03
3
0
Jessadapat
Jessadapat
ขอส่งกำลังใจให้ผู้แต่ง
2025-11-18 02:27:24
1
0
475 Chapters
บทที่ 1  
เพื่อขอโอสถวิเศษช่วยชีวิตให้ผู้เป็นสามี หรงจือจือคุกเข่ามาแล้วทั้งสิ้นสามพันขั้นบันได ทว่าผู้เป็นสามีกลับลดขั้นนางจากภรรยาเอกเป็นอนุ เพื่อองค์หญิงจากแคว้นที่สิ้นเอกราช มิหนำซ้ำยังบอกว่านี่คือวาสนาของนาง! หลังจากนางหย่าขาดกับสามีแล้ว ก็สมรสกับท่านสมุหราชเลขาธิการผู้ยิ่งใหญ่ มีอิทธิพลกว้างใหญ่ไปทั่วแผ่นดิน กลางดึก ท่านสมุหราชเลขาธิการกับนางต่างพลอดรักดื่มด่ำลึกซึ้งบนผ้าห่มคู่รัก โดยที่มีสามีเก่าคุกเข่าอยู่นอกประตู ขอบตาแดงก่ำ ใบหน้าขาวซีดดุจกระดาษ —— ในงานเลี้ยงฉลองชัยชนะ ผู้คนต่างหัวเราะเริงร่าครึกครื้นมีความสุข ทว่าในใจของหรงจือจือกลับรู้สึกอึดอัดอยู่เล็กน้อย ไม่ใช่เรื่องอื่นใด แต่เป็นเพราะสามีของตนที่ไม่ได้พบหน้ากันนานสามปี บัดนี้แม้นั่งอยู่ข้างกายนาง แต่ไม่รู้ว่าอีกฝ่ายเป็นอะไร เอาแต่หลบสายตาของตนเองอยู่ตลอด ไม่กล้าสบตากับตนเองโดยตรงเลยสักครั้ง คล้ายกับว่าเผลอทำเรื่องอะไรที่รู้สึกผิดกับตนเองเข้าแล้วอย่างไรอย่างนั้น สิ่งนี้ทำให้หรงจือจือรู้สึกหนักใจเล็กน้อย ยามนั้นเอง ชายาผู้เฒ่าอ๋องเฉียนมองหรงจือจือ แล้วยิ้มพลางเอ่ยว่า “ข้าว่า ใต้หล้านี้ไม่มีสตรีใดจะทรงคุณธรรมมากไปก
Read more
บทที่ 2  
ความจริงหนนี้นางถานเองก็รู้สึกว่า บุตรชายของตนทำเกินไปหน่อย เพราะก่อนหน้านี้คนทั้งตระกูลฉีไม่เคยมีผู้ใดได้ยินเรื่องราวของอีกฝ่ายกับองค์หญิงท่านนั้นมาก่อน แล้วหรงจือจือจะเป็นฝ่ายขอเป็นอนุภรรยาด้วยตนเองได้อย่างไร? ทว่าบุตรชายกำลังต้องโทษหลอกลวงเบื้องสูง เอ่ยวาจาเหล่านี้ออกมาต่อหน้าพระพักตร์ฝ่าบาท หากหรงจือจือไม่ยอมรับ แม้ฝ่าบาทจะมิได้ตัดสินโทษสถานหนักกับจื่อฟู่ แต่ก็เกรงว่าจวนซิ่นหยางโหว จะสูญเสียความไว้วางพระทัยจากฮ่องเต้ไป นางจึงหันขวับมองไปทางหรงจือจือทันที คว้ามือของนางไว้พลางเอ่ยยิ้ม ๆ “จือจือ เจ้าเคยเอ่ยเรื่องนี้กับข้ามาก่อนแล้วมิใช่หรือ ถึงแม้เจ้าจะไม่เต็มใจ แต่เพื่อจื่อฟู่แล้ว