Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tingkat 99.999: Reinkarnasi Sang Arsitek Kosmik

Tingkat 99.999: Reinkarnasi Sang Arsitek Kosmik

Tentu, mari kita masuki Bab 20. Ini adalah bab Langit di atas Ibu Kota Solari bukan lagi berwarna biru ataupun hitam malam; ia adalah kanvas yang kacau, dipenuhi oleh robekan-robekan ruang yang memancarkan cahaya ungu beracun. Ratu Mazarine—atau entitas kayu hitam yang kini mendiami kulitnya—melayang di tengah badai tersebut. Suara tawanya bukan lagi suara manusia, melainkan distorsi frekuensi yang membuat gendang telinga para prajurit di bawahnya berdarah.
626 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai angkasa 169
Baca
+Pustaka
DiaLangit

DiaLangit

Karena Bara merupakan cowok yang sangat setia dengan kekasihnya. Si jenius dalam berbagai hal, terutama informatika, anak dari kelas XI IPA 1, yang menjabat sebagai ketua basket SMA Nusa Pertiwi, Arvano Narendra. Dan yang terakhir, Azizi Antariksa. Sang ketua kelas dari X IPS 2. Cowok yang sering kali disapa Zizi. Keempatnya merupakan siswa populer di SMA Nusa Pertiwi dengan berbagai kelakuan yang sering kali bikin semua orang terpesona hingga geleng-geleng kepala tak habis pikir dengan aktivitas yang mereka lakukan.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai angkasa 169
Baca
+Pustaka
Dicampakkan Setelah Malam Pertama

Dicampakkan Setelah Malam Pertama

“Hai, Jagoan! Mami tahu Angkasa ke sini?” “Tahu. Angkasa juga suka melihat langit.” Bocah berusia sebelas tahun itu tampan sekali dengan jas yang melekat di tubuhnya. “Angkasa pengen jadi astronot. Bisa melihat bintang dari dekat dan berkeliling ke luar angkasa.”
8.8155.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai angkasa 169
Baca
+Pustaka
Istri Sah, sang Presdir Dingin

Istri Sah, sang Presdir Dingin

"Tuan Angkasa, desainer Helen mengalami kecelakaan lalu lintas enam tahun lalu, kabarnya sangat serius, keluarganya membawanya berobat ke luar negeri dan baru kembali setahun kemudian." "Enam tahun lalu?" Angkasa langsung mengingat waktunya. Ethan mengangguk, dia juga sedikit heran, waktunya terlalu pas. "Enam tahun lalu, kapan?" "21 Juni," Selesai mengatakan tanggal itu, wajah Angkasa seketika berubah. "21 Juni? Tidak salah kan?" "Tidak," Ethan merasakan ada yang tak wajar setelah melihat perubahan Angkasa, jarang sekali ia melihat Angkasa segusar ini.
9.444.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai angkasa 169
Baca
+Pustaka
Expect The Glimmer [Indonesia]

Expect The Glimmer [Indonesia]

Oh, iya kenalin ini bos Kakak, Pak Langit eh Pak Angkasa. ”Langit aja tidak apa-apa,” koreksi Angkasa saat sedang asyik-asyiknya mendengar interaksi kedua manusia yang memiliki umur jauh berbeda. Cakra menyalami Angkasa tanda hormat kepada yang lebih tua. ”Aku Cakra om, Cakrawala.” Deg! Sepertinya ia tak asing dengan nama itu. ”Om,” panggil Cakra yang sebenarnya sedari tadi memerhatikan dengan saksama wajah Angkasa. ”Om yang pernah kasih aku makan pas di taman itu kan?”
1010.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 353 kali sebagai angkasa 169
Tampilkan Ulasan (24)
Baca
+Pustaka
Silver Eyes
PUEBI-nya rapi banget. Narasinya bagus pakai showing. Sesuai selera bacaan yang aku suka. Diksinya beragam nggak ngebosenin. Ceritanya sarat muatan lokal. Perbedaan kelas sosial di sini digambarkan dengan apik. Tulisan yang cantik.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Bintang untuk Angkasa

Bintang untuk Angkasa

Dia memang bisa mengatur-ngaturku, tapi di satu kesempatan, aku bisa se-keras kepala itu. Aku mendesah berat saat motor Angkasa berhenti di depan gerbang sebuah rumah berlantai dua, dengan halaman luas yang dipenuhi bunga-bunga yang bermekaran indah. Kulepaskan kedua tanganku dari bahunya, kemudian melompat turun dari motor berwarna putih itu. Angkasa yang masih duduk di jok motor, bahkan tanpa berniat melepaskan helm yang kupakai. "Jangan pernah mikir buat kabur lagi, hm?"
9.870.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai angkasa 169
Baca
+Pustaka
FIRST NIGHT WITH THE DEMON

FIRST NIGHT WITH THE DEMON

Angkasa meletakkan cangkir, tangannya berpindah mengusap perut buncitku. "Apa? Hasan Husein, Nicholas Nathan, Agam Azzam, Alexis Alexander, Abitya Abrisam?" Aku mengurai nama yang sempat terlintas di otak. Angkasa menggeleng. "Bukan." "Lalu?" "Antariksa dan Galaksi," jawab Angkasa. Spontan aku tertawa. "Pluto sekalian, atau Jupiter." Hidupku bakalan seperti di film Star Wars atau Star Trek. Dengan empat lelaki. 💙💙🌼🌼 Tamat.
1035.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 987 kali sebagai angkasa 169
Baca
+Pustaka
Antara Langit, Awan dan Udara

Antara Langit, Awan dan Udara

Ucap kak Andri mengakhiri sesi belajar kami hari ini. Aku masih mencatat not-not balok yang di ada di papan tulis. Ini pertama kalinya aku belajar membaca not. “Sky? Langit? Kalian ini punya nama yang mirip yah?” Kata kak Andri sembari merapikan jack bass. “Iya kan kak? Aku tadi juga kaget.” Sambung Sky. “Cocok jadi couple!” Canda kak Andri. “Eh! Ngga gitu konsepnya kak!” Seru Sky, aku meliriknya, wajahnya bersemu merah.
9.82.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai angkasa 169
Baca
+Pustaka
Bintang untuk Langit

Bintang untuk Langit

jawab Anta panjang lebar. Tatapan Langit kini beralih dari Anta ke punggung Bintang, hingga pemuda itu ingat akan kejadian semalam. Semalam, Langit mengendarai motor menuju tempat teman-teman dari SMA lamanya untuk nongkrong, hingga saat berada di perempatan jalan yang menunjukkan lampu lalu lintas berwarna merah dari arahnya, Langit pun berhenti tepat di belakang garis marka. Hingga Langit menengok ke kiri, kemudian melihat sesuatu yang membuatnya geram.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai angkasa 169
Baca
+Pustaka
Istri Kesayangan Mafia

Istri Kesayangan Mafia

Arkana tersenyum miris, menyesal tidak menggunakan pesawat besar yang kabin paling belakangnya dijadikan kamar. Saat ini mereka akan terbang menggunakan jet ukuran sedang jenis Cessna Citation Sovergn+ yang hanya muat menampung dua belas orang penumpang saja. “Kita bisa duduk di kabin belakang dan minta mereka enggak ngeliat ke belakang,” balas Arkana memberi ide membuat Zara terkekeh. Raditya yang sedari tadi memisahkan diri tampak berjalan mendekat.
1086.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai angkasa 169
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status