Short
抱きしめて、そして放して

抱きしめて、そして放して

By:  魚ちゃんCompleted
Language: Japanese
goodnovel4goodnovel
25Chapters
10.3Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

「天野さん、海洋散骨の申込書を受け取りました。もう一度確認しますが、海洋散骨の後は何も残りません。ご家族も、あなたのことを思い出でしか偲べなくなります」 天野夕月(あまの ゆづき)は淡々と、しかし揺るぎない口調で答えた。「分かっています」 電話を切った途端、扉の向こうから使用人の声が響く。 「奥様、榊原社長がお待ちです。パーティーが始まりました」 今日は夕月と榊原隼平(さかきばら じゅんぺい)の三周年結婚記念日だ。

View More

Chapter 1

第1話

Dengan gemetar, aku membuka foto itu dan memperbesarnya sedikit demi sedikit.

Bekas luka itu membentang mengerikan di punggung tangannya.

Berulang kali aku telah menciuminya sambil menangis dalam kegelapan, dengan keyakinan bahwa itu adalah bukti cinta Marco padaku.

Tapi sekarang, rasanya lebih seperti pisau yang menusuk mataku.

Tujuh tahun.

Janjinya masih terngiang di telingaku.

Berat kotak cincin sepuluh karat dari tadi malam masih terasa di telapak tanganku.

Aku sudah merencanakan pernikahan kami. Saat dia tidur di sisiku dan tangannya yang memiliki bekas luka itu di atas perutku, aku sudah membayangkan nama-nama untuk anak-anak kami.

Ternyata ... cincin itu sama sekali bukan untukku.

Tidak!

Otakku menolak menerima kenyataan ini!

Aku akan menanyakannya. Aku akan pergi menemuinya!

Aku langsung naik taksi menuju hotel itu sambil meneleponnya.

Dulu, dia selalu mengangkat telepon dalam sekejap. Hari ini hanya ada nada sibuk.

Air mata mengaburkan pandanganku, tapi aku tidak mau menyerah.

Saat aku menelepon untuk yang ke-20 kalinya, terdengar suara tabrakan yang sangat keras.

Tubuhku terlempar seperti boneka tak berdaya.

Suara nyaring klakson menusuk kepalaku yang pusing, rasa sakit yang hebat menyebar ke seluruh tubuhku.

Lalu, cairan hangat mengalir keluar dari tubuhku.

Aku memegangi perutku. Merasakan nyawa yang ada di sana mengalir keluar dari sela-sela jariku.

"Nggak, nggak, nggak ... selamatkan anakku!"

Tapi, tidak ada yang mendengar teriakanku.

Aku menahan rasa sakit yang luar biasa dan menelepon Marco lagi dengan tangan gemetar.

Panggilan ke-21, aku menekan tombol panggil. Jempolku meninggalkan jejak darah di layar.

"Angkat teleponnya. Angkat teleponnya. Sekali ini saja dalam hidupku, kumohon, angkat teleponnya ...."

Telepon akhirnya tersambung.

Aku seperti menemukan cahaya penyelamat, ingin meminta tolong. Hingga suara perempuan terdengar.

"Sayang, dia nggak akan marah kalau lihat berita itu?"

Itu suara Sunny.

Aku menonton video pengumuman resminya berkali-kali, membandingkan diriku dengannya seperti orang bodoh, jadi telingaku sangat kenal dengan suara itu.

"Dia cuma pengganti. Apa haknya marah-marah? Tanpa aku, anak yatim piatu itu sudah membusuk di selokan."

"Lagi pula, dia terlalu mencintaiku. Dia nggak akan meninggalkanku. Bahkan kalau dia lihat berita itu? Dia nggak akan pergi. Dia selalu begitu."

Saat itu, darah di seluruh tubuhku seolah membeku.

Ponsel terlepas dari tanganku. Batas dunia mulai kabur, dan rasa sakit yang tajam di perutku menelan segalanya.

Sebelum pingsan, aku berpikir, 'Itu bukan Marco yang aku cintai.'

'Itu pasti orang asing yang menggunakan suara kekasihku.'

...

Setelah itu, aku terbangun oleh cahaya lampu neon yang menyilaukan dan bau disinfektan.

Dokter belum sempat bicara, tapi raut wajahnya yang sedih sudah memberitahuku segalanya.

"Turut berduka cita. Bayimu baru hampir tiga bulan, kami nggak bisa menyelamatkannya."

Tanganku mengusap perutku yang kosong. Pandanganku terpaku pada langit-langit. Mataku terasa perih.

