BALADA SANG MANDARA
gumamnya pula seolah berbicara dengan manusia.
"Aku sudah terlalu kelelahan menjalani ini semua, aku hanya ingin menyelesaikan semuanya. Bantu aku untuk menyelesaikan apa yang pantas aku selesaikan." Gadis itu menempelkan Adavara di keningnya, benda itu berpendar. Kilasan kilasan masa lalu Tirza Antara bermunculan bagai kolase film. Tapi itu adalah bagian bagian terburuk dari hidupnya. Dia melihat dirinya yang tersudut, terbuang, di injak dan di permalukan. Kemarahan yang terpendam mengumpul dalam dadanya, seluruh ruang imajinasinya membentuk wajah Nilam Rencana, tunangan Angin Nava Satra itu tampak tersenyum sinis padanya. Sepasang mata gadis itu terbuka. Dia menurunkan kalung di tangannya
Hot Chapters