Istri Pelit Bin Medit
Saat penutup kendi dibuka, aku terkejut kala melihat asap berwarna abu-abu pekat keluar dari dalam kendi, lalu melesat dengan cepat keluar dari celah jendela sisir rumah Mbah Ranem.
"Aku sudah mengirim pelet untuk suamimu. Kita tunggu saja esok hari reaksinya," ucap Mbah Ranem.
"Baik Mbah, terima kasih," balasku sambil mengangsurkan beberapa lembar uang merah kepadanya.
"Ini ambillah." Mbah Ranem menyerahkan sebotol kecil air kepadaku.
"Apa ini Mbah?"
"Jika kamu rasa peletnya mulai luntur, segera kamu teteskan air ini ke minuman atau makanan suamimu."