Sentuh Aku Lagi, Sayang!
Namun ketenangan itu seolah menganggapnya tidak ada.
Arkha duduk di hadapannya, menatap sarapan yang biasa ia nikmati. Pagi ini, nasi goreng telur itu terasa seperti makanan terakhir di rumah yang perlahan runtuh.
Perang dingin adalah istilah yang tepat untuk mereka saat ini. Tidak ada kemarahan, tidak ada teriakan. Hanya kesunyian yang mematikan, rutinitas yang terasa hampa, dan dua orang yang berbagi meja makan namun terpisah oleh jurang pengertian dan rasa sakit yang terlalu dalam untuk diungkapkan.