DOSA TERINDAH
“Kata suamiku dia hobi ngeracik kopi, Mbak. Jadi bikin coffeeshop gini buat nyalurin hobinya. Sampai punya perkebunan kopi juga kan di puncak.”
“Iya sih, keren banget dia. Di antara tim basket mereka, kayaknya Ivan deh yang paling oke.”
“Hush! Hati-hati kedengaran suami, Mbak.”
Lalu terdengar suara tawa mereka, aku hanya ikut tersenyum mendengarkan.
“Yang aku heran, laki-laki sekeren dan semapan Ivan kenapa belum punya pasangan, ya.”
“Ah, nggak mungkin nggak punya, Mbak. Mungkin belum dipublis aja.”