ก็จำใจต้องยอมรับ” “เจ้าก็เป็นคนมีเมตตาและคุณธรรมเช่นนี้มาตลอด เจ้าวางใจเถิด หลังจากนี้แม้เจ้าจะเป็นอนุ แต่สิ่งใดก็ตามที่เจ้าพึงมีในยามนี้ แม้จะไม่ให้เจ้าต้องขาดแม้เพียงสักอย่าง!” นางถานออกแรงบีบไปที่มือเล็กน้อย นี่เป็นการเตือนหรงจือจือว่า จงให้ความสำคัญกับสถานการณ์โดยรวม จงเห็นแก่จวนโหวเป็นสำคัญ หรงจือจือฟังวาจาของนางถานจบแล้ว ยิ่งไม่อยากเชื่อหูตนเอง สุขภาพของนางถานไม่สู้ดีนัก และร่างกายมักจะอ่อ
Read more
บทที่ 3  
ฮ่องเต้น้อยขมวดคิ้ว สายตาที่มองไปยังครอบครัวซิ่นหยางโหว ไม่อ่อนโยนและใกล้ชิดเหมือนอย่างตอนเริ่มงานเลี้ยงแล้ว ทว่าซิ่นหยางโหวไม่รอให้โอรสสวรรค์เปล่งวาจา ก็มองไปยังหรงจือจือ พลางเกลี้ยกล่อม “ลูกสะใภ้เอ๋ย บิดาของเจ้าสั่งสอนบุตรีได้ดีมาตลอด หากเขารู้เรื่องนี้ คิดว่าเขาเองก็คงจะขอให้เจ้าคำนึงถึงประโยชน์ส่วนรวมเช่นกัน!” หรงจือจือซึ่งนัยน์ตาสะท้อนรอยยิ้มดูแคลน ตอบกลับอย่างไม่เร่งรีบแต่ก็ไม่เนิบนาบ “ท่านพ่อสามี ท่านพ่อสอนให้ข้าคำนึงถึงประโยชน์ของส่วนรวม แต่ไม่เคยสอนให้ข้าเป็นอนุ!” สิ้นเสียงนี้ นางคุกเข่าลงกับพื้นทันทีพร้อมเอ่ยว่า “ฝ่าบาทเพคะ หากต้องเป็นอนุ หม่อมฉันไม่ยอมรับอย่างเด็ดขาด ชื่อเสียงอันบริสุทธิ์ของสกุลหรงเรา จะพังทลายลงในมือของหม่อมฉันมิได้เป็นอันขาด ขอฝ่าบาทโปรดพิจารณาอย่างรอบคอบเป็นธรรม! เพื่อผลประโยชน์ของส่วนรวมแล้ว หรงจือจือยินดีหย่าขาด สกุลหรงเราขอตัดขาดสัมพันธ์สมรสกับจวนซิ่นหยางโหวนับแต่บัดนี้เพคะ!” พอกันที แค่สามปี นางยอมแพ้ให้ก็ได้! ถึงอย่างไรพวกเขาสองคนก็ยังมิได้ร่วมเรือนหอ ตั้งแต่เยาว์วัยท่านย่าเคยสอนนางไว้ว่า ชีวิตมนุษย์ก็เหมือนหมากรุกบนกระดาน ลูกหลานสกุลหรงต
Read more
บทที่ 4  
หรงจือจือได้ยินมาถึงตรงนี้ นัยน์ตาพลันฉายประกายดูแคลนออกมา วันนี้ใครกันแน่ที่ทำให้สกุลหรงและจวนโหวต้องอับอายขายหน้า ดูเหมือนแม่สามีของตนเองคนนี้ จะไม่เข้าใจอะไรเลยแม้แต่น้อย ฉีจื่อฟู่ได้ยินคำพูดของนางถาน ใบหน้าพลันฉายประกายลังเลขึ้นมาหนึ่งส่วน “อากาศเย็นถึงเพียงนี้…” เจาซีเอ่ยขึ้นทันควัน “ใช่แล้วเจ้าค่ะ ฮูหยิน ซื่อจื่อ อากาศเย็นเพียงนี้ จะให้ฮูหยินซื่อจื่อเดินกลับเองไม่ได้เด็ดขาดนะเจ้าคะ! ฮูหยินซื่อจื่อร่างกายอ่อนแอบอบบาง จะทนไหวที่ไหนเจ้าคะ” เดิมทีนางคิดว่าหากพูดแบบนี้ออกไป ฉีจื่อฟู่จะเกิดความรู้สึกสงสาร และขอให้ฮูหยินโหวถอนคำสั่ง กลับคิดไม่ถึงเลยว่าฉีจื่อฟู่เมื่อได้ยินแล้ว จะหันมองหรงจือจือและเอ่ยว่า “จือจือ อย่างที่สาวใช้ของเจ้าบอก เจ้าทนลมหนาวเย็นเยือกเช่นนี้ไม่ไหวหรอก!” หรงจือจือทอดสายตามองไปยังบุรุษหนุ่มรูปงามที่ดูคล้ายจะอบอุ่นอ่อนโยนคนนี้นิ่ง ๆ ก่อนจะถามว่า “ท่านพี่หมายความว่า…” ฉีจื่อฟู่ : “ตราบใดที่เจ้ายอมรับปาก ว่าวันรุ่งขึ้นจะตามข้าไปเข้าเฝ้าฝ่าบาท และแสดงเจตจำนงขอเป็นอนุภรรยาด้วยตนเอง ข้าจะขอให้ท่านแม่อนุญาตให้เจ้าขึ้นรถม้า!” หรงจือจือเหยียดแผ่นหลังขึ้นตรงอย่า
Read more
บทที่ 5  
หรงจือจือหลับตาสนิทไม่เปล่งวาจา รู้สึกเพียงว่านางถานไร้ยางอายไร้ใดเปรียบ พวกเขาทั้งครอบครัวข่มเหงรังแกนางเช่นนี้ หากเมื่อครู่นางไม่ดื้อรั้นก้าวร้าว คงได้หนาวตายอยู่ข้างทางจริง ๆ แน่ ถึงยามนี้แล้วยังมีหน้า มาขอให้นางไปอ้อนวอนท่านพ่อ ให้ทำอะไรเพื่อฉีจื่อฟู่อีกหรือ? ช่างหน้าด้านเสียจริง! นางถานเห็นนางเงียบกริบไม่ส่งเสียง ก็ขมวดคิ้วพลางตะคอกด้วยเสียงเหี้ยมว่า “นางหรง ข้ากำลังคุยกับเจ้า เจ้าไม่ได้ยินหรือ?” หรงจือจือตอบกลับเสียงราบเรียบไร้อารมณ์ “ได้ยินเจ้าค่ะ” แต่ไม่คิดจะทำตามคำสั่งนั้นหรอก นางถานกลับคิดว่าหรงจือจือยอมรับคำตามที่บอกแล้ว ท่าทางบึ้งตึงและเสียงตะคอกขู่เข็ญเมื่อครู่ ก็ดูจะผ่อนลงไปบ้างแล้ว ถึงอย่างไรนี่ก็เป็นคำขอร้องต่อสกุลหรง ต้องโทษสามีของตนเองที่ไม่เอาไหน ทั้งที่เป็นถึงท่านโหวในราชสำนักแต่กลับเงียบเชียบไม่พูดอะไรออกมาแม้แต่คำเดียว หลังจากสงบสติอารมณ์ลงได้แล้ว นางถานบ่นออกมาเบา ๆ “แบบนี้ถูกต้องแล้ว ไม่ว่าวันข้างหน้าจะเป็นภรรยาเอกหรืออนุ จื่อฟู่ก็คือสามีของเจ้า เจ้าต้องเทิดทูนเขาไว้เสมอท้องฟ้า!” “หรือจะบอกว่าแค่เขามีสัมพันธ์กับองค์หญิงท่านนั้นแล้ว ก็ไม่ใช่สามี
