Salah Melamar
“Setelah itu semua dinilai dari rasa nyaman. Banyak kan publik figur yang memiliki pasangan yang cantik atau gantengnya luar biasa, tapi tetap saja berpaling. Padahal bisa dibilang perekonomian mereka lebih dari cukup.’
Aku tak membantah, hanya menatap Mas Adam yang laksana pendakwah terkenal, tengah memberikan wejangan.
“Lebih dari itu. Pernikahan adalah ibadah, ladang pahala yang bisa dikeruk sebanyak-banyaknya. Hanya memandangmu, menciummu, itu saja sudah pahala, Sayang. Hal yang tak bisa kudapatkan dari wanita lain. Secantik atau pun sesempurna apapun dia.”
“Mas Adam itu sedang berdakwah atau sedang merayu?” tanyaku sambil tersenyum, menikmati wajah indah ciptaan sang maha segalanya.
Hot Chapters