Tawanan yang Menawan
Dengan erangan panjang, dia mencapai puncaknya, mengisi Indah dengan setiap tetes hasrat yang telah menumpuk berhari-hari.
Mereka tetap terpeluk erat, napas mereka tersengal-sengal, tubuh mereka masih berdenyut-denyut akibat orgasme yang kuat. Dalam keheningan yang menyusul, hanya terdengar desahan napas dan detak jantung mereka yang berdegup kencang.
Indah memandang Wirya, matanya berlinang air mata, tapi kali ini air mata kebahagiaan. “Aku... tidak pernah membayangkan akan seperti ini,” bisiknya.
Hot Chapters