SETELAH KEMATIAN ISTRIKU
Permainan biola pun perlahan berhenti dan suasana menjadi hening.
"Wina. Aku Alvito Mahendra, orang kepercayaan kamu di kantor. Orang yang selama satu tahun ini, menjadi wakilmu sebagai bos di kantor. Orang yang selama setahun ini, mengagumi kamu, Wina. Hingga malam ini, aku putuskan untuk mengatakan semuanya. Aku ... mencintai kamu, Alwina Jelita!" tegas namun bernada lembut, Alvito mengatakan perasaannya pada Alwina.
Sontak Alwina terbelalak. Tidak menyangka, bahwa wakilnya lah yang justru menyatakan perasaan. Sedangkan selama ini, kedekatan mereka tak lebih dari seorang atasan dan wakilnya.