Se connecter"เพราะเวลาจะนำพาความรักของสองเราให้มาบรรจบกัน" เพราะเห็นภรรยาเป็นของตาย จึงไม่เคยแสดงความรักมากมายที่มีต่อกันให้ได้รับรู้ กว่าจะรู้ตัวก็เกือบจะสายเกินไป แนะนำเรื่อง คนิน อัลฟ่าผู้เพียบพร้อม ทั้งหน้าตาและฐานะสมกับการเป็นอัลฟ่า แม้กระทั่งกลิ่นซินนามอนประจำตัวล้วนสร้างเสน่ห์ให้ใครต่อใครอยากเข้าหา ทว่าคนินรักและหวงภรรยามาก เสียแต่ไม่เคยแสดงออกแม้ว่าจะผูกพันธะแล้วก็ตาม หอมกรุ่น โอเมก้าหน้าหวานเจ้าของร้านกาแฟเล็ก ๆ เขารักและหวงแหนร้านกาแฟนี้มาก ทั้งที่มีสามีที่แสนจะรวย เพราะที่นี่คือความทรงจำที่สำคัญ ทำให้หอมกรุ่นยอมทะเลาะกับสามีเพื่อรักษาร้านกาแฟนี้ไว้ หอมกรุ่นเริ่มไม่เข้าใจและไม่อยากจะอดทนต่อไปเกือบตัดใจยอมปล่อยมือจากคนรักไป น้องเวลา เจ้าก้อนแป้งตัวน้อย ตัวแทนความรักของพ่อและแม่ แต่พ่อก็ไม่น่ารัก ไม่ค่อยจะมีเวลาให้น้องเวลากับแม่สักเท่าไร กว่าพ่อจะได้เห็นความน่ารักของน้องเวลา ก็เกือบจะไม่ทันกาลเสียแล้ว
Voir plusKAMU YANG KUCINTAI
Part 1 Ikut denganmu? "Mas, boleh aku ikut denganmu?" tanya Kimmy sambil memandang pria berjaket kulit yang duduk di hadapannya. Tatapan gadis itu penuh harapan. "Kamu nggak akan aman bersamaku. Hidupku belum jelas. Aku juga memiliki banyak musuh, Kim." Pria itu menghembuskan asap rokok ke udara. Yang akhirnya buyar tersapu angin malam dari balkon kafe. Kimmy tidak berkedip. Matanya yang bulat tampak berkaca-kaca, memantulkan cahaya lampu kota. "Aku lebih bahaya lagi jika tetap tinggal bareng Mama di rumah itu. Mama lebih mendengar dan lebih mempercayai suami dan anak-anak tirinya. Menjaga perasaan mereka dengan baik, seolah aku yang anak kandungnya ini nggak punya perasaan. Memang hidup kami bergantung padanya, sih. Mama sudah terlalu bangga dengan gelar nyonya besar di rumah itu." "Papa tirimu jahat?" tanya Langit dengan tatapan menyelidik. "Bukan beliau yang jahat. Tapi aku takut dengan anak-anaknya." Kimmy menunduk sambil memperhatikan gelas es teh yang digenggam dengan kedua tangannya. Wajah itu terlihat begitu resah. Kakak tirinya itu tidak pernah bicara kasar. Tapi matanya selalu mengikutinya. Di meja makan, di lorong rumah, bahkan dia seperti berdiri di depan pintu kamarnya saat malam sudah larut. Kimmy pernah cerita pada sang mama. Tapi wanita itu bilang, Kimmy terlalu berlebihan. Padahal Arsel itu sopan dan pendiam. Bagi Kimmy, pria seperti itu bisa saja menjadi predator yang bersembunyi di balik wajah tampan, kemeja rapi, dan senyum sopannya. "Mereka keluargamu. Lebih aman bersama keluarga daripada dengan orang