Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Takkan Kubiarkan Kau Merebut Suamiku

Takkan Kubiarkan Kau Merebut Suamiku

Aku lihat ponselku, ada nomor asing yang sama sekali tidak aku kenal menelponku. Siapa ini yah, apa ini cuma orang iseng, yah udah aku angkat saja siapa tahu ini telepon penting. "Halo, ini siapa yah?" "Ha-haloo ... i-ini Mas Azra?" Siapa ini yah suaranya seperti orang ketakutan, dia berbicara sambil setengah berbisik. "Iya ini saya, ini siapa?" "Saya Pak Maman, tukang kebun di rumah Non Mayra, Mas."
1022.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 800 kali sebagai aku baru
Baca
+Pustaka
Cinta Istri Berbuah Luka

Cinta Istri Berbuah Luka

Keisengannya ini membawa ilmu yang belum pernah tersentuh oleh otaknya. "Kalau kamu mau, aku masih ada rasa lain di belakang. Bisa aku ambilkan," kata Aruna menawarkan yang lain. Dzaki masih saja mengamati, terpikat dengan warna merah muda dari olahan strawberry. Terlebih buahnya pun ada di atas cupcake itu, menambah kesan tersendiri.
1021.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 470 kali sebagai aku baru
Baca
+Pustaka
Aku Perawan

Aku Perawan

usul Kinan yang membuat Keanu mengernyit. “Nggak jadi deh, asem banget,” ucap Tesa sembari berjalan menjauhi mereka. “Apanya yang asem?” teriak Kinan. Tesa menoleh ke arahnya. “Mukanya,” sahut Tesa dengan cengengesan. Keanu mengernyitkan wajahnya dan Kinan tertawa lebar mendengarnya. “Jadi, gimana?” “Cuma makan bakmi doang, Kak?”
1020.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 498 kali sebagai aku baru
Baca
+Pustaka
Balada Cinta ShaBar

Balada Cinta ShaBar

tanyanya penuh rasa ingin tahu. "Saltibarsciai," Akbar ngejawab pake bahasa planet. "Ha?" Kayanya semua sama-sama ternganga tiba-tiba. "Sup beetroot," jelas Akbar dalam bahasa yang lebih gampang. "Oh, makanya warnanya pink, ya?" sahut Mama semringah. Ya, ampun, ternyata mereka berdua cocok banget, sama-sama suka makanan. Kayanya mending Si Akbar sama Mama aja, deh, daripada sama aku.
1015.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 421 kali sebagai aku baru
Baca
+Pustaka
Melahirkan Keturunan Untuk CEO

Melahirkan Keturunan Untuk CEO

Tampaknya mode buaya Aavar tengah kumat, membuat dia senang dalam menggombal. "Mau Abang halalin gak?" Pertanyaan berikutnya berhasil membuat Aavar kena pukulan. Bukan dari Lusi, melainkan dari Aarav yang baru datang diantara perbincangan tersebut. "Jangan gila Ava! Dia masih kelas tiga, masih sekolah!" sergah Aarav dengan wajah tegasnya. Aavar yang mendapatkan hal tersebut tentu mencebik. "Untuk jatuh cinta tidak melihat umur, Rav. Oh, kalau tidak dengan adiknya, bisa dong dengan Kakaknya?" tanya Aavar menaik-turunkan alisnya.
1049.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai aku baru
Baca
+Pustaka
Aruna Putra Api

Aruna Putra Api

tanya Aruna. “Syukur lah kau baik-baik saja. Sekarang apa yang kau rasakan?” tanya Ki Bayanaka. “Aku tak merasakan apa pun sekarang, tapi....” Aruna membuka telapak tangan kanannya. Sebuah benda bulat sebesar biji buah salak berwarna merah dengan senggurat lidah api di salah satu sisinya. Aruna meraih benda itu dan memperlihatkannya pada Legawa dan Ki Bayanaka.
1015.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 505 kali sebagai aku baru
Baca
+Pustaka
Terjerat Pesona Papa Temanku

Terjerat Pesona Papa Temanku

“Kenapa aku kayak hafal banget?” Jantung Arunika berdegup keras. “Itu favorit kamu,” ucapnya hati-hati. “Kamu selalu pesan itu. Sama fuyunghai. Kadang capcay seafood.” Kaivan mendongak. “Selalu?” Arunika mengangguk kecil. “Iya. Katanya, rasa di sini nggak pernah berubah.” Kaivan terdiam. Ia menutup menu perlahan, lalu menekan pelipisnya. Kepalanya terasa berat, tetapi bukan sakit. Lebih seperti penuh.
1017.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 502 kali sebagai aku baru
Baca
+Pustaka
Era Baru

Era Baru

Kulitnya yang berwarna hijau tua membaur dengan sempurnanya di rawa. Awalnya hanya kepala lalu tubuhnya muncul dari dalam rawa. Tubuhnya begitu besar, beberapa meter besarnya. Kakinya yang gemuk tapi berotot dan begitu terlihat di permukaan, kaki itu memberikan intimidasi dan getaran yang sangat mengerikan. Ken Bamang merasakan sensasi mengejutkan di sekujur tubuhnya dan secepat mungkin dia mengarahkan matanya ke arah rawa.
1057.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai aku baru
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Sang Tuan Muda

Terjerat Cinta Sang Tuan Muda

Hanz terbelalak. "Mungkin di sini ada, Tuan. Nama lain buah itu Pineberry kalau tidak salah. Buah hasil persilangan Strawbery apa gitu dengan Nanas kalangan apa ya..? Pokoknya rasanya pun lebih berasa nanas dari pada Strawbery." jelas Arwan. "Kamu sudah pernah memakannya.?" Arwan hanya nyengir. "Hehe, Belum.?" "Lalu dari mana kamu tau,?" "Internet, Tuan.?"
1040.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai aku baru
Baca
+Pustaka
Terikat Kontrak Pernikahan CEO Posesif

Terikat Kontrak Pernikahan CEO Posesif

Dari ruang tengah, Aurea—anak kedua yang berusia tiga tahun—berlarian sambil membawa satu kaus kaki milik Aruna. "Mama! Ini kaus kaki Aruna yang pink-nya mana satu lagi? Kenzo nyembunyiin!" Wajahnya cemberut, pipi menggembung, seperti adonan roti belum dipanggang. Kenzo langsung membela diri, "Enggak! Aku cuma pinjem buat dijadiin helm T-Rex!"
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai aku baru
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status