Cinta Yang Salah
Kedua tangannya menggapai lalu membingkai wajahku dengan telapak tangannya.
"Intan, kenapa wajahmu setiap hari semakin cantik, membuat Mas tak jemu memandangmu, anugerah terindah yang diberikan oleh Tuhan untukmu. Dan, di setiap jengkal tubuhmu membuat Mas begitu bersemangat, kamu laksana energi baru untuk Mas, apa kamu merasakan hal yang sama?" ucapnya menggodaku di akhiri kecupan mesra di keningku.