Kenapa Bajuku Selalu Sama dengan Tetangga Baru?
Huk!
"Obat Abang bawa gak?" tanyaku panik. Bang Ramon menggeleng dengan wajah merah.
"Permisi, Mbak, Mas, maaf, kebetulan saya mau pulang dan lihat suami Mbak sedang batuk-batuk. Mungkin ini bisa meredakan batuknya, Mbak. Obat ini saya konsumsi juga jika saya batuk tidak bisa berhenti. InsyaAllah dosisnya aman dan bisa Mbak beli di apotek." Kenapa harus Ayu lagi yang muncul? Aku sebenarnya tidak menerima kebaikan gadis itu karena rasa kesal yang masih menggumpal di hati. Namun melihat suamiku masih terus saja batuk-batuk, aku pun tidak punya pilihan. Baru ingin kuraih obat itu dari tangan Ayu, suamiku sudah lebih dahulu menyambarnya, lalu memasukkannya ke dalam mulut.