Dinodai adiknya, dinikahi kakaknya
ucapnya lirih, suaranya bergetar, seperti ingin memastikan bahwa ia masih berada di dunia nyata, bukan dalam mimpi yang indah.
“Hm?” Alika menoleh, tatapannya penuh kelembutan, matanya yang basah menatap wajah Sadewa dengan pemahaman yang sama dalamnya.
“Demi Allah… aku nggak tahu harus ngomong apa lagi. Terima kasih… terima kasih banyak, sayang. Kamu sudah memberikan aku hadiah paling indah, hadiah yang melebihi apa pun yang bisa kubayangkan. Aku merasa tak pantas menerima kebahagiaan sebesar ini, tapi Allah mempercayakan ini kepadaku, lewat kamu, istriku…” Suara Sadewa pecah, bergetar di ujung kalimat, penuh rasa haru yang tidak mampu ia tahan.
Hot Chapters