Untuk Apa Lagi Mencinta
Hatinya, sejak dulu tidak pernah berada di sisiku.
Baru saja mau memesan taksi pulang, aku dapat telepon dari calon suamiku, Budi Santoso.
Dia mengajakku ketemu di kafe yang baru terbuka.
Melihat tanganku kosong, dia heran lalu bertanya,
"Kenapa tidak beli cincin?"
Aku senyum kecut: "Tidak ada yang cocok."
Setelah berkata itu, tiba-tiba dia mengeluarkan kotak cincin, menyerahkannya padaku.