asing, Kim. Belum tentu aku terus baik seperti sangkaanmu." "Kita bukan orang asing, kan? Kita sudah berteman sejak kecil lagi. Sejauh ini aku aman bersamamu." Hening. Kimmy memandang Langit. Tapi pria itu mengalihkan perhatian pada suasana jalanan di bawah kafe sana. Kemacetan di tengah kota Surabaya tampak seperti aliran lava merah yang membara. Rahangnya yang tegas tampak menengang. Langit ingin lari dari sangkar emas. Ia muak dengan intrik bisnis ibu tirinya, muak dengan kekuasaan yang dibangun di atas air mata orang lain. Baginya pergi dari rumah adalah kematian baginya, tapi membawa Kimmy pergi adalah perjudian nyawa. Keluarga Fardhan tidak akan tinggal diam. Mereka akan mencari Kimmy hingga ke lubang semut sekali pun. Ia seperti halnya Kimmy. Papanya menikah lagi dengan rekan bisnisnya. Dan wanita itu penuh ambisi untuk menguasai semuanya. "Mas Langit, hendak pergi ke mana?" Pertanyaan Kimmy memecah lamunan berat lelaki itu. "Jauh dari sini," jawab Langit terdengar parau menahan sebak dalam dada. Dia tidak ingin pergi. Tapi memang tidak punya pilihan selain menjauh. Ia ingin merengkuh Kimmy, memberinya perlindungan, tapi hidupnya sendiri entah bagaimana setelah pergi dari keluarga. "Di mana?" Kimmy mendesak. "Ke tempat di mana aku nggak dikenali, Kim. Ke tempat di mana aku cuma Langit, bukan pewaris apa pun." Kimmy menggeser duduknya, merapat ke meja. "Kalau begitu bawa aku ke sana. Aku bisa masak, aku bisa bersih-bersih, aku nggak akan merepotkan. Nanti aku juga akan bekerja, jadi nggak bergantung hidup padamu. Selain Mama, kamu yang kupunya." Langit memandang Kimmy. "Aku juga nggak akan menjadi penghalangmu jika suatu saat nanti Mas Langit menemukan gadis yang tepat yang ingin kamu nikahi. Bil-bilang saja aku adikmu." Suara Kimmy bergetar dan dadanya terasa sesak. Ada sesuatu yang tidak bisa ia ucapkan. Kimmy menarik napas sejenak. "Aku nggak tahan di rumah itu, Mas. Salsa juga terus-terusan menyindirku. Dia bilang aku dan Mama hanya benalu yang mau merebut harta papanya." "Harta ini benda mati yang bisa membuat manusia menjadi iblis, Kim." "Tapi aku dan mamaku bukan iblis, Mas." "Maaf, aku tidak mengataimu begitu. Aku bicara tentang wanita lain." "Iya. Aku ngerti." "Kamu harus menyelesaikan kuliahmu. Aku pergi dan nggak tahu bagaimana nasibku nanti. Bisa jadi aku mungkin akan tidur di pom bensin, atau di emperan toko." Mendengar itu Kimmy tersenyum