Aku sebenarnya ingin memberi kejutan untuk Marco. Seorang anak. Sebuah keluarga.

Tapi, semua itu dia hancurkan dengan tangannya sendiri.

Aku menyeka air mata, menelepon nomor yang sudah lama kusimpan tapi belum pernah kuhubungi.

"Ayah."

Suaranya di ujung sana terdengar gemetaran. "Anakku? Benar ini kamu?"

"Aku sudah memutuskan." Suaraku datar dan dingin. "Aku bersedia menerima perjodohan dan menjadi pewaris keluarga. Tapi aku punya satu syarat."

"Asal kamu pulang, syarat apa pun boleh."

"Usir Sunny dari keluarga kita."

Ayah tidak ragu sedikit pun. "Sepakat. Tapi, anakku sayang, apa yang terjadi?"

Aku menahan isakan yang hampir meledak dari tenggorokanku.

"Bukan apa-apa, aku bisa mengatasinya. Aku telepon lagi nanti."

Setelah mengucapkan itu, aku menutup telepon.

Mereka mengira aku seorang yatim piatu, tidak punya apa-apa.

Mereka salah.

Sebulan yang lalu, orang tua kandungku menemukanku.

Mereka memberitahuku bahwa akulah pewaris sejati Keluarga Sanjaya.

Sunny adalah penipu. Ibunya menukar kami saat kami masih bayi, mencuri tempat tidurku, namaku, dan hak warisku.

Saat itu, aku tidak peduli.

Aku punya Marco, aku tidak butuh kerajaan mafia.

Betapa bodohnya diriku.

Sekarang, Sunny ingin mengambil identitasku, menikahi kekasihku, lalu menguburku di pemukiman kumuh.

'Langkahi dulu mayatku,' pikirku.

Tapi, tak lama kemudian, telepon berdering lagi. Sebuah pesan masuk.

[Diana, kamu pikir Marco mencintaimu? Tiga bulan lalu, saat kamu dituduh mencuri di toko dan ingin minta bantuannya, dia sedang bercinta selama denganku tiga jam di ruang ganti sebelah.]

Kuku-kukuku menancap dalam di telapak tanganku, tubuhku gemetar.

Pesan kedua.

[Kamu beruntung masih selamat dari kecelakaan itu. Menjauhlah dari Marco. Lain kali, aku nggak akan meleset dan kamu nggak akan pernah bangun lagi.]

Ternyata ... Sunny yang merencanakan semua ini.

Dia bahkan ingin membunuhku demi mendapatkan Marco.

Anakku ... meninggal karena dia.

Aku menatap kata-kata itu sampai pandanganku kabur.

Lalu menyimpan dua pesan itu dalam tangkapan layar.

Bukti dan kesabaran. Hidup dalam bayang-bayang selama tujuh tahun telah mengajariku banyak hal.

Berita dari media sosial kembali muncul di ponselku.

Aku refleks membukanya, dan melihat Sunny mengumumkan kabar gembira tentang dirinya dan Marco.

Komentar di bawahnya penuh dengan ucapan selamat.

[Tujuh tahun, akhirnya dia berhasil mendapatkan hati Sunny. Hebat!]

[Cincin itu disimpan selama tujuh tahun, menunggu dia yang menerima. Ini yang namanya cinta sejati.]

[Kekasih paling setia. Selamat!]

Kata-kata itu menghantam hatiku dengan keras.

Selama tujuh tahun, tak seorang pun dari teman-temannya mengenalku.

Tapi, kisah cinta mereka malah menjadi berita utama.

Dia mendapatkan status resmi, ciuman di depan umum, dan seratus kali lamaran.

Sedangkan aku ... hanya pantas dikurung di kamar, mendengarkan dia mengucapkan kata-kata cinta bekas yang sudah didengar orang lain.

Tepat pada saat itu, pintu kamar rawat tiba-tiba terbuka.

Marco muncul di pintu dengan seikat mawar, wajahnya masih dihiasi senyum lembut dan penuh kasih sayang.

"Sayang, aku dengar kamu dirawat di rumah sakit, jadi aku langsung bergegas ke sini. Untung, kamu nggak luka serius."

Dia meletakkan mawar itu di meja samping tempat tidurku, lalu mengeluarkan sebuah kotak beludru.

Lagi-lagi sebuah kalung berlian, sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Selamat hari jadi yang ketujuh."

Aku tidak berkata apa-apa.