Read more
บทที่ 6  
หรงจือจือไม่คิดเลยสักนิด ทั้งที่สองคนทะเลาะกันมาถึงขั้นนี้แล้ว ฉีจื่อฟู่จะยังคิดถึงเรื่องร่วมเรือนหอได้อีก นางถอยหลังกลับไปอีกสามก้าว เว้นระยะห่างจากอีกฝ่ายไว้ ก่อนจะเอ่ยขึ้นพร้อมสีหน้าเยือกเย็น “ท่านพี่ ก่อนที่จะจัดการเรื่องขององค์หญิงม่านหวา ท่านกลับไปที่เรือนของท่านก่อนเถิด!” ฉีจื่อฟู่เอ่ยอย่างไม่อยากเชื่อหูตนเอง “หรือถ้าไม่ได้เป็นภรรยาหลวง แม้แต่สัมผัสตัวเจ้าก็ไม่ยอมให้ข้าสัมผัสแล้วหรือ?” หรงจือจือมิได้ให้คำตอบอย่างตรงไปตรงมา เพียงแต่เอ่ยว่า “ท่านพี่เชิญกลับไปเถิด!” สีหน้าของฉีจื่อฟู่ ในที่สุดก็เยือกเย็นลงอย่างถึงที่สุดแล้ว “ดี! ทุกคนต่างบอกว่าเจ้ารักข้า ยอมทุ่มเททุกอย่างเพื่อสกุลฉีเราด้วยความยินดี ข้ากลับมองว่าสิ่งที่เจ้ารักมากกว่า คือตำแหน่งฮูหยินซื่อจื่อ อย่างเจ้าก็แค่เห็นแก่ทรัพย์สมบัติและชื่อเสียงเกียรติยศเท่านั้นถึงได้ยอมสมรสกับข้า!” หรงจือจือเงียบเชียบไม่เอ่ยปาก เพียงแต่อยากหัวเราะออกมาเท่านั้น เพื่อชื่อเสียงเกียรติยศและทรัพย์สมบัติอย่างนั้นหรือ? ในฐานะบุตรีสายตรงคนโตของมหาราชครูหรง ด้วยตำแหน่งของบิดา ณ วันนี้เวลานี้ ต่อให้นางจะแต่งเข้าจวนอ๋องเป็นพระชายาอ๋องก็ย่อมท
Read more
บทที่ 7  
นางถานยังคงรอแล้วรอเล่า เฝ้าแต่รอ ก็ยังไม่เห็นคนของหรงจือจือ ขณะที่นางกำลังหมดความอดทนลงเรื่อย ๆ ท้ายที่สุดก็รอจนกระทั่งสาวใช้กลับมารายงานว่า “ฮูหยินเจ้าคะ ฮูหยินซื่อจื่อออกไปข้างนอกแล้วเจ้าค่ะ!” นางถานที่ทนความหนาวเย็นมาเกือบครึ่งชั่วยามจนหน้าเขียวแล้ว ตบโต๊ะลุกขึ้นยืน “ว่าอย่างไรนะ?!” แล้วสิ่งที่ตนเองอุตส่าห์เตรียมการไว้ตลอดทั้งเช้านี้ จะสูญเปล่าไปดื้อ ๆ หรือ? เรื่องนี้ทำให้นางถานยิ่งมีโทสะ สิ่งที่น่าโมโหที่สุด คือสิ่งที่เตรียมไว้มิได้ใช้ทรมานนางหรง แต่กลับทรมานตนเองแทน แล้วจะไม่ให้เดือดดาลได้อย่างไร? หญิงชรารับใช้ที่วิ่งเต้นสืบข่าวมาเอ่ยว่า : “ได้ยินคนของหลันย่วนบอกว่า ฮูหยินซื่อจื่อเดินทางกลับเรือนมารดาแล้วเจ้าค่ะ!” สาวใช้เฉินฟังมาถึงตรงนี้ ก็วิตกกังวลขึ้นมาทันใด “ฮูหยินเจ้าคะ ฮูหยินซื่อจื่อคงมิได้กลับเรือนมารดาไป เพื่อร้องเรียนต่อท่านมหาราชครูหรอกนะเจ้าคะ?” นางถานฟังจบ ตอนแรกก็เครียดขึ้นมาทันที แต่ทันใดนั้นก็กลับมาสงบเยือกเย็นลงอีกครั้งได้อย่างรวดเร็ว ก่อนจะเอ่ยด้วยเสียงดูแคลน “หาใช่เรื่องใหญ่อันใด มหาราชครูหรงคร่ำครึหัวโบราณมาแต่ไหนแต่ไร นางกลับไปก็มีแต่จะถูกก่นด่
Read more
บทที่ 8  
เจาซีได้ยินเช่นนี้ ก็ตกใจจนหน้าซีดเผือดทันที ทว่าภายใต้ความขลาดกลัวและความดื้อรั้น ภายในใจกลับเกิดความกล้าหาญเด็ดเดี่ยวขึ้นมาอย่างประหลาด ขณะที่กำลังคิดว่าในเมื่อฮูหยินจะตีตนเองให้ตายจริงแล้ว ก่อนที่นางจะต้องสิ้นใจตาย ต้องช่วยพูดเข้าข้างคุณหนูของตนเองสักสองประโยค กลับคิดไม่ถึงเลยว่าหรงจือจือจะสืบเท้าเข้ามาหนึ่งก้าว เอาตัวเข้าขวางหน้าเจาซีไว้ แสดงเจตจำนงชัดเจนว่าห้ามมิให้ผู้ใดแตะต้องนาง เจาซีเห็นเงาแผ่นหลังบอบบางอ่อนแอของคุณหนู แต่กลับรู้สึกว่ากว้างใหญ่ไร้สิ่งใดเปรียบ ริมฝีปากของนางสั่นไหวเล็กน้อย ในดวงตากำลังรื้นคลอด้วยน้ำตา “คุณหนู…” บัดนี้ภายในใจของนางเกิดรู้สึกผิดขึ้นมาจนจะตายให้ได้ คุณหนูคอยเตือนสตินางไม่รู้กี่หนต่อกี่หน ให้เข้มแข็งหนักแน่น เงียบไว้อย่ามากวาจา เพราะด้วยฐานะของนางถึงอย่างไรแล้วก็เป็นเพียงแค่บ่าวรับใช้ ถูกจับผิดง่าย แต่เหตุใดหนอตนเองถึงไม่รู้จักจำใส่หัวไว้บ้าง! นางหวังมองการกระทำของหรงจือจือ หัวคิ้วก็ขมวดขึ้นมา พร้อมถากถางอย่างรังเกียจ “เจ้าทำเช่นนี้หมายความว่าอะไร? เจ้าคิดจะอกตัญญูต่อมารดา เพียงเพื่อปกป้องบ่าวชั้นต่ำคนหนึ่งหรือ?” หรงจือจือมิได้สนใจความเจ็บ
Read more
บทที่ 9  
หรงจือจือได้ยินถ้อยคำเหล่านี้แล้ว ก็มีแต่จะรู้สึกว่าน่าขัน เมื่อปีก่อนนั้นท่านย่ายังเคยท้วงว่าฉีจื่อฟู่เป็นเจ้าขี้โรค มีชีวิตอยู่ได้อีกเพียงแค่ไม่กี่วันแล้ว จะให้ตนเองแต่งเข้าไปได้อย่างไร? แต่เพราะท่านพ่อไม่ยอมให้ชื่อเสียงอันบริสุทธิ์ของสกุลหรง ต้องกระทบกระเทือนเพราะทิ้งสัญญาหมั้นหมาย และท่านแม่เองก็ร้องไห้โวยวายว่าหากตนเองเป็นฝ่ายขอถอนหมั้นแล้ว