Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Putra Langit Tak Tertandingi

Putra Langit Tak Tertandingi

terlalu hangat untuk dua orang. Xiao Zi Ning berdiri kaku di sisi kiri ruangan, membawa nampan kecil berisi teko teh dan dua cangkir keramik giok. Tangan mungilnya bergetar sedikit saat menuangkan teh. "Teh bunga plum, seperti saran Nyonya Kedua... mudah-mudahan beliau suka..." gumamnya pelan, berusaha meyakinkan diri sendiri.
9.310.2K viewsCompletedAdded to Library 284 Times as a cup of tea
Read
+Library
Ibu Pengganti 1 Miliar untuk Anak Pewaris

Ibu Pengganti 1 Miliar untuk Anak Pewaris

Aleena menoleh dan menatap wanita setengah baya yang kini tersenyum padanya itu. "Buatkan minuman untukku ya?" pintanya. Mendengar permintaan itu, seulas senyum di bibir Aleena pun kini tampak terlukis. Ia teringat kalau Camelia sangat menyukai teh chamomile buatannya. "Baik, Nyonya." Aleena mengangguk kecil. Beberapa menit kemudian, Aleena kembali membawa sebuah nampan berisi teko kaca dan beberapa cangkir di sana.
10132.5K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as a cup of tea
Show Reviews (25)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Te Anastasia
Halo teman-teman, jangan lupa mampir ke NOVEL TERBARU author, Berjudul : Nona, Tuan CEO Ingin Lebih dari Semalam ikuti keseruan kisah romansa Gerald Gilbert dan Giselle Marjorie, yaaa.. terima kasih(⁠◕⁠ᴗ⁠◕⁠✿⁠)(⁠✿⁠^⁠‿⁠^⁠)
Read All Reviews
Jiwa Kekasihku di Tubuh Suamiku

Jiwa Kekasihku di Tubuh Suamiku

"Duduklah dulu. Aku buatkan teh." Ia kembali dalam beberapa menit. Dalam nampan kecil yang ia bawa, hanya ada satu cangkir teh chamomile, mengepul pelan. Ia meletakkannya di depan Brian, lalu duduk di seberangnya, rapi dan tak mengharap imbalan. Brian menatap cangkir itu lama. Ia merinding, lalu menatap wajah Alana. "Apa kau... meracuni teh ini?" tanyanya pelan. Senyumnya sekilas, tapi matanya tajam. Separuh bercanda, separuh... tidak.
102.3K viewsCompletedAdded to Library 45 Times as a cup of tea
Read
+Library
Nona, Pangeran Jatuh Cinta Pada Anda!

Nona, Pangeran Jatuh Cinta Pada Anda!

Lalu memasukkan beberapa daun teh kering ke dalamnya. Uap tipis mengepul dari cangkir tanah liat yang Allea pegang. Aroma teh hangat menyebar pelan, bercampur dengan wangi kayu bakar yang masih menyala di tungku dapur. Allea melangkah keluar dengan hati-hati. “Silakan, Yang Mulia. Tehnya mungkin tidak semewah yang biasa Pangeran minum di istana,” ucapnya pelan, sedikit canggung.
879 viewsOngoingAdded to Library 29 Times as a cup of tea
Read
+Library
Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan

Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan

Tatapannya terarah ke pintu, seakan menunggu seseorang pulang. Wajahnya terlihat santai, tetapi kesabaran di matanya semakin tipis dari waktu ke waktu! Yu Li masuk pelan, menutup pintu secara hati-hati. Dia meletakkan poci panas di atas meja, lalu menata dua cangkir kecil di depan nyonyanya. Uap tipis mengepul lembut. Yu Li menuangkan teh dengan gerakan terlatih. Warna keemasan cairan itu mengisi cangkir perlahan.
1037.3K viewsCompletedAdded to Library 858 Times as a cup of tea
Read
+Library
Sang Villainess Memikat Tiga Pria!

Sang Villainess Memikat Tiga Pria!

