Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!

Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!

Matanya mengamati lelaki itu tanpa terburu-buru, seperti seseorang yang sedang menilai sesuatu dengan sangat hati-hati. Tanpa berkata apa-apa, ia meraih teko kecil berisi teh peppermint hangat di tengah meja. Cairan berwarna keemasan itu mengalir perlahan ke dalam cangkir vintage di hadapan Atlas. Uap tipis langsung naik ke udara, membawa aroma mint kuat yang menenangkan. Atlas segera meraih alas cangkir itu ketika Amanda mendorongnya sedikit ke arahnya.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as a cup of tea
Read
+Library
ANAK YANG DIBAWA SUAMIKU

ANAK YANG DIBAWA SUAMIKU

"Baik, Mbak." Lelaki itu dengan lincah memasukkan es batu dalam cup kosong. Tetes-tetes air teh menyatu dengan bongkah-bongkah es dalam cup bening dengan tulisan berwarna hitam di luar. Melihat embun yang menempel di luar cup membuat rasa haus kian besar. "Ini, Mbak."
107.8K viewsOngoingAdded to Library 217 Times as a cup of tea
Read
+Library
Terjerat Pesona Kakak Ipar

Terjerat Pesona Kakak Ipar

"Aku buat dua, siapa tahu kamu mau." Alexa menoleh, tampak sedikit terkejut, tapi kemudian tersenyum tipis. "Makasih, Kak," katanya sambil meraih cangkir itu. Ia meniup permukaan teh yang masih panas sebelum menyeruputnya perlahan. Aku mengambil cangkirku sendiri, mencoba menikmati teh hangat ini sambil mencuri pandang ke arah Alexa. Suasana di ruang keluarga terasa hening, hanya diisi suara pelan dari televisi.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as a cup of tea
Read
+Library
Menikahi Kakakku yang Koma

Menikahi Kakakku yang Koma

Aku menyalakan teko air panas. Tanganku bergerak otomatis—menuang teh ke cangkir, memperhatikan uap tipis yang naik perlahan. Aromanya hangat, menenangkan, tapi pikiranku terus kembali pada satu nama yang tak ingin kusebut terlalu lama. Tama. Aku membawa cangkir itu ke meja makan kecil. Di sana sudah terbuka beberapa buku dan kertas.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as a cup of tea
Read
+Library
Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita

Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita

Setelah urusan mereka selesai, mereka kemudian berpisah jalan. Cahaya siang hari menyelinap masuk melalui jendela yang setengah terbuka, menonjolkan warna kemerahan pada teko tanah liat di atas meja. Di depannya, sebuah cangkir sederhana mengepulkan uap tipis ke udara, membawa aroma pekat dari daun teh yang baru diseduh. Tuan Kedua Wu mengambil cangkir, meniupnya pelan sebelum meminumnya.
1011.9K viewsCompletedAdded to Library 441 Times as a cup of tea
Read
+Library
KAMAR KEDUA

KAMAR KEDUA

ucap Satria, mengambil cangkir teh dan meneguknya. …
10256.2K viewsOngoingAdded to Library 5.6K Times as a cup of tea
Show Reviews (119)
Read
+Library
BIAN_Bella
novel ini memang berkualiti tinggi. Saya sanggup berjaga sampai lewat malam kerana terlalu asyik membaca. Gaya bahasanya indah, kemas, dan mudah difahami. Membuatkan setiap bab mengalir lancar. Jalan ceritanya jg berbeza daripada kebanyakan novel lain kerana tidak bergantung pada unsur dewasa sahaja
Sulistianah cuplis
wes lah...kalo novel kak njus gk ada yg gagal. rating 10 semua. keren semua. semua ceritanya gk ada yg lebay, relevan dgn kehidupan dan masalah-masalah yg sering terjadi, tp dikemas dengan penulisan yg luar biasa. makasih ya kak nyusul namaku pernah jadi pemeran figuran di salah satu novel nya ......
Read All Reviews
Diceraikan Suamiku, Dinikahi Adik Iparku

Diceraikan Suamiku, Dinikahi Adik Iparku

Setelah cukup lama, dia angkat kantung teh dengan hati-hati, membiarkan tetesan terakhir jatuh kembali ke dalam cangkir sebelum dia meletakkannya di sampingnya. Andin merasakan kelegaan yang mengalir melalui dirinya saat dia mengangkat cangkir teh itu ke bibirnya. Aroma lemon yang menyegarkan menyerbu indera penciumannya saat dia meniup permukaan cairan hangat di dalam cangkir.
103.5K viewsCompletedAdded to Library 87 Times as a cup of tea
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status