Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Perjalanan Sang Batara

Perjalanan Sang Batara

Wiro Sableng tak sadar apa yang dia b perbuat. "Benar Ki, aku hanya ingin sedikit menyerap kekuatan api itu untuk batu hitam pasangan kapak milikku. Semoga Ki Lintang berkenan. Setelah itu terserah Ki Lintang mau minta bantuan apa kepadaku. Yang jelas, aku tidak punya uang sepeser pun hikhikhik" kata Wiro Sableng. Ki Lintang Samudra menatap Jati Saba dan meminta persetujuan murid tuanya itu. Jati Saba mengangguk.
1011.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 275 kali sebagai lirik lagu wiro sableng
Baca
+Pustaka
Wiro sang Penakluk

Wiro sang Penakluk

Lisa bisa mencium aroma parfum Wiro—bukan aroma keringat seperti dulu, tapi aroma maskulin yang mahal dan memikat. "Aku punya satu pertanyaan untukmu, Lisa," kata Wiro dengan suara rendah. "Apakah sekarang kamu menyesal?" Lisa tidak menjawab. Air matanya mengalir deras, tapi bibirnya tetap terkatup. "Bagus," kata Wiro. "Simpan penyesalan itu. Hiduplah dengannya setiap hari. Karena aku tidak akan pernah kembali padamu. Tidak dalam sejuta tahun."
1026.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 948 kali sebagai lirik lagu wiro sableng
Baca
+Pustaka
KSATRIA TIGA JAMAN

KSATRIA TIGA JAMAN

Wirota tertegun ditantang seperti itu Dasar bodoh, dia malah menantangku berkelahi tanpa senjata, batin Wirota. Sementara di pihak Ra Kembar, dia menyadari jika Wirota masih memegang pedang Naga Bhumi, dia tak akan sanggup mengalahkannya. Sementara dia masih punya jurus simpanan yang jarang digunakannya. Ajian Pukulan "Balung Ireng" akan membuat tubuh lawannya terbakar jika terkena pukulannya. Ajian ini digunakannya setiap kali dia dalam keadaan yang sangat terdesa. Karena setelah menggunakan ajian ini energinya akan tersedot habis dan diperlukan waktu lama untuk memulihkannya. Melihat Wirota masih saja terdiam Ra Kembar bertanya lagi "Bagaimana, sanggupkah kamu menerima tantanganku atau jik
1023.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 858 kali sebagai lirik lagu wiro sableng
Baca
+Pustaka
Perempuan Berkhodam Pesinden

Perempuan Berkhodam Pesinden

Aku lagi bang wingo wingo Jin setan kang tak utusi Dadyo sebarang Wojo lelayu sebet Tak utusi dadyo sebarang Setan, jin, pocong, danyang Dak lingsirake, dak gubahake Lir sedhoyo lelampahan Tak jaluk ojo marani Setan, jin, pocong, danyang Lir sedhoyo, ojo tangi Minggira seduluran" Nyanyian itu terus diulang-ulang oleh Sulastri hingga lawannya terlihat lemah tak berdaya. Melihat sebuah celah untuk melumpuhkan lawan, Ia segera mendekat dan mengikat selendangnya tepat di lawannya, hingga sang lawan menyerah dan memilih untuk menghilang.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai lirik lagu wiro sableng
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Zraaab. "Aagh...!" Ki Wirogo terpekik, tubuhnya mengepulkan asap putih samar-samar bagaikan terbakar bagian dalamnya. Kulitnya tampak mulai mengelupas. Sekalipun demikian ia masih kelihatan berusaha untuk melarikan diri. Tubuhnya melesat ke atas dalam satu hentakan kaki yang terpendam, ia hinggap di atas pohon dalam keadaan limbung. Tandu Terbang berkelebat mengejar sambil melepaskan senjata logam putih mengkilap dari ujung kayupengusungnya. Ziiing!
1030.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 945 kali sebagai lirik lagu wiro sableng
Baca
+Pustaka
Lingsir Wengi -Tembang jawa