tipis. Tidak mungkin seorang Langit tak punya uang. Sekalipun dia bilang pergi dari rumah tanpa membawa apapun. Ia lebih baik tidur di aspal bersama Langit daripada tidur di kasur empuk tapi harus mengunci pintu karena takut Arsel masuk. Namun ia sadar, tidak bisa memaksakan diri karena Langit mungkin juga ribet kalau dirinya ikut. Apalagi dia hanya teman bagi pria itu. Teman yang suka merepotkannya. "Bertahanlah, selesaikan dulu kuliahmu. Tinggal setahun lagi, kan?" ujar Langit yang akhirnya membuat Kimmy mengangguk lemah. Ia menyerah. 🖤LS🖤 "Baru pulang berkencan, ya? Jam segini baru nongol. Wangi asap jalanan banget sih, nggak cocok sama parfum ruangan di sini," ejek Salsa. Saat Kimmy masuk lewat pintu samping rumah. Gadis itu duduk bersedekap di sofa kulit impor. Kakinya disilangkan dengan angkuh. Matanya yang dipulas eyeliner tajam memindai penampilan Kimmy dari ujung kepala hingga ujung kaki, seolah sedang memeriksa perempuan jalanan yang salah masuk ke rumah mewah. Kimmy memilih membisu. Ia menunduk sambil merapatkan jaketnya dan terus melangkah melewati ruang tengah secepat mungkin. Namun langkah Salsa lebih gesit. Ia berdiri, menghalangi jalur menuju tangga. "Ditanya itu dijawab, Kim. Mamamu nggak pernah ngajarin sopan santun kalau masuk rumah orang?" desis Salsa. "Belagu banget. Numpang di sini tapi nggak mau jawab saat ditanya tuan rumah. Harusnya kamu sadar posisi, dong. Kamu dan Mamamu itu cuma tamu yang kebetulan dapet 'tiket gratis masuk ke sini' karena Papa merasa kasihan." Kata-kata itu menghujam ulu hati Kimmy, tapi ia hanya mengeratkan pegangan pada tas ranselnya. Tidak ingin memicu keributan yang akan membuat sang mama menasehatinya panjang lebar. Dengan gerakan menghindar, Kimmy memutar tubuh dan menaiki anak tangga satu per satu. "Jangan pikir karena Papa baik, kamu bisa seenaknya di sini!" teriak Salsa dari bawah. "Kamu itu nggak lebih dari benalu, Kimmy!" Kimmy menarik napas panjang untuk melonggarkan dada yang sesak nyaris meledak. Kalau ada orang tua mereka, Salsa tidak akan berkata demikian. Pasti bersikap sok manis. Makanya sang mama tidak percaya dengan cerita Kimmy. Dan sudah dua hari ini, sang mama ikut suaminya ke luar kota. Kimmy benar-benar sendirian di rumah itu. Lantai dua terasa lebih sunyi, tapi suasananya jauh lebih mencekam. Kamar untuk anak-anak ada di lantai dua semua. Kimmy ingin pindah ke bawah, tapi tidak diperbolehkan oleh Pak Fardhan. Papa tirinya. Untuk mencapai kamarnya, Kimmy harus melewati balkon ruang tamu atas. Dan di sana, di bawah temaram lampu gantung, sosok tinggi tegap itu berdiri. Arsel menoleh dan memandangnya sekilas. Namun tatapan itu tajam. "Dari mana kamu?" Next ....