DIARY SKIZO
Antara masih mengantuk, dan bingung mencerna maksud kata-katanya.
Kurapatkan selimut di badan, dingin. Udara kota ini memang terlalu dingin untuk pecinta kehangatan seperti diriku.
"Mandi, ya?" ujar Afnan.
Aku menggeleng. Masih kurang siang untuk mandi, bisa-bisa nanti masuk angin. Apalagi, di dataran tinggi seperti ini. Dinginnya benar-benar menusuk tulang. Lagipula di penginapan kecil ini tak tersedia air hangat.