Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BATARI

BATARI

Predator yang sabar selalu membiarkan mangsanya merasa aman di puncak—agar ketika jatuh, hancurnya menjadi tontonan yang paling memuaskan. Di Universitas Astoria, Batari menjelma legenda yang dingin: mahasiswa terbaik yang tak tersentuh. Senyumnya jarang. Suaranya hemat. Prestasinya seperti dinding kaca—indah, tinggi, dan berbahaya jika dilempar batu. Langkah Batari terhenti di depan pintu toilet yang sepi. Lorong itu terlalu sunyi untuk jam segini. Terlalu… sengaja.
10536 viewsOngoingAdded to Library 13 Times as wabi sabi
Read
+Library
KESEPIAN ABADI

KESEPIAN ABADI

Aku masih memikirkan hal yang kualami tadi pagi, sedikit menyesal karena tidak menoleh untuk melihat siswi itu. Tanpa sadar, aku tidak sengaja membuka buku Nevan pada bagian belakangnya, disana terdapat sebuah tulisan, sepertinya ungkapan hatinya, aku terkesima, laki-laki ternyata menulis isi hati juga. ‘Perubahan yang kulakukan hanya untuk menyenangi semua orang, tetapi tidak tahu apa aku senang melakukannya, semoga perubahan ini bisa menjadikanku terkenang, sampai nanti aku tidak ada’
104.8K viewsOngoingAdded to Library 134 Times as wabi sabi
Read
+Library
SABDA CINTA

SABDA CINTA

Dia tersenyum senang karena cincin itu sangat pas di jari Cinta. Lagi-lagi Cinta melongo melihat tingkah Sabda. "Maaf karena aku tidak bisa memberimu surprise seperti ala-ala CEO kebanyakan di Novel. Dan maaf juga karena memberikanmu cincin murahan seperti itu. Lebih tepatnya gratis sih," ujar Sabda sambil garuk kepala. Cinta tak menjawab, mata wanita itu malah berkaca-kaca karena mendengar serentetan kalimat Sabda yang begitu menyejukkan.
85.8K viewsCompletedAdded to Library 184 Times as wabi sabi
Read
+Library
Anak Kembar yang Dibedakan

Anak Kembar yang Dibedakan

“lagian pakai acara kabur segala. Pake izin lagi, kabur macam apa itu?" Satpam kompleks yang lewat sempat melirikku dengan tatapan aneh. ‘Cantik-cantik ngomong sendiri.’ Mungkin itu di pikiran mereka. Sabia memang cantik, mungkin yang bilang jelek butuh obat sakit mata yang ditawarkan di kolom komentar I*******m.
1018.0K viewsCompletedAdded to Library 539 Times as wabi sabi
Read
+Library
Sabitah

Sabitah

Bumi kembali melayangkan pertanyaan yang memancing emosi sang Ayah. Laki-laki paruh baya itu membanting gelas kaca yang berisi wine mahal berwarna merah pekat. Mata Arya Bahtera menajam. Laki-laki itu memang terlalu sensitif jika membahas Soka Chivalry. Bagaimana pun Arya Bahtera tidak bisa menutup mata jika Soka memang seorang peneliti jenius pada masanya. “Jangan membawa Soka pada pembicaraan kita, Bumi. Dia sudah mati dan tujuan kita di sini adalah mendapatkan gadis itu.”
102.6K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as wabi sabi
Read
+Library
Putih Abu-abu

Putih Abu-abu

Dalam hati mereka sudah mengumpat berulang kali pada waktu. “Saya tau kalian sudah nggak sabar pengen pulang,” celetuk seorang wanita dengan kacamata bulat bertengger di hidungnya yang minimalis saat ia menangkap beberapa orang di depannya melirik arloji yang melingkar di tangan kiri mereka. Wanita dengan name tag Susi Wirahmani—seorang guru yang terkenal galak—berdiri tepat dengan senyum merekah di bibirnya yang tebal dengan polesan gincu merah menyala. “Sama saya juga,” lanjutnya dan sukses mengundang gelak tawa para murid di ruangan itu. Meskipun terkenal galak, Bu Susi memiliki sisi humoris yang tinggi. Untuk mencairkan suasana kelas yang kadang tegang. Ia menunjukkan sisi humorisnya itu
104.3K viewsOngoingAdded to Library 125 Times as wabi sabi
Read
+Library
PDKT di Sarang Monster

PDKT di Sarang Monster

Mereka tidak membeli wewangian; mereka mencari makna. Pengetahuan mereka tentang hal-hal acak—mulai dari puisi surealis Ceko hingga perbedaan konsep 'harmoni' dalam musik Baroque era Bach dengan estetika wabi-sabi Jepang—seringkali berada di luar nalar. Dan yang paling parah, mereka selalu, selalu, ingin berdiskusi. Dimas tahu, dia tidak akan tanya, "Mana yang wanginya enak buat malam minggu?" Dia mungkin akan tanya, "Saya mencari aroma yang bisa merepresentasikan 'kehampaan' tapi sekaligus 'penuh'."
992 viewsCompletedAdded to Library 33 Times as wabi sabi
Read
+Library
SIMBIOSIS

SIMBIOSIS

kata Robi. "Pameran? Pameran apa?" tanya Eva. Robi mengeluarkan selembar kertas kecil yang tebal sama persis dengan yang diberikan oleh sahabatnya. "Pameran seni. Kamu engga mau kasih kejutan buat dia?" "Kejutan apa?" tanya Eva lagi. Entah mengapa ia seperti orang bodoh saat ini. "Barangkali saja kamu mau berbaikan atau rujuk dengan Kak Andra," kata Robi dengan senyum lebarnya.
9.96.8K viewsCompletedAdded to Library 212 Times as wabi sabi
Read
+Library
GAYATRI

GAYATRI

sahut Bu Tini dengan memberi penekanan di kalimat akhir membuatsang empunya nama merona. Gayatri keluar dengan menunduk. Semuamata memandang Gayatri takjub. Kali ini, ia memakai gamis hijau emerald dengar bordir keemasan berpadujilbab pashmina senada. Sungguh membuat Gayatri terlihat sangat cantik,walaupun tanpa make up yang berlebihan. "Ehem, belum sah!" celetukFariz yang mendapati Ustaz Haikal terpesona.
103.4K viewsCompletedAdded to Library 132 Times as wabi sabi
Read
+Library
Tawanan Cinta Tuan Abizar

Tawanan Cinta Tuan Abizar

Saat Abizar benci music dan nyanyian, tapi Abizar menyukai nyanyian wanita itu, sekalipun asal. Saat Abizar tidak suka mendengar suara merdu orang lain, hanya suara Mawar yang harus terdengar indah di telinganya. Saat Mawar bicara dengan suara halusnya, kadang Abizar memejamkan mata, menikmatinya, seakan mendengarkan music. Abizar benci music, tapi bagi Abizar nyanyian dan suara Mawar yang bahkan tidak bernada adalah music terbaik. Dia bisa menghayatinya, memasukkannya ke dalam hati dan menenangkan diri. Berbeda dari music dan nyanyian orang lain, kepala Abizar akan kacau, seperti berputar dan tidak tahan untuk menghancurkan sumber music itu.
1013.0K viewsOngoingAdded to Library 364 Times as wabi sabi
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status