ตอนที่ 10 End 🔞🔥จอโน้ตบุ๊กถูกปิดพับลงพอดีกับเสียงประตูห้องถูกเปิดออกโดยภรรยาโอเมก้า อีกมือหนึ่งก็ประคองถาดกาแฟและของว่างมาเสิร์ฟลงตรงหน้าสามี“ขอบคุณครับ”ห้องทำงานของคนินตอนนี้แทบจะย้ายมาอยู่ที่ร้านกาแฟของหอมกรุ่นเกือบร้อยเปอร์เซ็นต์ไปเสียแล้ว มีเข้าบริษัทบ้างสัปดาห์ละครั้งสองครั้ง แต่ถ้ามีงานด่วนเขาก็จะเข้าไป หรือไม่ก็ให้เลขามาที่ร้าน“คุณนินไม่เห็นต้องทำแบบนี้เลยครับ”“ทำแบบนี้ ทำแบบไหน”“ก็ย้ายที่ทำงานมาที่นี่แทนไงล่ะครับ”“ผมโอเค หรือว่ากรุ่นไม่โอเค”“ไม่ใช่อย่างนั้นครับ กรุ่นแค่เป็นห่วงไม่อยากให้คุณต้องเสียงานเสียการเพราะกรุ่นกับลูก”“กรุ่น” ร่างบางถูกรวบให้นั่งลงบนตัก“กรุ่นฟังผมนะ” น้ำเสียงจริงจังของสามีทำให้หอมกรุ่นต้องหยุดฟังสบตานิ่ง“งานผมไม่เสียแน่นอน ผมจัดการได้ เพียงแค่เมื่อก่อนผมไม่คิดจะทำมันแค่นั้นเอง”“แต่กรุ่นกลัวคุณนินจะถูกมองไม่ดี”“ผมเป็นเจ้าของนะ กรุ่นลืมไปหรือเปล่า”“เป็นเจ้าของเป็นซีอีโอก็ถูกลูกน้องเกลียดได้”“ถ้าเกลียดก็ออกไปหางานอื่น” คนินยักไหล่ทำหน้ามึน“ดื้อ” หอมกรุ่นได้แต่อมยิ้มพร้อมกับส่ายหน้า“ผมว่าจะคุยกับกรุ่นเรื่องร้าน” อยู่ ๆ คนินก็ชวนเปลี่ยนเรื่
ตอนที่ 9🔞🔥คุณแม่โอเมก้ากำลังง่วนกับการจับเจ้าก้อนแป้งแต่งตัว โดยที่เจ้าลูกชายเหมือนจะให้ความร่วมมือ แต่เป็นความร่วมมือที่ดูวุ่นวายชอบกล“เวลาว่าเวลาใส่ชุดนี้แล้วหล่อกว่านะครับ”ตัวแสบโชว์ชุดซูเปอร์ฮีโรในดวงใจของเขาด้วยความภูมิใจ หอมกรุ่นได้แต่เก็บความกลุ้มไว้ในใจ“แม่ก็ว่าหล่อครับ แต่งานที่พ่อจะพาเราไปมันไม่เหมาะกับชุดนี้น่ะสิครับ”“เอ๊! หรือว่าเวลาใส่ไปก็ได้ แต่ถ้ามันไม่เหมาะกับงานน้องเวลาของแม่ก็จะหมดหล่อเอานะครับ”ตัวแสบยืนกอดอก คิ้วขมวดคิดตามที่แม่พูด ก่อนจะตัดสินใจด้วยสีหน้าที่น่าหมั่นไส้“เวลาเชื่อแม่ก็ได้ครับ งานนี้เวลาต้องหล่อสุด ๆ ไปเลยนะครับ”“โอเคครับ” หอมกรุ่นพูดพร้อมกับกลั้วหัวเราะกว่าจะเจรจากันได้เล่นเอาคุณแม่โอเมก้าถึงกับต้องปาดเหงื่อกันเลยทีเดียว“เสร็จหรือยังกรุ่น” คุณพ่ออัลฟ่ายืนมองทั้งสองพร้อมรอยยิ้มละมุนอยู่ตรงหน้าประตู“...” หอมกรุ่นหันไปยิ้มให้สามีก่อนจะหันกลับมาหาเจ้าลูกชาย“น้องเวลาหล่อหรือยัง พ่อช่วยแม่ดูหน่อย” เจ้าก้อนแป้งทำเป็นหมุนซ้ายหมุนขวาให้พ่อกับแม่ดูความหล่อทั้งน่ามันเขี้ยวและน่าหมั่นไส้“หล่อที่สุดเลยครับ” พอได้ยินคำชมจากพ่อก็ยืนกอดอกยิ้มกระหยิ่มภ
