Pernikahan Tujuh Tahun Yang Sia-Sia
Di puncak gunung.
William memelukku, berbisik di telingaku dengan nada penuh kasih, “Indah sekali, memelukmu begini sambil menunggu matahari terbit bersama.”
“Besok kita genap tujuh tahun menikah. Aku sangat bahagia karena ada kamu yang menemaniku selama tujuh tahun ini. Aku sudah siapkan kejutan, besok kamu bisa lihat sendiri. Menurutmu, bisakah kita tetap menunggu matahari terbit seperti ini tujuh puluh tahun lagi? Waktu itu, pasti bukan hanya ada kita berdua, tapi juga ada anak-anak kita….”