Dia mendekat, mengira aku sedih karena dia tidak mengangkat teleponku.

Tangannya menyentuh daguku, mengangkat wajahku dengan lembut, jarinya menyapu bibirku.

Lembut, mesra, seperti yang selalu dia lakukan sebelum menciumku.

"Maaf, aku sedang sibuk. Kamu tahu aku nggak akan sengaja mengabaikanmu. Maafkan aku, ya?"

Matanya sangat tulus, sangat berpengalaman.

Lalu, pandangannya beralih ke bawah.

Ke ponselku yang masih menyala di atas pangkuanku.

Di sana terpampang berita tentang Sunny yang mengumumkan hubungan dengannya.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

reviews

ボニョママ
ボニョママ
心が温まる話でした。 光くんの望み通りパパとママもでき、お兄ちゃんは目には見えないけど大好きな弓月ママの中にいて。小さな誤解も解けてとてもよかった。
2025-08-23 21:07:42
3
0
蘇枋美郷
蘇枋美郷
私も後半ずっと泣きながら読んだ。それぞれの想いが交錯し、この結末まで辿り着けた。光くんも名前の通り、ある意味みんなの道標になってくれたように思う。ずっとずっと幸せでありますように…
2025-08-21 18:33:15
7
0
松坂 美枝
松坂 美枝
かなり泣いてしまった
2025-08-21 10:43:04
7
0
あーきよいち
あーきよいち
辛いのと悲しいのと切なさもあるけど、とても希望を持たせてくれる話だった。
2025-08-21 03:05:24
4
1
25 Chapters
第1話
「天野さん、海洋散骨の申込書を受け取りました。もう一度確認しますが、海洋散骨の後は何も残りません。ご家族も、あなたのことを思い出でしか偲べなくなります」天野夕月(あまの ゆづき)は淡々と、しかし揺るぎない口調で答えた。「分かっています」電話を切った途端、扉の向こうから使用人の声が響く。「奥様、榊原社長がお待ちです。パーティーが始まりました」今日は夕月と榊原隼平(さかきばら じゅんぺい)の三周年結婚記念日だ。階段を下りた瞬間、目の前に大きなバラの花束が差し出された。「夕月、三周年おめでとう」隼平が彼女を見つめる瞳には、溢れそうなほどの優しさが宿っていた。夕月が何か言う前に、周囲から冷やかしの声が飛ぶ。「おお、主役のご登場だ!」「いい夫婦といえばこの二人だよな。学生時代から今まで、変わらぬ愛だ」「そうそう、夕月さんが数年間海外に行ってても、榊原社長はずっと待ってたんだ」褒め言葉が夕月の耳に刺さる。変わらぬ愛?彼女と隼平の間に愛などなかった。あるはずがない。夕月はただそこに立ち尽くし、隼平も怒ることなく、花束を置くと彼女の腰に腕を回し、心配そうに声をかけた。「どうした、どこか具合が悪いのか?」答える前に、また誰かが笑いながら茶化す。「榊原社長、夕月さんを大事にしてるなあ。何年経っても愛情が全く変わらないじゃないか」「大丈夫よ」夕月は感情を見せず、そっと身体を離した。隼平は柔らかく微笑み、彼女の乱れた前髪を指先で整える。「じゃあ、行こう。パーティーが始まる」そう言って、彼は手を差し出す。夕月は一瞬だけためらったが、その手を取った。パーティーが終わったあと。隼平はネクタイを緩め、先ほどまでの優しさを消し、不機嫌そうに問いかけた。「パーティーの前、どこに行ってた?」夕月は視線を落とし、静かに言った。「隼平、あと一週間で私たちの契約は終わるわ」つまり、すぐに自分の行動は彼とは無関係になるということだ。空気が一気に張り詰める。「夕月」隼平の顔が険しくなり、声には押し殺した怒りが滲む。「どういう意味だ?」夕月は顔を上げ、澄んだ瞳で告げる。「時間があるときに、離婚しましょう。もう、お互いを解放して」隼平は笑った。「解放?自分が俺に何をしたか忘れたのか?」夕月の胸がひどくざ
