KUTUKAN LELUHUR
pujangga manikcerita tentang aku dan keluargakucerita aku sudah besarpengalaman hidupkupuisi tentang kakek
Dengan perlahan panci itu dibuka, dan di dalamnya terlihat cairan kental yang dituangkan ke gelas kaca bekas kopi yang sering dipakai untuk sesaji.
Cairan kental itu secara perlahan memenuhi gelas tersebut, dengan sebuah warna merah gelap seperti darah hewan yang dia akan sajikan sebagai minumanku.
“Urang rubah heula meh jigah lahang rasana, soalna lamun ninggali getih bagong jigah kieu, mah engke pasti sieuneun. (Aku akan rubah dahulu supaya rasanya seperti air gula aren, soalnya kalau dia melihat darah babi hutan seperti ini, pasti akan ketakutan. )”
人気のチャプター