Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jangan Pegang, Coach

Jangan Pegang, Coach

"Because it's true every morning. How do Londoners survive on this?" “They don’t. They drink tea.” “I don’t want tea. I want good coffee.” “Then either find a good coffee shop, or accept that London’s coffee culture is… different.” “I don’t want to accept it. I want to complain about it.” David ketawa. "Fair enough. How long do you plan to complain?" "Until I find acceptable coffee or until complaining becomes boring." "Which will happen first?" "Probably complaining becoming boring."
1013.5K viewsCompletedAdded to Library 363 Times as not my cup of tea
Read
+Library
Suamiku Bukan Petani Teh Biasa

Suamiku Bukan Petani Teh Biasa

Selama berbicara Tinah meracik teh untuk majikan mudanya. "Coba minum teh ini, Mbak. Pasti nikmat dan segar karena berasal dari kebun teh sendiri." Tinah meletakkan secangkir teh yang masih mengepulkan asap di hadapan Lara. "Terima kasih, Nah." Lara mendekatkan bibirnya pada birai cangkir. Menghirup aroma segar serta meniupnya beberapa kali. Setelahnya Lara meneguk dengan nikmat, tatkala hangatnya teh mengaliri tenggorokannya.
1043.8K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as not my cup of tea
Read
+Library
PELUKAN PANAS SANG PRESDIR

PELUKAN PANAS SANG PRESDIR

jawabnya terbata-bata, mencoba menghindari tatapan tajam Marven. Marven menatapnya sejenak, lalu tersenyum kecil, seolah menemukan sesuatu yang menarik dari respons itu. “Saya suka makanan manis, tapi untuk minuman saya tidak suka manis. Kopi harus hitam pekat dan tidak diberi gula sedikit pun, jika kamu menyajikan teh juga harus tanpa gula. Apa kamu mengerti yang saya ucapkan, Naina?”
8.529.8K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as not my cup of tea
Read
+Library
Not a Week

Not a Week

pinta Dave tanpa menatap Donna. Seperti salah dengar, Donna bertanya untuk memastikan. "Apa? Buatkan kopi?" "Ya, kopi. Kamu tidak dengar?" balas Dave, kali ini dengan menatap mata Donna. "Biar kupanggilkan sekretarismu-" "Aku menyuruhmu, Donna. Jangan bilang, kamu tidak bisa membuat kopi." Kopi? Donna memang pernah meminum kopi. Membuat kopi? Tahu cara membuatnya saja tidak.
9.95.8K viewsCompletedAdded to Library 115 Times as not my cup of tea
Read
+Library
Secangkir Teh Untuk Suamiku

Secangkir Teh Untuk Suamiku

Dia tidak menyela, membiarkan kata-kata itu mengalir. “Teh…” Nora menunduk. Jemarinya bermain di atas seprai. “Dia selalu meminumnya. Earl Grey. Entah siapa yang membuatnya jatuh cinta pada rasa itu. Padahal dia benci sekali teh melati buatanku. Aku hanya tahu… aku bisa memanfaatkannya.” Raksa menelan ludah. Pertanyaan yang selalu membayang di benaknya kini menemukan bentuknya sendiri. “Maksudmu?”
105.1K viewsCompletedAdded to Library 142 Times as not my cup of tea
Read
+Library
Mengejar Mantan

Mengejar Mantan

“Aku tidak bisa tidur, jadi aku ingin mentraktirmu secangkir teh.” Luna tertawa geli mendengar kata-katanya, “Kau tidak pernah makan dan minum teh, ya?” Joshua mengangkat alisnya. “Itu benar, aku tidak suka teh. Tapi Nellie terus meneleponku hari ini, mengingatkanku untuk memikirkan cara membeli secangkir teh pertamamu untuk menyambut musim gugur secara resmi.”
9.1765.4K viewsCompletedAdded to Library 19.9K Times as not my cup of tea
Show Reviews (190)
Read
+Library
Cathalina
uda bab 744 emosi bacanyaaa kyk apaan bgt sih di ulang2 muncul cewenya uda mati muncul lg yg baru, uda di bab 744 muncul aja uda 3 cewe yg suka sm joshua, kapan joshua sm lunaaa bersama kalo salah paham mulu dehhhhhh
Ossy Lestari
sudah habis koin banyak tapi ceritanya salah paham terus udh sampe eps 700 langsung aku baca acak ternyata sampe eps terbarunya pun masih salah paham aja cape org baru, salah paham, ganti org baru lagi salah paham ah sudahlah cape jadi bosen
Read All Reviews
Lie In Love (Dusta Dalam Cinta)

Lie In Love (Dusta Dalam Cinta)

Prang!!! Suara hantaman antara cangkir keramik dan lantai menimbulkan suara gaduh. Teh hangat beraroma chamomile yang harusnya dinikmati dengan tenang malah tercecer dan terbuang sia-sia karena ditolak mentah-mentah oleh seorang tuan muda yang dianggap gila.
1010.8K viewsCompletedAdded to Library 408 Times as not my cup of tea
Read
+Library
Miracle You

Miracle You

Wanita itu kembali bertanya. Aku mengangkat cangkirku. “Aku belum memikirkan hal itu.” “Apa karena Adrian?” Cangkir yang hendak ku sesap menggantung di udara. Pertanyaan Margareth menyiratkan sesuatu sehingga membuatku batal meminum the melati ini. “Maksudmu?” Margareth tersenyum samar. Ia meletakkan cangkir tehnya setelah menyesapnya sedikit. Rupanya wanita ini sangat menikmati acara minum teh kami hari ini.
1011.3K viewsCompletedAdded to Library 383 Times as not my cup of tea
Read
+Library
Satelliciocis Satellite

Satelliciocis Satellite

"Aku akan pulang sore ini dan tak ada lipton di cangkir tehku, mengerti? Archer suka sekali dengan selera teh rendahan. Hanya white truffel, paham?" Lagi, terdengar kekehan dari seberang sana dan tanpa Louis ketahui, Sylvia pun menganggukan kepala. "Tentu, Papa. Tak ada lipton sama sekali. Mungkin seharusnya Papa mengetahui selera teh orang Irlandia."
103.7K viewsCompletedAdded to Library 138 Times as not my cup of tea
Read
+Library
Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda

Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda

Pekerja kafe sambil bersiap mencatat sebagaimana yang dia lakukan pada Nyonya Nola. "Samakan saja." Aku terpaksa menyahut sesingkat itu. Masalahnya, selain mood-ku belum sepenuhnya membaik, aku juga 'buta' dengan daftar menu yang dia sodorkan. Aku memang tahu kopi, teh, atau semacamnya, tapi tidak dengan tulisan yang ada di belakangnya.
9.366.7K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as not my cup of tea
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status