Read more
第2話
そうだ、彼女はしぶとく生き延びた。あの日以来、二人はもう関わることはないと思っていた。だが、それから間もなく、夕月は自分の薬を受け取りに病院へ行った際、また隼平と鉢合わせした。彼女は慌てて診療記録を隠し、「母の薬を取りに来ただけ」と嘘をついた。隼平はまず彼女を皮肉り、それからこう言った。「俺と結婚しろ」夕月は一瞬、言葉を失った。「今、何て言ったの?」「俺と結婚すれば、母親を助ける手を打ってやる」夕月の母はもともと体が弱く、この数年は夕月の心臓病のせいで奔走し続け、持病を抱えていた。治療には莫大な金が必要だった。こうして夕月は彼と三年間の結婚契約を結んだ。「夕月、あの時お前に受けた屈辱は、一つずつ返してもらう」感情が高ぶると、隼平は目尻を赤くし、「なぜ俺を捨てた」と問う。夕月は何も言わず、彼の手を強く抱きしめるだけだった。たとえこの結婚が偽物でも、たとえ彼が自分を憎んでいても、今は少しでもそばにいたかった。丸三年、夕月は隼平の冷たい視線と嘲笑に耐え続けた。彼は言葉通り、あらゆる方法で彼女を侮辱した。そして、彼女の体はもう限界を迎えていた。疲れ切っていた。隼平が立ち上がる。「三年前の仕打ちに比べれば、まだ足りない」夕月は深く息を吸い、無理に声を張った。「構わないわ。時間が来れば、あなたとは自然に関係が切れる」隼平はその言葉に笑った。次の瞬間、彼は夕月を乱暴に引き寄せ、歯を食いしばる。「お前の心はやっぱり冷たいな!」そう言って、怒りを孕んだ口づけが落ちようとする。夕月は必死に押しのけた。「隼平……やめて!」「まだ婚姻関係は終わってない。なら夫婦の務めを果たしてもらってもおかしくないだろ?」次の瞬間、夕月はソファに押し倒され、首筋に痺れるような感触が幾重にも走る。「離して……」夕月は隼平を押しのけようとしたが、逆に両手を頭上で押さえつけられた。隼平は乱暴に唇を重ねていたが、そのとき、彼の腕に熱い涙が落ちた。その動きが止まり、彼は手を放した。夕月の目には涙が溜まり、こぼれ落ちる前に手の甲で慌てて拭う。隼平は苛立ったように髪をかき上げ、低く呟いた。「悪かった」そう言い残し、大股で部屋を出て行った。夕月は赤くなった目で彼の背中を見つめ、胸の奥が痛んだ。も
Read more
第3話
オフィスフロアに上がると、まだ足を踏み入れる前から、社員たちの噂話が耳に入ってきた。「私は岡村(おかむら)秘書に賭けるわ!」「でも、社長って奥さんのことが一番好きなんじゃないの?」「何もわかってないな……」話していた社員が、ふと視線を横にやると、そこに夕月の姿が。途端に顔色を変え、慌てて背筋を伸ばす。「……奥様」夕月は彼らの会話を聞かなかったふりをして、静かに口を開いた。「隼平は?」そこへ、隼平の秘書、笠原智(かさはら さとし)が歩み寄ってきた。「奥様、社長は会議中です。こちらへどうぞ」智は夕月を休憩室まで案内し、恭しく頭を下げた。「どのくらいかかる?」問いかけに、智は一瞬目を泳がせ、口ごもる。「えっと……もう少しかと」その様子に何か引っかかるものを感じながらも、夕月は気に留めず待つことにした。そうやって30分も待ったが、彼女は我慢できずに外に出て聞こうとした瞬間、突然目の前に人影が現れた。高く結い上げたポニーテール、元気いっぱいの若い女性だった。その顔を見た瞬間、夕月は息を呑んだ。自分に六割ほど似ている。彼女こそ、隼平の新しい秘書大城千世(おおしろ ちせ)だ。笑える話だが、この女性について夕月が知っていることは、すべて親切な奥さんたちからの情報だ。隼平はこの秘書にだけ態度が違うから、気をつけた方がいい、今どきの若い子は手口が巧妙だ、と。だが夕月は気にしなかった。いや、気にする資格すらない。この数年、隼平の周りから女が途切れたことはない。