Suamiku Memilih Muridnya, Aku Memilih Pergi
Pada hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-8, mahasiswi miskin yang dibiayai suamiku mengirimiku pesan provokatif. Dalam foto yang dia kirim, dia mengenakan cincin pernikahanku sambil memegang hasil pemeriksaan kehamilan.
[ Kak Selina, aku dan Kak Elian benar-benar saling mencintai. Relakan saja dia untukku. ]
[ Kamu ini wanita mandul. Kamu nggak pantas untuknya. ]
Aku tidak menanggapinya. Aku langsung mengirim tangkapan layar percakapan itu kepada suamiku.
Tak lama kemudian, Elian menelepon dan langsung memarahiku habis-habisan, "Yara cuma bercanda. Kenapa kamu berpikiran sempit sekali? Bisa berhenti cari masalah, nggak? Kenapa kamu menjijikkan sekali!"
Dari ujung telepon, terdengar pula