Kelir Getih (Layar Berdarah)
“Dalang ini tidak membunuh sembarangan. Ia sedang mementaskan sebuah lakon. Setiap korban, setiap penempatan, setiap properti adalah bagian dari sebuah narasi. Narasi yang ingin ia sampaikan kepada kita semua. Narasi tentang kebobrokan moral, tentang pengkhianatan nilai-nilai. Dan dia ingin kita, masyarakat, polisi, bahkan pemerintah, menjadi penontonnya. Menjadi bagian dari lakonnya.”
“Jadi, Anda ingin kami percaya bahwa ini adalah pertunjukan seni?” Kombes Wisnu tertawa hambar, mengejek, melipat tangan di dada dengan angkuh. “Lalu kita harus memberinya penghargaan karena telah membunuh banyak orang dengan… ‘sentuhan seni’?”
Bab Populer