Koma
Pandangan jijik, menghina.
Aya tak mungkin salah, penglihatanya tak pernah salah, tetapi hatinya tetap tak bisa percaya.
Mata dan hatinya bentrok, dan berakhir dengan tangis. Aya menangis, rasanya sakit sekali.
Benarkah itu Sella?
Kenapa dia begitu tega?
Gadis ikal itu tak kuat, ia berlari menjauh.
Sesampainya di panti ia membasuh mukanya, jangan sampai ada yang tahu tentang kesedihanya.
Hot Chapters