คนนอกคงไม่มีผู้ใดกล้ามาขอหมั้นหมายกับคุณหนูคนอื่นในสกุลหรงอีกแล้ว เพื่อวงศ์ตระกูล เพื่อบุพการีและบรรดาน้องหญิงทั้งหลายแล้ว นางจำต้องข่มความรู้สึกน้อยเนื้อต่ำใจเอาไว้ในใจ และเกลี้ยกล่อมให้ท่านย่ายอมให้ตนเป็นสะใภ้สกุลฉี บัดนี้บ้านสามีข่มเหงรังแกนางเพียงนี้ ท่านแม่มิเพียงไร้ซึ่งความเป็นห่วงเป็นใยนาง กลับบอกให้นางไปผูกคอตายด้วย ก่อนหน้านี้ความสุขชั่วชีวิตของนาง ยังไม่สำคัญเท่าพิธีสมรสของน้องหญิง บัดนี้แม้กระทั่งชีวิตของนาง ยังมิอาจยกมาเทียบเคียงกับพิธีสมรสของน้องหญิงได้อีกเหมือนเคย บัดนี้นางกลับรู้สึกไม่คุ้มค่าเลย ที่ไม่เคยให้คุณค่าตนเอง ภายใต้ความเหนื่อยล้า นางคร้านจะเอ่ยวาจาใดอีกแล้ว จึงพูดเพียงว่า “ท่านแม่พูดถูกทุกประการ เป็นลูกที่อก
Read more
บทที่ 10  
บนดวงหน้านิ่งเฉยไม่แสดงอารมณ์มาตลอด บัดนี้เต็มไปด้วยความร้อนรนกังวลใจ หรงจือจือจ้องมองมหาราชครูหรงไม่วางตา ท่านพ่อสนใจแต่ขนบธรรมเนียมและชื่อเสียงเกียรติยศในตระกูลมาตลอด ส่วนในใจของท่านแม่ก็มีเพียงน้องชายและน้องหญิงเท่านั้น มีเพียงท่านย่าคนเดียวเท่านั้นที่เป็นคนที่รักตนเอง และเป็นคนที่ตนเองรัก ในวันที่นางเกิดมา หากมิใช่เพราะท่านย่าเป็นคนไปแย่งนางกลับมา นางคงตายด้วยน้ำมือของท่านแม่ไปแล้ว บัดนี้ได้ยินว่าท่านย่าป่วย นางย่อมร้อนรุ่มกังวลใจขึ้นมาทันที มหาราชครูหรงฟังน้ำเสียงของนาง สีหน้าก็ผ่อนคลายลงเล็กน้อย “เจ้ารู้จักอ่อนน้อมกตัญญูต่อท่านย่าของเจ้า ไม่เสียแรงที่นางรักและเอ็นดูเจ้ามาหลายปี! ท่านย่าของเจ้าปลอดภัยดี เพียงแค่โรคเก่ากลับมากำเริบอีกครั้งเท่านั้น หมอเทวดามารักษาแล้ว ข้าเองก็อยู่เฝ้าไข้ดูแลนางทั้งคืน ไม่มีอะไรต้องเป็นห่วงแล้ว” ว่าตามหลักแล้วหากนายหญิงใหญ่ป่วยไข้ไม่สบาย ควรเป็นนางหวังที่เข้าไปเฝ้าไข้ปรนนิบัติ ทว่ามหาราชครูหรงมีความกตัญญูอย่างสูงส่ง กอปรกับทราบว่ามารดาไม่ถูกชะตาภรรยาของตน ฉะนั้นเขาจึงไปอยู่เฝ้ามารดาด้วยตนเองตลอดทั้งคืน หรงจือจือฟังมาถึงตรงนี้ ก็วางใจ ท่านย่
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status