CLIENTKU DOSENKU
Pandangannya menyapu daftar kontak, lalu berhenti pada satu nama yang paling sering muncul, Luna.
“Aku izin hari ini nggak masuk kelas, aku sakit.”
Pesan itu diketik cepat, lalu dikirimkan seolah-olah berasal dari Alika sendiri.
“Jangan macam-macam, Alika,” gumamnya lirih, lebih seperti janji yang hanya ia sendiri yang mengerti.
Dengan langkah mantap, Adam akhirnya membuka pintu dan meninggalkan apartemen. Aroma parfum itu masih tertinggal di udara, menyelimuti ruangan—dan Alika—seakan menandai kepergiannya.
Sikat na Kabanata