それはすべて、彼女を苦しめ、後悔させるため。そして、その目的は見事に果たされていた。他の女と親しげにしている姿を見るたび、夕月は胸が締めつけられる。そう思うと、ますます胸の苦しみが募っていく。夕月は立ち上がり、洗面所に向かった。冷たい水をすくって顔に浴びせた。再び顔を上げた時、鏡の中には若く美しい顔が映っていた。千世は夕月が気付いたのを見ると、たちまち笑顔を浮かべた。「あなたが夕月さん?よく人から聞くよ、私たちってすごく似てるって」夕月は笑みを返すだけで、何も言わない。千世は髪を整えながら、ため息をついた。「羨ましいね、毎日お金持ちの奥様ライフなんて。私たちは、毎日必死に働かないといけないから」「ただ……」一度言葉を切
Read more
第4話
夕月はそのままさらに三十分待ち続けたが、ついに胸の痛みに耐えきれず、ゆっくりと立ち上がって出口へ向かった。カチャ。ドアが開く。隼平と千世が、ふざけ合いながら出てきた。「本当にイタズラ好きだな」隼平が笑みを浮かべる。夕月は振り返り、この目に刺さるような光景を見つめ、手にしたスマホをぎゅっと握りしめた。隼平は彼女に気づくと、その笑顔をすっと消す。「金が欲しいなら、経理の手続きが終わるまで待て」声は冷たく、さっきまで千世に向けていた柔らかさは欠片もない。夕月は深く息を吸い、静かに頷くと踵を返した。エレベーターを待っていると、再び二人の声が耳に入る。「やだ、このバッグ欲しいってずっと思ってたの。たった320万円だよ?隼平さん、ケチケチしないでいいでしょ?」隼平は少し呆れたように、「わかった、わかった……お前の言うとおりだ」夕月は無意識に唇を噛み、胸の痛む箇所を押さえた。320万円のバッグを即決で買う男が、正妻である自分には経理の手続きを待てと言う。彼女の口元にかすかな苦笑が浮かび、首を横に振った。……夜が降りる頃、夕月は荷物をまとめて部屋の隅に置いた。玄関から、突然物音が響く。隼平が酒の匂いを漂わせて入ってきた。少し迷った末に、夕月は口を開く。「あのお金、経理はいつ通してくれるの?」彼女の身体は日に日に弱っている。もう時間の猶予はない。隼平は彼女を見下ろし、鼻で笑った。「そんなに金に困ってるのか?金がなきゃ死ぬとでも?」「そうよ」夕月は頷く。「だからいつくれるの?くれないなら、本当に死ぬ」男の顔がたちまち曇り、周囲に重苦しい空気が立ち込めた。思わず背筋が凍りつくような威圧感だった。「夕月、やっと本性を見せたな。やっぱり頭に金しかない女だったか」その背丈の影が彼女をすっぽり覆い、息が詰まるような威圧感が迫る。夕月は掌を握りしめ、淡々と返した。「そうね。隼平だって困ってないでしょ?少なくとも私は、あんたと一緒に苦しい時期も過ごしたわ。結婚もした。その私が、少しぐらい金を使ったっていいじゃない」ドンッ。隼平の拳が、夕月の背後のワイン棚にめり込む。「夕月、そんな見栄っ張りな女、地獄に落ちろ!」男の目が赤く充血している。夕月の心臓は、まるで見えない手に鷲掴みにされたよう
Read more
第5話
向こうからは絶え間ないざわめきと、男の怒鳴り声がかすかに混じって聞こえてきた。隼平は眉をひそめ、「どうした?ゆっくり話せ」と促す。「闇金の人たちが来て、私を売り飛ばすって、隼平さん……お願い、助けてきゃっ!」泣きじゃくる女の声は、突然ぷつりと途切れた。隼平がスマホの画面を見ると、通話はすでに切れている。彼の表情が一変し、立ち上がるとすぐさま外へ向かおうとする。「……隼平」夕月は、ほとんど残りの力を振り絞って彼のズボンの裾を掴んだ。「お願い、先に救急車を呼んでくれない?」男は見下ろし、わずかに苛立ちを帯びた目を向ける。「夕月、いい加減にしろ。そんな芝居、俺には通じない。お前が本当に死ぬっていうなら、それも悪くないな」冷たく笑って、彼は彼女の手を振り払い、大股で部屋を出ていった。背中が遠ざかっていくのを見つめながら、夕月は絶望的に目を閉じた。あの女は闇金に追われているなら、警察に頼めばいい。でも私は、本当に死ぬ。涙が一粒、頬を伝い落ちる。全身が痺れるほどの痛みに、もはやどこが痛いのかすらわからない。身体を小さく丸めたまま、彼女の意識はゆっくりと闇に沈んでいった。