ตอนที่ 8🔞🔥ตั้งแต่ถูกสามีตามง้อหน้าที่หลายอย่างของหอมกรุ่นจึงถูกแบ่งเบาไป โดยเฉพาะการเล่นกับน้องเวลาลูกชายตัวแสบที่ดูจะเข้ากันได้ดีเป็นปี่เป็นขลุ่ย เวลาเข้านอนทุกวันนี้แม่ก็แทบไม่ต้องยุ่ง นอกเสียจากว่าวันไหนที่ตัวแสบงอแงหรือไม่สบายคืนนี้ก็เช่นกันหลังจากเตรียมวัตถุดิบสำหรับมื้อเช้าและเก็บครัวเรียบร้อย หอมกรุ่นก็มีเวลาอาบน้ำดูแลตัวเอง ก่อนจะมานอนเหยียดร่างบางเพื่อผ่อนคลายบนที่นอนทว่าวันนี้หอมกรุ่นกลับรู้สึกไม่สบายตัวครั่นเนื้อครั่นตัววูบวาบข้างใน กำลังว่าจะลุกไปหายากินเพราะรู้ตัวว่ากำลังเกิดอะไรขึ้นกับร่างกาย“ลูกหลับแล้วเหรอครับ” หอมกรุ่นถามขึ้นเมื่อสามีเดินออกมาจากห้องลูกพอดี“อืม พรุ่งนี้ผมต้องเข้าบริษัทนะ”“ครับ”“แต่จะรีบกลับ จะได้ไปรับลูกด้วยกัน”“ไม่เป็นไรหรอกครับ เดี๋ยวกรุ่นไปรับแกเอง”“ผมสัญญากับลูกไว้แล้ว”“กรุ่นเป็นอะไรหรือเปล่า”เห็นภรรยานอนกระสับกระส่ายแล้วอดเป็นห่วงไม่ได้ แถมฟีโรโมนดูจะแปรปรวนด้วย“ฮีตหรือเปล่า”“น่าจะ แต่มันไม่ใช่รอบ” หอมกรุ่นพยายามยันตัวลุกขึ้นนั่ง“จะลุกไปไหน”“ไปหายา” ร่างบางถูกจับให้เอนตัวนอนลง“อยู่กับผมไม่ต้องกินยาหรอก” ยิ่งฮีตตัวยิ่งหอมยั่วยวน
ตอนที่ 7“สวัสดีครับคุณเรย์” หอมกรุ่นทักทายลูกค้าประจำด้วยรอยยิ้มสดใสเหมือนทุกครั้ง“สวัสดีครับ” ทักทายเจ้าของร้าน แต่สายตาก็มองหาสามีเจ้าของร้านไปด้วย“ไอ้นินไม่มาเหรอครับวันนี้”“มีประชุมเช้าครับ เหมือนเดิมนะครับ”“ครับผม”“กรุ่นนึกว่าคุณเรย์จะไม่มาร้านกรุ่นแล้วซะอีก”“ได้ไงล่ะครับ กาแฟอร่อย ๆ ไม่ได้หากันง่าย ๆ นะครับ” เรย์พูดพร้อมกลั้วหัวเราะ“มาจีบเมียกูอีกแล้วนะมึง” เสียงเข้มดังลงมาจากข้างบน ก่อนที่เจ้าของเสียงจะเดินลงมา“ไหนคุณกรุ่นบอกว่ามึงประชุม”“คอนเฟอเรนซ์สิ หรือบริษัทมึงไม่มี”“มึงนี่นะ...” เรย์ส่ายหน้าระอากับเพื่อน “กูไปแล้ว” ก่อนจะเปิดประตูออกไปเหมือนนึกอะไรขึ้นมาได้เรย์จึงหันกลับมา“อาทิตย์หน้าเลี้ยงรุ่นมึงไปหรือเปล่า”“ถ้าไม่ติดอะไร”“เออ ๆ งั้นเจอกัน”“แล้วคุณจะไม่เข้าบริษัทจริง ๆ เหรอครับ” หอมกรุ่นถามด้วยสีหน้ากังวล เพราะสามีเขาไม่ไปทำงานหลายวันแล้ว“ผมเช็กแล้วไม่มีอะไรด่วน”“คุณไม่จำเป็นต้องทำแบบนี้ก็ได้นะครับ”“สำหรับผมมันจำเป็นมาก” ไม่พูดเปล่าแต่จ้องหน้าภรรยานิ่ง“ก็แล้วแต่คุณละกัน” หอมกรุ่นได้แต่ถอนหายใจด้วยความเหนื่อยใจ‘จริง ๆ เขาก็ชอบที่สามีเป็นแบบนี้ แต่อีกมุ
ตอนที่ 6🔞🔥โชคดีของหอมกรุ่นที่วันนี้ลูกค้าเข้ามาเรื่อย ๆ ทำให้เขาไม่ต้องสนใจสามีอัลฟ่าที่นั่งเฝ้ากันทั้งวัน จนถึงเวลาปิดร้าน“กรุ่น” สามีอัลฟ่าโอบเอวบางของภรรยาจากทางด้านหลัง ขณะที่หอมกรุ่นเดินมาหมุนป้ายเพื่อปิดร้าน“ปล่อยกรุ่นก่อนครับ กรุ่นต้องรีบไปรับลูก” หอมกรุ่นพยายามแกะมือแกร่งออกจากเอว“ผมโ
ตอนที่ 5“ปิดร้าน” คนินตะคอก หอมกรุ่นยืนตัวสั่นน้ำตาเริ่มเอ่อรอบดวงตา“ป...ปิดแล้วครับ”“ฉันหมายถึงปิดถาวร” คนินจ้องเขม็งอย่างเอาเรื่อง ไม่สนว่าตอนนี้ภรรยาตัวเองมีอาการเป็นอย่างไร“ท...ทำไมล่ะครับ” หอมกรุ่นถามกลับเสียงสั่น“ไม่ต้องถามอะไรทั้งนั้น ชั้นสั่งให้ปิดก็ต้องปิด”“ถ้าคุณไม่บอกเหตุผล กรุ่นก็





