Istri Abangku
Ica meletakkan jari telunjuk di bibirnya, memberi kode agar mamanya tak melanjutkan ucapan.
"Sudah tidak ada nama itu di dalam kehidupan Ica, Ma. Tak sudi juga Ica mengingatnya. Orang itu akan benar-benar Ica beri sianida di dalam otak, biar tak muncul lagi dalam pikiran Ica," terang Ica bersungguh-sungguh. Bu Miranti tersenyum tipis, lalu menggandeng tangan anaknya untuk segera keluar kamar.
"Mama yakin, kamu tahu mana yang baik dan buruk untuk kehidupan kamu. Bersabar ya. Anak Mama masih muda, masih bisa kuliah dan bekerja meraih cita-cita, dan masih bisa mendapatkan lelaki lain yang lebih baik."
Hot Chapters