Lingsir Wengi -Tembang jawa

“Sabar dhisik. Yen kowe ngerti kabeh, bisa wae atimu ora kuat.” (Sabar dulu. Kalau kamu tahu semuanya sekarang, bisa saja hatimu tidak kuat.) Ratna terdiam. Nafasnya terengah, matanya terus menatap pintu kayu yang bergeming. Tapi telinganya menangkap sesuatu… suara nyanyian itu kini terdengar jelas sekali, seolah berdiri tepat di depan rumah. “Lingsir wengi… sliramu tumeking sirno…”
788 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai lirik lagu wiro sableng
Baca
+Pustaka
Sang Pengantin Iblis

Sang Pengantin Iblis

"Hahaha… Permainan macam apa itu? Biasanya, yang dapat menahan segala godaanlah yang menang." "Itu sudah terlalu umum, Honey. Aku ingin sesuatu yang berbeda." "Pria bodoh ini pasti sengaja menyulitkanku. Lihat saja, siapa yang akan kalah nanti," batin Vivian. Ia menyeringai. "Oke, bagaimana kita mulai?" ucap Vivian. "Permainannya gampang. Ada tiga babak dalam permainan ini. Babak pertama nonton film. Babak kedua menari dan babak ketiga…" Axel menatap nakal.
1012.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 316 kali sebagai lirik lagu wiro sableng
Baca
+Pustaka
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

"Kami baru saja mendapatkan laporan. Saat Selir Agung... mantan Selir Agung Xiwu dibawa ke kediaman pengasingannya, ada seseorang yang mencoba mendekati kereta pengawalnya secara diam-diam. Orang itu sempat meloloskan pesan kecil ke dalam kereta sebelum kami sempat menangkapnya." Wajah Hongwu seketika berubah menjadi dingin dan serius. "Apakah pesannya sudah dibaca? Dan siapa orang itu?" "Isinya hanya tertulis kalimat singkat: 'Kesabaran belum habis, tunggu waktu yang tepat.' Orang itu berhasil melarikan diri, namun kami menemukan benda yang tertinggal—sebuah lencana kecil milik keluarga bangsawan wilayah selatan," perwira itu menyerahkan sepotong logam kecil berukir naga yang terlihat sanga
101.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai lirik lagu wiro sableng
Baca
+Pustaka
 GOLOK SETAN

GOLOK SETAN

Wiro Sabrang tetap akan berkelana membasmi kekuatan iblis yang dibawa oleh manusia. Dari istaba Salaka Negara Wiro Sabrang bisa melihat apa yang terjadi di Singosari. Bukan lewat Sentanu, melainkan lewat telepati indera keenam Wiro. Wiro bukanlah manusia biasa, akan tetapi setengah dewa yang masuk ke dalam raga atau tubuh bocah yang terbunuh belum waktunya. Wiroso yang mati dibunuh ibu tirinya saat masih usia 10 tahun. "Aku sudah melihat peperangan itu paman Sentanu. Biarlah Singosari jatuh ke tangan Mojopahit, jika kerajaan itu lebih baik" kata Wiro Sabrang.
109.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai lirik lagu wiro sableng
Baca
+Pustaka
MY CRAZY HUSBAND

MY CRAZY HUSBAND

Wis cukup ra bakal tak baleni Aku wis ora gagas kata luka Wis cukup wingi, ra pengen baleni Mario lehmu dolanan ati Wis wayahe we kapok blenjani Udan tangise ati, saiki wis rodo terang Masio isih kadang kelingan Kowe sing tak sayang-sayang Saiki mung cerito loro, mpun kadung mbekas ning dodo Perihe ati sing mbok paringi Wis cukup ra bakal tak baleni Perihe ati sing mbok paringi Ora tak baleni Lagu kedua pun dibawakan oleh vanya dengan lancar hingga selesai. Banyak yang menangis akibat lagu ini. Bahkan vanya juga sempat meneteskan air matanya.
717.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 460 kali sebagai lirik lagu wiro sableng
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status