……翌日、病院。夕月はゆっくりと目を開ける。鼻先を消毒液のツンとした匂いがかすめた。「起きましたね。心臓病なのに、一人で家にいたらだめですよ?清掃の人が見つけてくれて、すぐに運んでくれたんです」カルテを閉じながら看護師が言う。「ご家族にも連絡しましたから、問題なければ退院できますよ」夕月は苦笑した。家族?隼平が来るわけがない。むしろ死ねばいいと思っているだろう。案の定、やって来たのは智だった。「奥様、社長がお忙しいので、代わりに様子を見に来ました」夕月はまだ手に入れていない薬のことを思い出し、唇を動かす。「経理のほう、お金はもう下りましたか?」「それが……」智は視線を落とす。「まだです」この表情を見ると、隼平がサインしなかったのだと、夕月はすぐに悟った。彼女が聞いた。「隼平はどこに?」智は息を詰める。隼平と夕月の愛憎を長年そばで見てきた。今の状況はまさに共倒れに近い。しかし自分はあくまで部下、口を挟む立場ではない。「それは……ご本人にお聞きください」夕月がスマホを開くと、電話をかける
Read more
第6話
夕月の表情はほとんど変わらず、淡々と告げた。「そう。じゃあおめでとう。用がないなら出て行ってくれない?休みたいの」千世はその反応に不満げな顔を見せたが、ふと机の上の錠剤に目を留め、二歩進み出て手に取ると、驚いたように口元を押さえた。「シルデナフィル?夕月さん、これ使ってるの?」その声はわりと大きく、廊下にいた隼平の耳にも届いた。シルデナフィル、いわゆるバイアグラだ。隼平は大股で部屋に入り、錠剤のシートを奪い取ると中身を確認し、鋭い視線を夕月へ向けた。「隼平さん、まさか夕月さんの部屋でこんな物を見つけるなんて……」千世は申し訳なさそうにうつむき、隼平の背後に立った。だが、その唇の端に浮かぶ得意げな笑みを、夕月はしっかりと見逃さなかった。隼平は彼女を見ず、冷ややかな目を夕月へ向けた。「夕月……お前の金は、こうやって愛人にこんな物を買ってやるためか?」シートは夕月の顔めがけて投げつけられ、鋭い角が頬を切り、すぐに赤い血が滲んだ。夕月はほんの一瞬だけ動きを止めたが、ゆっくりと身をかがめ、床に落ちた薬を拾い上げ、手の中で握りしめた。伏せた瞳が、その感情を隠している。「あなたが他の女と遊ぶのはよくて、私が駄目な理由は?」その声は小さく、何も気にしていないようで、それでいて覚悟を決めた者の響きがあった。隼平の胸に、説明できない怒りが燃え上がる。彼は夕月の顎を乱暴につかみ、ひとことずつ噛み締めるように言った。「そんなに気骨があるなら、金ももうやらない。お前のヒモが養えるか見ものだな」顔を乱暴に放られた夕月の頬は、掴まれた跡で赤く染まった。重苦しい空気の中、千世が口を開く。「隼平さん……」夕月がそちらを見ると、千世の手には写真立てがあった。怒りが一気にこみ上げた。「誰が触っていいって言った?返して!」千世は怯えたふりをして隼平の背に隠れ、震える声を作る。「隼平さん、ただ昔のあなたを見てみたかっただけで……」昔。その言葉は、目に見えぬ刃となって二人の胸を貫いた。隼平は写真立てを受け取り、指先にかすかな震えが走った。それは、大学時代の彼と夕月のツーショットだった。あの頃は、未来を共にすると本気で信じていたのに。だが、この女はもうとっくに、自分から去る覚悟を決めていた。隼平の表情が陰り、瞳に冷たい光
Read more
第7話
翌朝、夕月は最後の荷物をまとめ終えると、階下へ降りた。ダイニングでは、千世が朝食を取っている。「夕月さん!」出かけようとする夕月を見て、千世はすぐに立ち上がって追いかけてきた。夕月は彼女の声を無視し、そのまま玄関へ向かう。「昨日のこと、見たでしょ?空気を読んで、自分から身を引いたほうがいいわよ」背後から澄んだ声が響く。夕月は一瞬だけ足を止め、振り返って千世を見つめた。「それで?人の家庭を壊すのがそんなに誇らしいことなの?」千世の顔がみるみる青ざめ、そして真っ赤になる。「愛されてないほうが身を引くべきよ!」「愛されてないほうが?」夕月はその言葉を繰り返し、くすっと笑った。「じゃあ、大学の先生にでも聞いてみようか。