Bahagia Setelah Dibuang
Kurasakan sudut mataku memanas, air mata menetes perlahan meninggalkan jejak basah di pipi.
Tiba-tiba, Bu Mayang mendekatiku lalu perlahan turun dari kursi rodanya d ngan susah payah. Lalu, dia berlutut di kakiku seraya menangis dan meminta maaf. Aku merasakan kalau Bu Mayang tulus meminta maaf padaku. Apakah beliau benar-benar sudah insaf?
"Bangunlah, Bu. Jangan seperti ini, malu dilihatin orang," ujarku seraya membatu Bu Mayang untuk bangun.