Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Oh, My Prince

Oh, My Prince

Tubuhnya pun telah terbungkus dengan selimut hangat berwarna biru. Shaunia segera mengubah posisinya dari tidur menjadi duduk. Ia menolehkan kepalanya kesana kemari untuk mencari Kiehl. Dan pada akhirnya ia menemukan pria tersebut sedang membawa sebuah cangkir berisi teh apel, yang merupakan minuman khas negara Androva. Wangi segar khas apel hijau yang bercampur dengan teh tercium sangat menggoda dan harum.
9.23.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 127 Beses bilang a cup of tea
Read
+Library
Beta Romeo And His Rogue [ID]

Beta Romeo And His Rogue [ID]

Dan yang lebih Rena sukai adalah Lea termasuk orang yang kritis terhadap sesuatu. Tangannya mengaduk teh yang selalu ia hidangkan setiap pagi. Teh sencha, minuman berwarna hijau khas jepang yang dibuat dengan cara unik yaitu dikukus dan kemudian digulung dan dikeringkan. Hidung yang tadinya mencium aroma teh berubah menjadi kayu manis dan juga bau pohon pinus yang semakin mendominasi. Rena menguatkan tekadnya hingga membuat tangan yang menggenggam sendok itu mengepal.
106.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 168 Beses bilang a cup of tea
Read
+Library
PESONA SUAMIKU YANG TAK PERNAH MEMILIHKU

PESONA SUAMIKU YANG TAK PERNAH MEMILIHKU

Menyapu debu yang sebenarnya hampir tak ada. Membersihkan rumah selalu membuatnya merasa masih berguna. Di dapur, ia menyiapkan teh. Satu cangkir. Tangannya berhenti. Ia menatap rak. Ada dua cangkir di sana. Sejak lama, yang satu jarang disentuh. Ia mengambil satu saja. Duduk. Menyeruput perlahan.
103.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 100 Beses bilang a cup of tea
Read
+Library
Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai

Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai

“Sejak tadi, aku perhatikan kau tak meminum tehmu?” tanya Ruth dengan nada santai. Ia menyesap teh yang baru saja dituang ke cangkir porselen berukiran bunga kecil yang indah. “Sayang sekali jika kau tak bisa menikmati teh seenak ini.” Althea tersenyum kikuk, tangannya meraih cangkir yang sejak tadi hanya digenggam tanpa disentuh bibirnya. “Maaf, Bibi. Aku… sedikit gugup, sejujurnya.”
104.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 170 Beses bilang a cup of tea
Read
+Library
Ibu Susu untuk Bayi Gaib

Ibu Susu untuk Bayi Gaib

"Saya bawakan camilan, Tuan." Tini meletakkan nampan di meja samping, menuangkan teh ke cangkir porselen bermotif naga biru. Uap harum melati menguar, bercampur dengan aroma samar dupa. "Berapa gulanya, Tuan?" "Satu saja." Tini memasukkan segumpal gula batu, mengaduk perlahan. Sendok berdering halus mengenai porselen. Ia mengulurkan cangkir dengan membungkuk sopan.
104.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 151 Beses bilang a cup of tea
Read
+Library
Terjebak Pernikahan dengan CEO Misterius

Terjebak Pernikahan dengan CEO Misterius

“Kau mau teh?” Ezra menggeleng. “No, thanks. Aku baru saja menghabiskan secangkir kopi.” Aurora hanya mengangguk. Satu kantong teh earl grey diseduh dengan air panas, menguarkan aroma teh hitam dan bergamot yang akhir-akhir menjadi favoritnya. “Apa yang kau sukai dari Kael?” Ezra memulai percakapan lagi. “No offense, aku hanya penasaran kenapa kau menyukai pria semenyeramkan Kael.”
1.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 43 Beses bilang a cup of tea
Read
+Library
Pendekar Pedang Suci

