Dosa dalam Cinta
Suara tawa rendah terdengar, mengiris udara, dingin dan menusuk hingga ke tulang.
“Waktumu sudah habis, Satrio,” suara itu bergema, berat, dalam, seperti datang dari kedalaman bumi.
Dan di detik itu, tanah di bawah kaki Satrio bergetar hebat. Retakan membelah, dan dari dalam celah itu, cahaya merah meledak, menelan udara, menghantam tubuh Satrio, Parjo, dan segala yang ada di sekitarnya. Dunia Batavia sekali lagi runtuh—bukan hanya oleh api atau perang, tapi oleh sesuatu yang lebih tua, lebih kelam, dan lebih lapar dari sekadar dendam.
Hot Chapters