Penyamaran CEO Tanaka
Di lantai 30, ruang resepsionis terlihat sibuk — pegawai lalu-lalang dengan ekspresi terburu-buru, telepon berdering, dan aroma kopi mahal memenuhi udara.
Di antara hiruk pikuk itu, seorang wanita bergaun putih gading melangkah masuk dengan percaya diri. Tumit sepatunya menjejak lantai marmer, setiap langkahnya terdengar tegas, seperti ketukan jam yang tak bisa diabaikan.
Nadine Wijaya.
Putri pewaris Wijaya Build Corp, sekaligus mantan tunangan Adrian Tanaka.
Ia tampak sempurna — rambut disanggul rapi, mata tajam, senyum tipis menghiasi wajahnya. Tapi di balik semua itu, ada sesuatu yang tak tenang.