Pendekar Pedang Suci

Tidak ada banyak perabotan di dalam ruangan ini selain teko teh dan beberapa cangkir. Huang Fu membalik lima cangkir dan mengopernya pada para petinggi aliansi gongliao. Teko teh dibuka, aroma semerbak dari daun teh yang sudah diseduh beberapa lama menyeruak keluar. Huang Fu menuangkan teh untuk dirinya dan kawan-kawannya.
9.9122.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 4.9K Beses bilang a cup of tea
Ipakita ang mga Review (34)
Read
+Library
Khoirul N.
Selamat malam, Maafkan penulis yg tidur terlalu lama hingga naskah ini baru up lagi. Jika terasa aneh atau berbeda, maklumin ya. Semoga besok bisa up lagi~ terima kasih bagi sesiapa yg mungkin menunggu cerita ini dilanjut.
Pek Siansu
saran saya buat pembaca. jgn prnhbacq buku yg bab nya 1 per hari. kalian akan kecewa karna tdk akan tamat. alias putus di tengah jalan. kemudia buku yg berseri alias trilogi atau apa. sebab belum tamat yg satu saja sdh sok nulis judul lain. akhirnya tdk kompeten
Basahin ang Lahat ng Review
Selir Chun! Kaisar Hanya Menginginkanmu!

Selir Chun! Kaisar Hanya Menginginkanmu!

Sesekali alisnya mengerut, seolah nadanya tidak pas, lalu dia berhenti, menarik napas panjang, mencoba lagi. Chu Qiao berjalan masuk dengan langkah pelan, membawa sebuah teko porselen berhiaskan bunga prunus. Uap pekat menari dari mulut teko, menguar aroma teh pahit yang segar. Tanpa sepatah kata, dia menuangkan teh itu ke dalam cangkir kecil di depan Chun Mei. Kecapi berhenti berbunyi. Hanya suara gemericik teh yang mengisi ruang.
1069.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.7K Beses bilang a cup of tea
Ipakita ang mga Review (25)
Read
+Library
Nissa Salsabila
makasih kak thor untuk bab 260 nya. ini yg saya tunggu dari lama. ruang kaisar bersantai dengan ratu chun. biar terasa bucin nya kaisar :) selalu selipkan d setiap bab keromantisan kaisar dan ratunya ya kak. :)
Emaknya Trejo
meskipun aku agak kemusuhan dengan dirimu thor tp i luv u pull lah,makasih ya udh bkn novel sebagus ini,,yah walaupun sebagian ada yg bilang bertele-tele tp bagiku ini salah satu novel terseru yg pernah aku baca!!sekali lg mksh ya author
Basahin ang Lahat ng Review
Kamu yang Menolakku, Kenapa Kamu Menangis?

Kamu yang Menolakku, Kenapa Kamu Menangis?

"Apa ada orang?" Leo tidak melihat siapa pun, jadi dia memanggil. Namun, dia tidak mendapat jawaban apa pun. Tepat ketika Leo hendak berteriak kembali, tiba-tiba ada gerakan di dalam. Sebuah robot berjalan ke arahnya sambil membawa nampan. Ada secangkir teh dan sebuah catatan di nampan yang bertuliskan tunggu sebentar. Leo mengambil cangkir teh itu dan menciumnya. Setelah memastikan bahwa teh itu tidak beracun, dia menyesapnya.
9.373.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.5K Beses bilang a cup of tea
Read
+Library
Secangkir Teh Untuk Suamiku

Secangkir Teh Untuk Suamiku

“Mungkin. Mungkin juga dari fans berat. Atau kamu yang kirim?” Chalia hanya mendengus. “Lucu.” Dia mengambil bungkus teh itu tanpa banyak bicara, membawanya ke pantry kecil di sudut ruang praktik. Air panas sudah tersedia di dispenser. Dengan gerakan otomatis, di menyobek plastik, mengambil satu kantong teh, dan memasukkannya ke dalam cangkir putih kesukaan Janu. Aroma khas earl grey langsung menyebar, tajam dan sedikit sitrus.
105.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 157 Beses bilang a cup of tea
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status