Selubung Memori
Dua orang ini mirip.
“Kita tetap akan istirahat jam satu,” cetus Haswin. “Siapa pun di antara kita yang ingin tidur, silakan, tapi jam dua kita perlu berangkat lagi.”
“Kau yakin bisa tidur satu jam?”
“Maksimal jam tiga kita perlu berangkat,” koreksinya. Haswin mengambil sesuatu dari jaketnya—peta dan alat koordinat. Sorot senter di kepalanya menerangi itu. “Dilihat dari estimasi perjalanan yang diberikan tim peneliti, kita butuh delapan sampai sembilan jam. Kurasa kalau kita mempertahankan kecepatan ini, kita benar-benar bisa tiba delapan jam lagi. Sekarang jam berapa?”
Hot Chapters