Gairah Anak Sahabatku
"Apa benar, cara ini akan berhasil?"
Marven mengangguk pelan, lalu menunduk dan mengecup air mata di pipiku.
"Yakin bisa berhasil .... Bukankah Bi Ellie juga kesepian setiap hari? Kebetulan aku bisa mengisi kekosongan hatimu."
Detik berikutnya, bibir Marven perlahan-lahan bergerak menuju bibir mungilku. Sensasi yang sudah lama tak kurasakan kembali menghantamku, membuat tubuhku bergetar tanpa bisa dikendalikan. Perasaan yang hangat dan geli ini menjalar dari bibir, lalu menyebar ke seluruh tubuh, seolah setiap sel dalam diriku ikut bergemuruh.