Kenapa rasanya seperti dirinya sedang dilayani sesuatu yang mustahil terjadi? “Gula aja,” jawabnya pelan. “Satu setengah sendok teh.” Kai mengangguk kecil. Pria itu menuangkan air panas perlahan ke dalam cangkir hingga aroma teh hangat langsung menyebar di udara dapur. Lalu tanpa banyak bicara lagi, Kai membawa cangkir tersebut kembali ke meja makan dan meletakkannya tepat di depan Yuna.
106.9K viewsCompletedAdded to Library 185 Times as a cup of tea
Read
+Library
Sentuh Aku, Renshu!

Sentuh Aku, Renshu!

​Uap panas mengepul dari cangkir porselen putih, membawa aroma teh melati yang bercampur dengan wangi bunga teratai dari taman paviliun. ​Liying menuangkan teh itu dengan gerakan yang luar biasa anggun dan terukur. Tangan mungilnya yang biasa menggenggam gagang pedang kayu hingga melepuh di malam hari, kini bergerak gemulai layaknya seorang dewi seni yang tak pernah menyentuh pekerjaan kasar. Ia meletakkan cangkir itu tepat di hadapan Yuchen, sengaja menggunakan teko dan nampan teh sebagai barikade fisik di antara mereka agar pria itu tidak memiliki ruang untuk meraih tangannya lagi.
103.3K viewsCompletedAdded to Library 115 Times as a cup of tea
Read
+Library
DENDAM CINTA MASA LALU

DENDAM CINTA MASA LALU

Mungkin dia bisa minum tehnya. Eva menarik punggung kursi utuk duduk, kemudian meraih sendok kecil untuk mengaduk cangkir teh. Eva duduk seorang diri, mengaduk cangkir teh yang baru dia tambah sedikit gula sambil menatap pemandangan laut biru berkilauan oleh cahaya matahari pagi. Suara dentingan sendok logam bertemu porselen sempat menciptakan rasa tenang tapi cuma sejenak.
1054.8K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as a cup of tea
Show Reviews (30)
Read
+Library
Jemyadam
Terimakasih buat teman-teman pembaca yang sudah setia ngikutin semua ceritaku. LUV U PULLL buat kalian semua. Cerita ini sudah tamat. Maaf kalau aku gak bisa balas komen pembaca satu-persatu. Untuk cerita selanjutnya bisa ikuti infonya di 1G JEMYADAM8. Buat pertanyaan silahkan DM, ya... ^•^
intan
gimana ya... babang aron sedang terjebak dgn kelakuannya sendiri... gak nunjukin bini ntar si lampir makin kepedean dan ngejar² kek setan, tapi kalo nunjukin bini bakal lebih hororr dari pada dikejar setan awokawok jadi kasian aku sama kau bang hak hak hak............
Read All Reviews
Partner Life

Partner Life

sahutnya sambil melirik Catharina yang masih duduk di atas ranjang. *** Seorang wanita tengah duduk di kursi yang menghadap ke sebuah taman. Dia duduk menyilangkan kakinya. Tampak di atas meja sebuah cangkir berisi teh hangat dan sebuah piring dengan dua telur rebus di atasnya. Tangan kanannya meraih cangkir teh yang masih mengepul. Dia mengangkat cangkir itu dan mendekatkan pada bibirnya. Lalu bibir itu meniup kepulan asap. Beberapa kali tiupan, lalu dia meneguk berulang teh hangat itu.
9.88.3K viewsCompletedAdded to Library 266 Times as a cup of tea
Read
+Library
Skandal Pengawal Dan Nona Muda

Skandal Pengawal Dan Nona Muda

Mira meletakkan nampan itu di atas meja di dekatnya, menuangkan teh itu ke dalam satu cangkir dan menyerahkannya ke tangan Candra. "Terimakasih," ucap Candra, matanya menyipit melihat warna teh yang terlihat cantik coklat keemasan dengan helaian saffron di dalamnya. Aromanya begitu menenangkan dan dia suka menghirupnya lama-lama. Mira tersenyum dan hanya diam memperhatikannya.
1012.6K viewsCompletedAdded to Library 451 Times as a cup of tea
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status