Racun Mertua
Kupejamkan mataku, ikhlasku menerima apapun hasilnya.
Lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh detik, aku menghitung dalam hati. Rasanya waktu menjadi amat lambat bergerak.
Tiga puluh detik, kubuka mataku. Pelan namun pasti garis itu mulai terlihat walau samar.
Empat puluh detik sudah, ia semakin perlahan terlihat.
Lima puluh detik berlalu, rasanya jantungku berdetak semakin kencang. Persis saat Bang Hasan akan mengucap ijab kabul dulu.
Hot Chapters