本当にそう思うかどうか」「ちょっと」千世はカッとなったが、ふと夕月の背後を見やり、口元に笑みを浮かべた。「本気で忠告してるとでも思った?」夕月は眉をひそめる。それなら、何のために?「あなた、長年子どもがいないでしょ?榊原夫人も気を揉んでるの。あなたさえ身を引けば、次の女主人は私よ」榊原夫人はたびたび隼平にプレッシャーをかけ、「夕月が産めないなら他に産める女を」と迫っていたが、そのたびに隼平が突っぱねてきた。一部のセレブ妻たちは、そんな夕月を羨ましがっていた。それほど夫に甘やかされているのだと。夕月が一瞬、考えに沈んだその瞬間、千世の目が光った。突然、夕月を軽く押し、自分の身体を後ろに投げ出す。「きゃっ!」千世は階段を転げ落ちていった。夕月が反応する間もなく、脇を黒い影がすり抜け、真っすぐ千世のもとへ駆け寄った。「隼平さん……」千世は涙をぽろぽろこぼし、可憐に泣きじゃくった。「夕月さんもわざとじゃなかったと思うの。全部私が悪いから。もう帰るわ、二人の邪魔はしない」隼平は何も言わず、千世を横抱きにして立ち上がった。「夕月」彼は言った。「離婚しよう」周りに誰もいなくなってから、夕月は痛む胸を抑えながらゆっくり立ち上がった。千世が自作自演で転んだ。ただそれだけの理由で、隼平が離婚に同意した。それもいい。どうせ、もうどうでもいいことだ。……「天野様、このダイヤの指輪はとても質がいいですが……本当にお売りになるんですか?」ジュエリー店のスタッフが、恭しく
Read more
第8話
隼平は時速100キロを超える勢いで家に戻った。車を降りるなり、夕月の部屋へ向かう。「夕月!」空っぽ。原隼平は体を震わせながら、一歩一歩とクローゼットへと近づいていった。ガラッ。そこも空っぽ。頭の中でブンという音が響き、意識が真っ白になる。夕月、また何も言わずに、俺の前から消えるつもりか?いや、絶対に、させない……隼平はスマホを取り出し、番号を押すと歯ぎしり混じりに命じた。「夕月の行き先を調べろ。この数日間、何をしていたか、誰に会ったか!」通話を切ると、隼平は暗い目で画面を見つめる。夕月、二度と逃がしはしない。……「社長、奥様が先日購入された航空券が見つかりました。ただそこが最終目的地ではないようで……」智は小さく身をすくめ、存在感を消そうとする。ガシャッ!隼平の大きな手がデスク上の書類を払い落とす。「結果だけ言え。今、どこにいる!」「まだ、見つかっていません……」「はっ」隼平は怒りで笑った。「見つけられないなら、何のためにいる!探し続けろ!」「は、はい!」智は慌ててドアへ向かったが、何か思い出したように引き返してきた。「社長、こちらは奥様が最近病院で購入された記録です。かなりの量の心臓病治療薬と診察記録が……」隼平はそれを受け取り、手で追い払うような仕草をした。夕月が心臓病?しかも先天性?いや、そんなはずはない。隼平はすぐにその考えを打ち消した。もしそんな持病があったなら、知らないはずがない。大学時代の二人はあれほど深く愛し合っていた。隼平はソファに崩れ落ち、何日も力の抜けた状態が続いた。大きな手で目を覆い、そうでもしなければ、滲む涙を隠せそうになかった。「隼平、隼平」うとうとと眠っていた彼は、ぼんやりと目を開け、女性の姿を見た。「夕月……」その名を聞いた瞬間、千世の瞳が暗く揺らぐ。それでも笑顔を作った。「隼平さん、私、千世よ」隼平の目が一瞬で冴え渡る。顔をはっきり確認すると、苛立ちを隠さず言った。「誰がここに入れと言った」「隼平さん、私は……」「会社では俺を社長と呼べ!」鋭い声が響く。「今すぐ出て行け!」千世はその様子にたじろいだ。「もしかして、夕月さんが何か言った?隼平さん、教えて」彼女の声には焦りが滲んでい
Read more
第9話
