Antara Ambisi dan Cinta
“Dila, aku percayakan laporan harian penuh ke kamu ya. Kalau ada deviasi lebih dari 2% di jalur distribusi, cukup kirim ringkasan, jangan tunggu malam. Reno, mohon cek ulang baut sudut barat—aku tidak minta foto detail, cukup status pass/fail pakai format checklist. Aku enggak akan turun ke lapangan beberapa hari ke depan. Kita main aman.”
Tombol send ditekan. Ia menatap layar sedetik lebih lama, lalu memindahkan ponsel jauh dari jangkauan, menukar dengan buku jurnal kosong. Di halaman pertama, Cantika menulis:
“Hari ini aku memilih pelan. Bukan mundur, bukan kalah. Hanya pelan—supaya dua hati kecil di dalam perutku bisa tertawa.”