KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Kenapa ada nama Mbak Medina juga?“
“Ya karena dia istriku juga, Ra,“ jawabnya.
“Owh ... Jadi ceritanya kamu bangga punya istri dua dan mau pamer. Begitu?“ Aku terkekeh sinis.
“Bukan pamer, Naira. Aku hanya berusaha adil, itu saja. Kalian sama-sama istriku, jadi sudah seharusnya diperlakukan sama.“ Lagi dan lagi, dia berkelit.
“Berlaku adil, ya?“ Aku tersenyum sinis.
“Berlaku adil pada dia, tapi tidak padaku. Ah iya, sekarang aku paham, kalau keadilan dalam rumah tangga poligami itu hanya milik istri yang subur bukan mandul sepertiku. Hanya milik istri muda, bukan istri pertama,“ ujarku sambil menggelengkan kepala.
Bab Populer