「ありえない」千世は声を荒げた。「笠原さん、私を妬んでるだけでしょ!」智は言葉に詰まり、何とか諭そうと口を開きかけたとき、隼平が部屋から出てくるのが見えた。「社長」千世の顔がパッと明るくなる。「社長!」「笠原、さっき何て言った?」隼平は智の肩をつかみ、低い声で問い詰めた。智は面食らった。「え?あの、千世さんはただの夫婦ゲンカ……」「違う、俺が何のために、って言っただろ」苛立ちを含んだ声が遮る。「奥様を嫉妬させるために、って」隼平はしばらく黙った。その言葉が、胸の奥でどれほどの波を立てたか、誰も知る由もない。大学を卒業したあと、彼は一時期、深く荒れていた。死を考えたことさえあった。ただ、もう一度だけ夕月に会いたいその一念で日々を過ごし、いつしかその想いは、愛から憎しみに変わっていた。三年前、再び彼女に出会った瞬間、ずっと心の中に沈んでいた闇が裂け、まばゆい光が差し込んだ。夕月が現れたことで、自分がまるで生まれ変わったようだった。隼平は、その憎しみが自分を生かしていると思い込んでいた。だから彼女を妻にし、日々苦しめることで復讐を遂げようとした。だが、智の一言が、その薄い殻を壊してしまった。認めろ、隼平。お前は夕月を、愛している。心の底から、深く。恐れていたのは、彼女の瞳に自分が映らないこと。隼平は口の端を引き、苦く笑った。夕月、必ずお前を見つけ出す。二度と、俺のそばから離れさせない。S国。夕月は到着するとすぐに病院へ入り、治療を始めた。毎日、終わりのない薬と手術。その体は日に日に痩せていった。病院での暮らしは、退屈なだけでなく、心まで重くする。夕月が外に出られるのは、治療の合間の短い時間だけだった。「病気のくせにお見合いなんてして、相手に迷惑でしょ!」コンビニの前に座る男女。女の甲高い声が響き、次の瞬間、コップの水が男の顔にぶちまけられた。佐伯孝幸(さえき たかゆき)は顔をぬぐい、にこりと笑った。「お気をつけて」「バカじゃないの!病気のくせに人を騙すなんて!」女は罵りながらバッグをつかんで去っていく。夕月は孝幸を不憫に思いながら見つめた。だが、気にとめるほどでもなく、コンビニに入っていった。商品選びに集中していると、だらしない声が耳に入って
Read more
第10話
夕月が孝幸に抱いた第一印象はとにかく話が多い。「昼は何食べる?あ、そうだ、心臓の病気っていつから?俺の話も……」夕月が思わず口を挟む。「佐伯さん、先生から安静にって言われてる」孝幸はすぐ口を閉じ、唇の前でジッパーを閉める真似をした。そのとき、小さな男の子が駆け込んできて、孝幸に飛びつく。「お兄ちゃん!」孝幸は驚いて上体を起こした。「光(ひかり)、どうしてここに!」「今日は金曜日だから、学校が終わってすぐ先生が送ってくれたんだよ。看護師さんが、お兄ちゃんが病室を移ったって教えてくれたの」光はぷくっと頬をふくらませ、不満そうに言う。「お兄ちゃん、光を迎えに来てくれないんだもん」「光、いい子だな。お兄ちゃんは化学療法中なんだ。退院したら遊園地に連れてってあげるから、な?」孝幸は弟の頭をやさしく撫でる。「ほんと?」光の目がぱっと輝く。「本当さ。お兄ちゃんが嘘ついたことある?」光は嬉しさのあまり跳び上がったが、ふと横にいる夕月に気づき、こっそりと聞いた。「ねえ、このきれいなお姉ちゃん、だれ?」「お姉ちゃんも患者さんだよ。静かにしないとお姉さんの邪魔になっちゃうよ」光は力強くうなずいたはずだったが、次の瞬間、夕月の前までトコトコと歩み寄る。小さな顔を上げ、無邪気な声で言った。「お姉ちゃん、こんにちは」二人の会話は夕月の耳に全部届いていた。「こんにちは、光くんっていうの?」光はうなずき、そのまま夕月とのおしゃべりを始めた。夕月は苦笑するしかなかった。この兄弟、そろっておしゃべりなのね。……孝幸が弟の布団をかけ直しながら、夕月に言う。「ごめんね、うちの弟、人懐っこすぎて」夕月は首を振った。「いいえ、光くん、とってもかわいいわ」「私と同じくらいの歳に見えるのに、どうしてこんなに小さな弟が?ご両親は?」その問いに、孝幸の目がわずかに陰る。「光は、俺の病気のせいで生まれたんだ」孝幸は白血病だった。元々は一人っ子だったが、白血病と診断され、適合する骨髄が見つからなかったため、年老いた両親が再び子どもを授かることを決めた。「でも、光の骨髄も俺とは合わなかった。それに両親は……」孝幸の喉がかすれる。「病院に来る途中、事故で亡くなったんだ」夕月は息をのむ。「ごめん、そん
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status