KAU MENDUA AKU PUN SAMA
Fatimahpegang tangankukata kata minta maaf kepada istrihati istri yang tersakitifirasat istri itu tajam
“A-apa syaratnya?“
“Temani aku main.“
Naira menyipitkan mata. Sama sekali tak mengerti, bermuara ke mana ucapan Aric itu. Tapi kemudian tertawa saat Aric berkata, “kita main di dufan.“
“Gi-la. Kayak bocah aja main di sana,“ celotehnya dengan tawa yang semakin berderai.
Aric pun ikut tertawa mendengarnya dan mengangguk membenarkan ucapan Naira. Ucapan Naira tak salah. Tapi ia juga tak berani menolak ajakan teman sejawatnya itu.
“Iya, mirip bocah. Tapi sahabat-sahabatku nraktir main ke sana. Aku mau nolak, tapi nggak enak.“
Naira mengangguk-angguk. Lalu terdiam sejenak. Pikirnya, tak ada salahnya juga. Bukankah dengan itu hubungan mereka akan terlihat seperti sebuah kenyataan?
“Gimana? Mau ngg
人気のチャプター