Luka Seorang Istri
“Terus aku harus bagaimana?”
“Bagaimana kamu bilang? Apa kamu sudah enggak punya tangan dan kaki? Kamu masih biisa merawatku kan? Apa sebegitu merepotkanmu, tidak masalah kalau kamu tidak mau mengantarku ke kamar mandi, itu aku bisa sendiri, kamu hanya perlu sedikit meluangkan waktumu, mungkin untuk hal-hal kecil seperti mengambilkan pakaianku, makan dan minuman, aku tanya sekali lagi apa kamu tidak bisa melakukannya sendiri?”