Pembantu Rasa Nyonya
Otakku masih terbalik, berbedaan jam membuatku tidak sadar kalau ini masih belum waktu subuh.
“Ya udah. Sepuluh menit saja.”
“Terlalu cepat, Ran. Dua puluh menit,” ucapnya setelah membalikkan tubuhku ke arahnya. Matanya mengerjap malas.
“Lima belas menit.”
“Tidak, tiga puluh menit,” serunya membuatku mengernyit. Kok tambah lama?
“Ya, udah. Dua puluh menit.” Akhirnya aku mengalah.