MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI
"Ibu egois, Bumi. Ibu takut kalau Bumi tahu soal dia, Bumi akan mengikuti jejaknya. Tapi Ibu salah. Bumi bukan Aris. Bumi adalah Bumi. Bumi adalah anak yang Ibu besarkan dengan doa, bukan dengan dendam."
Bumi diam. Ia menunduk, menatap jari-jarinya. Untuk pertama kalinya, Kinan melihat setitik keraguan di mata anak itu. Bukan lagi tatapan dingin yang kosong, tapi tatapan seorang anak yang sedang mencoba mencerna rasa sakit yang terlalu besar bagi usianya.
"Apa Bumi akan jadi orang jahat juga kalau darah Bumi sama kayak dia?" tanya Bumi pelan.